<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.kitakininews.co.id/</link>
        <description>Situs berita online kitakini.news dikelola oleh PT. KITAKINI MEDIA PERKASA dengan kantor perusahaan di Medan - Sumatera Utara dan Kantor REDAKSI di Jln Perhubungan No.4N, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara, 20371 -. Kitakini News menyajikan aneka berita Internasional, Nasional dan Daerah, khususnya Sumatera Utara.</description>
        <lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 05:39:31 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jatuh dari Panggung Jelang Konser, Siti Nurhaliza: Alhamdulillah, Tidak Ada Patah Tulang</guid>
            <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 21:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jatuh dari Panggung Jelang Konser, Siti Nurhaliza: Alhamdulillah, Tidak Ada Patah Tulang]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id  Siti Nurhaliza mengalami kecelakaan jelang konser Tradisional Gema Bumantara. Penyanyi asal Malaysia itu jatuh dari panggung saat latihan.Melansir berbagai sumber, Sabtu (31/10/2026), kecelakaan itu terjadi saat Siti Nurhaliza la]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Siti-Nurhaliza/" target="_blank">Siti Nurhaliza</a> mengalami kecelakaan jelang <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/konser/" target="_blank">konser</a> Tradisional Gema Bumantara. Penyanyi asal Malaysia itu <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/jatuh/" target="_blank">jatuh</a> dari panggung saat latihan.<p>Melansir berbagai sumber, Sabtu (31/10/2026), kecelakaan itu terjadi saat <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Siti-Nurhaliza/" target="_blank">Siti Nurhaliza</a> latihan untuk konsernya pada 17 Oktober lalu.</p>
<p>Tepatnya, ketika sebuah aksi yang melibatkan sepotong kain panjang berakhir dengan tragis.</p>
<p>&quot;Setelah terjatuh, saya langsung pergi ke rumah sakit untuk menjalani CT scan," aku Siti Nurhaliza.</p>
<p>"Alhamdulillah, tidak ada patah tulang atau pendarahan internal," tambahnya.</p>
<p>Rekaman kejadian tersebut menunjukkan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Siti-Nurhaliza/" target="_blank">Siti Nurhaliza</a> mencoba melompat menggunakan kain sebagai penopang sebelum kakinya tersangkut, menyebabkan dia <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/jatuh/" target="_blank">jatuh</a> tersungkur ke lantai.</p>
<p>Dia mengalami luka sayat kecil di dekat sudut luar matanya dan di bawahnya, serta memar di pipi kanannya.</p>
<p>Namun <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Siti-Nurhaliza/" target="_blank">Siti Nurhaliza</a> mengatakan bahwa keadaan bisa jauh lebih buruk jika ia mendarat dengan cara yang berbeda.</p>
<p>&quot;Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya. Saya bersyukur karena tidak ter<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/jatuh/" target="_blank">jatuh</a> ke depan," ucapnya.</p>
<p>"Jika terjatuh, gigi saya bisa patah, bibir saya bisa pecah, dan proses penyembuhannya akan lebih lama,&quot; imbuh Siti Nurhaliza.</p>
<p>Yang jelas, cedera penyanyi berusia 47 tahun itu kini mulai sembuh meski masih ada beberapa memar</p>
<p>&quot;Alhamdulillah, berangsur-angsur pulih. Memarnya hampir hilang. Wajah saya masih terasa cukup keras, mungkin karena benturan akibat jatuh,&quot; kata Siti Nurhaliza.</p>
<p>Terlepas dari kejadian mengerikan itu, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Siti-Nurhaliza/" target="_blank">Siti Nurhaliza</a> tetap melanjutkan konsernya, dan cedera yang dideritanya tidak menggagalkan pertunjukan tersebut.</p>
<p>&quot;Alhamdulillah, saya masih bisa bernyanyi dan menyelesaikan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/konser/" target="_blank">konser</a> saya. Saya bersyukur kepada Allah. Ini adalah pertama kalinya saya ter<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/jatuh/" target="_blank">jatuh</a> saat konser,&quot; pungkasnya.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_3122_Jatuh-dari-Panggung-Jelang-Konser--Siti-Nurhaliza--Alhamdulillah--Tidak-Ada-Patah-Tulang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/selebriti/29819/jatuh-dari-panggung-jelang-konser-siti-nurhaliza-alhamdulillah-tidak-ada-patah-tulang/</link>
            <author><![CDATA[fitri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perankan Arwah untuk Pertama Kali, Kawai Labiba Akting Bareng Belatung Asli</guid>
            <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 21:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perankan Arwah untuk Pertama Kali, Kawai Labiba Akting Bareng Belatung Asli]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id  Kawai Labiba terlibat lewat film horor Putri Jangan Gentayangan Lagi. Ini adalah pengalaman pertama kalinya menjadi arwah.Melansir berbagai sumber, Sabtu (31/10/2026), Kawai Labiba memerankan Putri, sosok yang kisahnya berasal da]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kawai-Labiba/" target="_blank">Kawai Labiba</a> terlibat lewat <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> horor <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Putri/" target="_blank">Putri</a> Jangan Gentayangan Lagi. Ini adalah pengalaman pertama kalinya menjadi arwah.<p>Melansir berbagai sumber, Sabtu (31/10/2026), <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kawai-Labiba/" target="_blank">Kawai Labiba</a> memerankan Putri, sosok yang kisahnya berasal dari kanal YouTube Lentera Malam dan telah ditonton lebih dari 25 juta kali.</p>
<p>"Sebenarnya ini pertama kalinya aku juga berperan sebagai <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/arwah/" target="_blank">arwah</a> sih," ungkap Kawai Labiba.</p>
<p>Menurutnya, perannya terbagi dalam tujuh fase, yakni dua fase saat <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Putri/" target="_blank">Putri</a> masih hidup dan lima fase setelah menjadi hantu.</p>
<p>"Jujur ini merupakan pengalaman yang luar biasa juga ya bisa bergabung di project <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Putri/" target="_blank">Putri</a> Jangan Gentayangan Lagi," kata <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kawai-Labiba/" target="_blank">Kawai Labiba</a> lagi.</p>
<p>Dalam <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> garapan MVP Pictures ini, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kawai-Labiba/" target="_blank">Kawai Labiba</a> harus menyimpan darah palsu di mulut dan beradegan menggunakan sling. Ia juga berakting bersama belatung.</p>
<p>"Itu <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/belatung/" target="_blank">belatung</a> beneran!" tegas Kawai Labiba.</p>
<p>Selain itu, riasan menutupi tubuh <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kawai-Labiba/" target="_blank">Kawai Labiba</a> dari ujung kepala hingga kaki, seiring harus menjaga kesinambungan karakter di setiap fase.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kawai-Labiba/" target="_blank">Kawai Labiba</a> juga memakai kontak lens putih selama sekitar 60 persen waktu syuting.</p>
<p>"Aku enggak bisa ngelihat apa-apa," ujarnya.</p>
<p>Karena itu, ia baru benar-benar melihat hasil adegannya saat menonton <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> ini bersama para tamu undangan.</p>
<p>"Jadi ketika nonton tadi itu rasanya surprise banget kayak, &#039;Oh, ternyata scene-nya seperti ini ya? Keren ya?&#039; gitu," pungkas Kawai Labiba.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_5743_Perankan-Arwah-untuk-Pertama-Kali--Kawai-Labiba-Akting-Bareng-Belatung-Asli.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/selebriti/29818/perankan-arwah-untuk-pertama-kali-kawai-labiba-akting-bareng-belatung-asli/</link>
            <author><![CDATA[fitri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jadi Petugas Damkar di Film GJLS: Berapi-Api, Aurra Kharishma: It&#039;s Really Useful</guid>
            <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 20:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jadi Petugas Damkar di Film GJLS: Berapi-Api, Aurra Kharishma: It's Really Useful]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id  Model cantik Aurra Kharishma terlibat dalam film GJLS BerapiApi. Dia pun mendapat leran sebagai petugas pemadam kebakaran (damkar).Melansir berbagai sumber, Sabtu (31/10/2026), mau tak mau Aurra Kharishma akhirnya lebih mengeta]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - Model cantik <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Aurra-Kharishma/" target="_blank">Aurra Kharishma</a> terlibat dalam <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> GJLS: Berapi-Api. Dia pun mendapat leran sebagai petugas pemadam kebakaran (damkar).<p>Melansir berbagai sumber, Sabtu (31/10/2026), mau tak mau <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Aurra-Kharishma/" target="_blank">Aurra Kharishma</a> akhirnya lebih mengetahui tentang profesi tersebut, serta dapat menerapkannya di dunia nyata agar lebih bermanfaat.</p>
<p>"So, it&#039;s really useful,&quot; kata Aurra Kharishma.</p>
<p>"Also, jadi pengalaman yang berharga juga karena kita enggak cuma bisa tahu ilmu-ilmu tentang damkar, t<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/api/" target="_blank">api</a> juga bisa mengaplikasikannya ke dunia nyata," tambahnya</p>
<p>Sebagai informasi, karya garapan Monty Tiwa ini merupakan proyek <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> kedua dari tiga komedian Tanah Air, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir.</p>
<p>Berperan sebagai salah satu dari lima petugas <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/damkar/" target="_blank">damkar</a> yang dijuluki Algojo Api, Jayanti, aktris berusia 26 tahun tersebut menyebutkan bagaimana ia dengan keempat rekan lainnya membangun chemistry dengan mudah dalam proses syuting.</p>
<p>&quot;Well, it was fun actually karena itu juga adalah sebuah bahan kita untuk bonding dan bangun chemistry yang turns out we are so happy together on set. It was really fun guys shooting-nya,&quot; kata Aurra Kharishma.</p>
<p>Rekannya di tim Algojo Api, Sadha Triyudha yang berperan sebagai Sugeng juga mengatakan bahwa chemistry di antara mereka berlima harus kuat.</p>
<p>Pasalnya, peran mereka bersinggungan dengan hal-hal yang cukup berbahaya seperti <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/api/" target="_blank">api</a> dan ular.</p>
<p>&quot;Karena misalnya kita ada yang miss, ada yang enggak satu zona aja, ada yang enggak satu pemikiran aja, itu mungkin bisa lumayan fatal lah karena kita berhadapan dengan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/api/" target="_blank">api</a> beneran, dengan hewan beneran,&quot; timpal Sadha.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_1151_Jadi-Petugas-Damkar-di-Film-GJLS--Berapi-Api--Aurra-Kharishma--It--039-s-Really-Useful.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/selebriti/29817/jadi-petugas-damkar-di-film-gjls-berapiapi-aurra-kharishma-it039s-really-useful/</link>
            <author><![CDATA[fitri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Eko Purdjianto Puji Perjuangan Pemain PSMS Usai Curi Poin Penuh di Kandang PSGC Ciamis</guid>
            <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 19:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Eko Purdjianto Puji Perjuangan Pemain PSMS Usai Curi Poin Penuh di Kandang PSGC Ciamis]]></title>
            <description><![CDATA[PSMS Medan mengalahkan PSGC Ciamis 21, Phillerson memborong gol, Eko Purdjianto bersyukur, dan Taufik Hidayat optimistis mengejar promosi Liga 1.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Medan/" target="_blank">Medan</a> membawa pulang tiga poin dari markas <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Ciamis/" target="_blank">Ciamis</a> setelah meraih kemenangan 2-1 dalam lanjutan kompetisi, Sabtu (31/10/2026). Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir, meski sempat kebobolan melalui tendangan penalti pada menit-menit terakhir.</p>
<p><p>Bagi Eko, kemenangan tandang ini patut disyukuri. Ia menilai para pemain telah menunjukkan kerja keras dan kedisiplinan dalam menjalankan strategi yang dipersiapkan selama sesi latihan.</p>
<p>"Alhamdulillah, hasil yang patut kita syukuri. Dapat tiga poin lagi, walaupun laga away. Kita patut bersyukur," ujar Eko seusai pertandingan.</p>
<p>Ia juga menyoroti semangat juang para pemain <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> yang tetap berusaha menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.</p>
<p>"Perjuangan pemain luar biasa sampai menit terakhir pertandingan. Walaupun tadi terlepas ada penalti, yang pasti kita syukuri dapat poin penuh hari ini," katanya.</p>
<p>Menurut Eko, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> tetap berpegang pada karakter permainannya sendiri tanpa terpengaruh pendekatan yang diterapkan tuan rumah.</p>
<p>"Kami bermain dengan pola permainan sendiri. Yang pasti perjuangan pemain luar biasa, terlihat dari latihan beberapa hari ini, terlepas <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Ciamis/" target="_blank">Ciamis</a> main seperti apa," tuturnya.</p>
<p>Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan kemampuan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> menjaga daya saing meski tampil tanpa penyerang andalan Javier Siverio yang absen akibat sanksi kartu merah.</p>
<p><b>Phillerson Borong Dua Gol</b></p>
<p>Bertanding di Stadion Galuh, Ciamis, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> tampil berani di hadapan ribuan suporter tuan rumah. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu mengandalkan serangan cepat dan transisi permainan untuk menembus pertahanan PSGC.</p>
<p>Sementara itu, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> memilih bermain lebih berhati-hati dengan memperkuat barisan pertahanan sebelum melancarkan serangan balik. Namun, pendekatan tersebut tidak sepenuhnya mampu membendung agresivitas tim tamu.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> beberapa kali menghadirkan ancaman melalui pergerakan Ikhsan Chan, Raihan Utama, dan Phillerson. Absennya Siverio tidak membuat lini depan tim asuhan Eko kehilangan ketajaman.</p>
<p>Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-23. Phillerson sukses memaksimalkan peluang untuk membawa <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> unggul 1-0 sekaligus memberikan tekanan kepada tuan rumah.</p>
<p>Menjelang turun minum, winger asal Brasil itu kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan Ikhsan Chan pada menit ke-45+2, Phillerson menggiring bola untuk mencari ruang tembak sebelum melepaskan tendangan yang gagal dihentikan kiper </p>
<p>PSGC, Yofan Pranata. Brace Phillerson membawa <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir.</p>
<p>Memasuki babak kedua, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> berusaha meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. PSMS, di sisi lain, berupaya menjaga keunggulan sembari memanfaatkan peluang melalui serangan cepat.</p>
<p>Pertandingan semakin menegangkan ketika kemenangan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> yang sudah di depan mata mendapat ancaman pada masa tambahan waktu.</p>
<p>Kesalahan di lini pertahanan membuat <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> memperoleh hadiah penalti. Striker tuan rumah, Ezekhiel Ndouassel, yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-90+6. Tendangannya memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.</p>
<p>Gol tersebut membuat sisa pertandingan berlangsung dalam tekanan. Namun, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.</p>
<p>Eko mengingatkan bahwa setiap lawan memiliki potensi untuk menghadirkan kesulitan. Ia secara khusus menyoroti keberadaan Ndouassel yang terbukti mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol.</p>
<p>"Semua pertandingan kita waspadai. Salah satunya dari <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Ciamis/" target="_blank">Ciamis</a> itu striker Ezekhiel Ndouassel, terbukti dia mencetak gol dari titik penalti," kata Eko.</p>
<p>Setelah kemenangan di Ciamis, perhatian <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> kini beralih ke pertandingan League Cup melawan Persija Jakarta. Eko memastikan timnya akan mempersiapkan pemain terbaik, terlebih laga tersebut akan berlangsung di kandang PSMS.</p>
<p>"Yang pasti kita persiapkan. Pemain yang kita mainkan yang terbaik. Kita main di home, apalagi lawan kita Persija," ujarnya.</p>
<p>Optimisme serupa disampaikan penyerang PSMS, Taufik Hidayat. Ia menilai keberhasilan mencuri poin di kandang lawan menjadi modal berharga bagi tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya.</p>
<p>"Alhamdulillah, bisa mencuri poin di kandang lawan. Ini bagus buat tim kita. Semoga kita bisa konsisten terus ke depannya dan bisa lolos, insyaallah, ke Liga 1," tutur Taufik.</p>
</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_8027_ko-Purdjianto-Puji-Perjuangan-Pemain-PSMS-Usai-Curi-Poin-Penuh-di-Kandang-PSGC-Ciamis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/olahraga/29816/eko-purdjianto-puji-perjuangan-pemain-psms-usai-curi-poin-penuh-di-kandang-psgc-ciamis/</link>
            <author><![CDATA[sukri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Saya Cuma Jual Kerupuk dan Cuci Piring, Pak!&rdquo;</guid>
            <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 19:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Saya Cuma Jual Kerupuk dan Cuci Piring, Pak!”]]></title>
            <description><![CDATA[Tangis Nirma br. Ginting pecah saat menceritakan anaknya yang bisa kuliah lewat KIP Kuliah. Kisah haru ini terungkap dalam serap aspirasi Sofyan Tan di Medan.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -<b>MEDAN</b> : Bagi Nirma Br. Ginting, mencuci piring dan berjualan kerupuk keliling bukan sekadar pekerjaan untuk menyambung hidup. Di balik lelahnya, tersimpan satu harapan besar, anaknya bisa kuliah dan memiliki masa depan yang lebih baik daripada kehidupan yang selama ini dijalaninya.</p>
<p><p>Suaminya bekerja sebagai sopir. Sementara Nirma, warga Simalingkar B, Kecamatan Pancur Batu, harus bekerja keras membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, ketika anaknya memperoleh kesempatan kuliah melalui bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur aspirasi, air matanya tak terbendung.</p>
<p>Di hadapan Anggota <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Komisi-X-DPR-RI/" target="_blank">Komisi X DPR RI</a> Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, Nirma mengungkapkan rasa syukurnya. Perjuangan panjang yang dijalaninya seolah menemukan titik terang ketika keterbatasan ekonomi tak lagi sepenuhnya menjadi penghalang bagi cita-cita sang anak.</p>
<p>Kisah haru itu terungkap dalam kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat bersama dr <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sofyan-Tan/" target="_blank">Sofyan Tan</a> di Kampus Universitas Satya Terra Bhinneka, Jalan PDAM Tirtanadi, Medan Sunggal, Sabtu (31/10). Kegiatan tersebut mempertemukan lebih dari 100 orang tua dan mahasiswa penerima KIP Kuliah jalur aspirasi yang berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>Bagi keluarga seperti Nirma, kuliah bukan sekadar impian anak. Itu juga merupakan harapan orang tua agar generasi berikutnya tidak harus menjalani kehidupan sesulit yang mereka alami.</p>
<p>Perjuangan serupa dialami Anita br Surbakti, guru honorer asal Simalingkar yang mengajar di SMA/SMK. Dengan gaji sekitar Rp1 juta per bulan, membiayai anak hingga perguruan tinggi terasa seperti perjuangan yang nyaris mustahil. Namun, kesempatan mendapatkan KIP Kuliah mengubah keadaan. Anaknya kini diterima di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Politeknik-Negeri-Medan/" target="_blank">Politeknik Negeri Medan</a> (Polmed).</p>
<p>"Saya adalah guru honorer, Pak, dengan gaji satu juta rupiah. Saya tak menyangka anak saya bisa kuliah dengan bantuan Bapak. Terima kasih, Ibu Lisna, Pak Tamba, dan Pak Sofyan Tan," ungkapnya dengan suara bergetar.</p>
<p>Bagi Anita, keberhasilan anaknya melanjutkan pendidikan merupakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan. Di balik penghasilan terbatas, ia tetap berusaha menjaga agar cita-cita sang anak tidak kandas karena persoalan biaya.</p>
<p>Kisah menyentuh lainnya datang dari Evi Purba, warga Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Ia membesarkan kedua anaknya seorang diri setelah keluarganya dilanda persoalan narkoba. Ketika anaknya menghadapi kendala administrasi yang mengancam kelanjutan kuliah, Evi kembali dihadapkan pada situasi sulit. Namun, melalui bantuan Rumah Aspirasi drSofyan Tan, anaknya akhirnya dapat melanjutkan pendidikan di Fakultas Pendidikan Teknik Mesin, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Negeri-Medan/" target="_blank">Universitas Negeri Medan</a> (UNIMED).</p>
<p>"Suami saya sudah tiada karena narkoba, saya hidup bersama kedua anak saya. Berkat bantuan Rumah Aspirasi dan drSofyan Tan, anak saya bisa terus kuliah tanpa biaya sepeser pun," tuturnya penuh syukur.</p>
<p>Perjuangan juga dilakukan Santi Dewi, buruh harian lepas asal Simalingkar B. Dengan penghasilan di bawah upah minimum, ia berusaha menyekolahkan anak-anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.</p>
<p>Harapannya mulai menemukan jalan ketika anaknya diterima di USU, jurusan Teknik Mesin, melalui KIP Kuliah jalur aspirasi.</p>
<p>Kisah para ibu ini memperlihatkan bahwa di balik keberhasilan seorang mahasiswa, ada pengorbanan orang tua yang tidak selalu terlihat. Ada tenaga yang terkuras, kebutuhan yang harus dihemat, dan doa yang tak pernah putus.</p>
<p>Program KIP Kuliah jalur aspirasi yang diperjuangkan melalui Rumah Aspirasi dr <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sofyan-Tan/" target="_blank">Sofyan Tan</a> menjangkau mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri, mulai dari USU, UNIMED, Polmed, kampus di Aceh, Universitas Jember, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Udayana/" target="_blank">Universitas Udayana</a> di Bali, hingga sejumlah PTN lain di Pulau Jawa.</p>
<p>Sugiarti, salah seorang ibu mahasiswa USU, turut menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh anaknya.</p>
<p>Bagi keluarga prasejahtera, kesempatan memasuki perguruan tinggi negeri sering kali dibayangi kekhawatiran tentang biaya. Karena itu, bantuan pendidikan bukan sekadar meringankan beban ekonomi, melainkan membuka jalan bagi anak-anak untuk memperbaiki masa depan keluarga.</p>
<p>Mendengar berbagai kisah perjuangan tersebut, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sofyan-Tan/" target="_blank">Sofyan Tan</a> mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>"Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Pendidikan adalah salah satu jalan paling ampuh untuk mengubah nasib keluarga. Jangan pernah patah semangat, kejarlah cita-citamu setinggi langit, karena negara harus hadir untuk memastikan anak-anak kurang mampu berhak memiliki masa depan yang cerah," pesannya.</p>
<p>Bagi Nirma yang berjualan kerupuk dan mencuci piring, Anita yang bertahan dengan gaji guru honorer, serta Evi dan Santi yang berjuang di tengah keterbatasan, kesempatan anak mereka mengenyam pendidikan tinggi membawa harapan baru.</p>
<p>Mereka mungkin tidak mampu mewariskan harta berlimpah. Namun, melalui pendidikan, mereka berharap anak-anaknya memiliki kesempatan untuk mengubah kehidupan.</p>
<p>Sebab, ketika seorang anak dari keluarga sederhana berhasil melangkah ke perguruan tinggi, yang tumbuh bukan hanya harapan sang mahasiswa. Ada pula mimpi orang tua yang selama bertahun-tahun diperjuangkan dalam diam, kini perlahan menemukan jalannya.(*)</p>
</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_9246_Saya-Cuma-Jual-Kerupuk-dan-Cuci-Piring--Pak--rdquo-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/news/29815/saya-cuma-jual-kerupuk-dan-cuci-piring-pakrdquo/</link>
            <author><![CDATA[harizal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PSMS Medan Curi Kemenangan di Kandang PSGC Ciamis, Phillerson Borong Dua Gol</guid>
            <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 18:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PSMS Medan Curi Kemenangan di Kandang PSGC Ciamis, Phillerson Borong Dua Gol]]></title>
            <description><![CDATA[PSMS Medan menaklukkan PSGC Ciamis 21, Sabtu, berkat brace Phillerson yang memastikan Ayam Kinantan membawa pulang tiga poin penting.]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> Medan sukses membawa pulang tiga poin dari markas <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> Ciamis setelah menaklukkan tuan rumah dengan skor 2-1 dalam lanjutan kompetisi pada Sabtu (31/10/2026) sore, di Stadion Galih, Ciamis, Jawa Barat.<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Phillerson/" target="_blank">Phillerson</a> Natan Silva de Dliveira menjadi bintang kemenangan Ayam Kinantan setelah mencetak dua gol, sedangkan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> hanya mampu membalas satu gol pada penghujung pertandingan.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> Medan menunjukkan mentalitas kuat meski harus menghadapi tekanan ribuan suporter tuan rumah. Tanpa diperkuat penyerang andalan Javier Siverio yang absen akibat sanksi kartu merah, tim besutan Eko Purdjianto tetap tampil agresif dan tidak kehilangan karakter permainan.</p>
<p>Strategi serangan cepat menjadi senjata utama <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> untuk membongkar pertahanan PSGC. Sebaliknya, tuan rumah lebih banyak mengandalkan pertahanan rapat sembari menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.</p>
<p>Kehadiran Ikhsan Chan, Raihan Utama, dan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Phillerson/" target="_blank">Phillerson</a> di lini depan membuat barisan pertahanan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> harus bekerja keras sepanjang pertandingan. Pergerakan cepat para pemain <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> beberapa kali menciptakan ancaman serius bagi gawang tuan rumah yang dikawal Yofan Pranata.</p>
<p>Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Phillerson/" target="_blank">Phillerson</a> berhasil memaksimalkan peluang untuk membawa <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> unggul 1-0. Gol tersebut menjadi bukti efektivitas permainan menyerang Ayam Kinantan yang tetap terjaga meski kehilangan Siverio.</p>
<p>Keunggulan satu gol membuat <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> semakin percaya diri. Para pemain terus berusaha memanfaatkan celah di pertahanan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> melalui kombinasi serangan cepat dan pergerakan tanpa bola. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit ke-45+2.</p>
<p>Berawal dari umpan Ikhsan Chan, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Phillerson/" target="_blank">Phillerson</a> mendapatkan ruang untuk mengembangkan serangan. Winger asal Brasil itu lebih dahulu menggiring bola untuk mencari posisi tembak sebelum melepaskan tendangan yang tidak mampu dihentikan Yofan Pranata.</p>
<p>Gol keduanya sekaligus membawa <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> unggul 2-0 hingga turun minum. <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Phillerson/" target="_blank">Phillerson</a> pun menjadi sosok paling menentukan dalam keunggulan Ayam Kinantan setelah dua kali menaklukkan penjaga gawang PSGC.</p>
<p>Memasuki babak kedua, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> berusaha mempertahankan keunggulan, sementara <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> meningkatkan upaya untuk mengejar ketertinggalan. Pertandingan pun semakin menegangkan ketika tuan rumah berusaha memanfaatkan dukungan suporter untuk memperkecil selisih gol.</p>
<p>Saat kemenangan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> tampak semakin dekat, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> mendapatkan kesempatan melalui tendangan penalti setelah terjadi kesalahan di lini pertahanan tim tamu.</p>
<p>Ezekhiel Ndouassel yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya. Striker <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> tersebut menaklukkan Rudi N Rajak pada menit ke-90+5untuk mengubah skor menjadi 1-2.</p>
<p>Gol pada penghujung pertandingan itu membuat tekanan terhadap <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> meningkat. Namun, Ayam Kinantan mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.</p>
<p>Kemenangan 2-1 ini menjadi hasil penting bagi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> Medan. Selain berhasil mencuri tiga poin di kandang lawan, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu juga memperlihatkan bahwa absennya Siverio tidak serta-merta membuat daya gedor mereka melemah.</p>
<p>Kemenangan 2-1 atas <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSGC/" target="_blank">PSGC</a> membuat <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PSMS/" target="_blank">PSMS</a> semakin kokoh di peringkat kedua klasemen Grup A dengan 17 poin. PSP Pekanbaru masih menjadi pemuncak Grup A dengan 19 poin kendati di hari yang sama meraih hasil imbang 1-1 di markas Adhyaksa Bekasi FC.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_1078_PSMS-Medan-Curi-Kemenangan-di-Kandang-PSGC-Ciamis--Phillerson-Borong-Dua-Gol.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/olahraga/29814/psms-medan-curi-kemenangan-di-kandang-psgc-ciamis-phillerson-borong-dua-gol/</link>
            <author><![CDATA[sukri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">OJK di Sumut: Dari Mantra Sakti hingga Lindungi Warga dari Bencana dan Judol</guid>
            <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 14:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[OJK di Sumut: Dari Mantra Sakti hingga Lindungi Warga dari Bencana dan Judol]]></title>
            <description><![CDATA[Di lembaran iklan perbankan hingga brosur pinjaman digital, ada satu kalimat pendek yang kini bekerja bak mantra sakti, yakni Telah Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalimat sederhana itu seketika sanggup meluruhkan ke]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - Di lembaran iklan perbankan hingga brosur pinjaman digital, ada satu kalimat pendek yang kini bekerja bak mantra sakti, yakni "Telah Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)". Kalimat sederhana itu seketika sanggup meluruhkan keraguan, mengubah skeptisisme publik menjadi rasa percaya yang utuh.<p>Seperti diungkap Andah (35), warga Medan Denai. Pedagang kuliner ini mengatakan saat melihat sebuah iklan sebuah pinjaman digital, tulisan "Telah Diawasi oleh OJK" menjadi penjamin kepercayaan dirinya untuk melakukan transaksi. "Ada tulisan OJK, jadi aku berani pakai paylaternya," tuturnya singkat.</p>
<p>Pernyataan dan kepercayaan Andah ini tentu dipikirkan warga lain yang melek literasi keuangan. Kepercayaan itu tentu tidak tumbuh dalam semalam. Jika ditarik ke belakang, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> resmi berdiri pada 16 Juli 2012. Usianya bakal menginjak 15 tahun, sebuah masa pertumbuhan yang masih belia dalam sejarah panjang perbankan nasional.</p>
<p>Para awak media di Medan tentu masih mengingat masa-masa awal kehadiran lembaga ini. Bukan bermula dari gedung megah berarsitektur modern, melainkan dari ruang-ruang diskusi yang hangat.</p>
<p>Salah satunya dalam pelatihan dua hari di JW Marriott Hotel Medan belasan tahun silam, tempat di mana para jurnalis kali pertama diajak mengintip dapur pengawasan sektor keuangan yang kala itu masih asing di telinga publik.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, denyut nadi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> kian terasa menghidupkan dinamika ekonomi Sumatera Utara, khususnya melalui Kantor <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> Provinsi Sumatera Utara (<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> Sumut) di Jalan Gatot Subroto, Medan. Kini, di bawah komando Triyoga Laksito, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> tak lagi dipandang sebagai regulator kaku di balik meja birokrasi, melainkan garda terdepan pengawal stabilitas sektor keuangan.</p>
<p>"Kinerja sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan di Sumatera Utara tercatat tumbuh resilien, ditopang oleh profil risiko yang terjaga serta komitmen penguatan kapasitas kelembagaan," ungkap Triyoga, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Statistik ekonomi Sumut hingga pertengahan 2026 membuktikan ketahanan tersebut. Total aset perbankan umum merangkak naik 3,33 persen secara year-on-year (YoY) mencapai Rp371,1 triliun. Kepercayaan masyarakat kian solid tatkala Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,29 persen menjadi Rp345,6 triliun, dibarengi fungsi intermediasi yang optimal lewat penyaluran kredit menyentuh Rp332,6 triliun.</p>
<p>Menariknya, denyut keuangan ini tak hanya berputar di pusat kota. Di pelosok-pelosok desa, lebih dari 74 ribu agen Lakupandai bergerilya menjangkau 94,5 persen desa dan kelurahan di Sumut, mendongkrak tingkat literasi keuangan warga hingga 71,57 persen.</p>
<p>Namun, angka-angka statistik di atas kertas tentu harus membumi pada denyut kehidupan nyata. Kesadaran inilah yang dibawa dalam perjumpaan antara <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).</p>
<p>Di Aula Tengku Rizal Nurdin dan Aula Raja Inal Siregar, pada Juli 2026 lalu, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menitipkan pesan mendasar kepada pimpinan baru OJK. Kebijakan keuangan, kata dia, tidak boleh berjarak dari jerit kesusahan masyarakat, terutama ketika bencana alam datang menghantam.</p>
<p>"Bagaimana kita bisa memberikan kemudahan urusan pinjaman kepada warga yang menjadi korban, karena hidup mereka masih berat," tegas Bobby saat menyambut kehadiran Triyoga Laksito di Medan.</p>
<p>Bagi Pemprov Sumut, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> memegang kunci relaksasi dan solusi kemanusiaan. Di sisi lain, kolaborasi strategis ini diarahkan untuk memperkuat potensi lokal secara spesifik. Gubernur mendorong <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> melihat persoalan tiap kabupaten/kota dengan pendekatan yang khas, termasuk mengakselerasi ekosistem keuangan syariah dan industri halal secara masif.</p>
<p>"Saya melihat peluang emas dari jasa keuangan berbasis syariah untuk memacu kemandirian produk lokal," ujar Bobby.</p>
<p>Langkah tak kalah penting adalah mempercepat transformasi PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumut menjadi mesin penjaminan daerah. Jamkrida dirancang menjembatani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini sulit mengakses pinjaman bank karena terkendala agunan, agar berubah status menjadi layak dibiayai (bankable) lewat skema pembagian risiko.</p>
<p>Edukasi pun merambah ke dalam birokrasi dan dunia pendidikan. Di mana para Aparatur Sipil Negara (ASN) diajak mengenal pasar modal agar beralih ke instrumen legal sekaligus terpagar dari jeratan judi online. Termasuk melakukan sosialisasi ke pelajar, untuk membentengi kewaspadaan warga.</p>
<p>Triyoga menjelaskan materi yang diberikan kepada pelajar difokuskan untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini. "Tujuannya adalah untuk meningkatkan kecerdasan finansial serta membangun karakter yang bijak dalam mengelola keuangan di masa depan," terangnya.</p>
<p>Melalui gerakan masif GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan), sambungnya, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> terus memagari masyarakat agar masyarakat tidak terperosok dalam jebakan Fear of Missing Out (FOMO) investasi bodong, dengan memegang teguh koridor utama, Legal dan Logis.</p>
<p>"Dalam setiap kesempatan, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> Sumut juga secara konsisten mengajak peserta untuk menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan legalitas lembaga atau produk keuangan melalui kanal resmi OJK, tidak mudah tergiur iming-iming imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan data keuangan," pungkasnya.</p>
<p><b>Memangkas Hambatan UMKM Lewat TPAKD</b></p>
<p>Bagi jutaan pelaku UMKM, pintu bank kerap terasa tinggi akibat jerat persyaratan agunan. Hambatan inilah yang dipangkas melalui penguatan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> sebagai inisiator utamanya.</p>
<p>Bukti pemangkasan hambatan itu tersaji tatkala Kabupaten Deli Serdang sukses menyabet TPAKD Award 2026 Tingkat Kabupaten Wilayah Sumatera yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta. Capaian ini disusul masuknya TPAKD Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Langkat dalam jajaran nominasi regional.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> Sumut mengawal keberhasilan ini dengan mendorong pembiayaan berbasis ekosistem klaster usaha terpadu. Melalui rantai pasok yang mempertemukan kelompok usaha, pemasok, pembeli siaga (offtaker), hingga lembaga penjaminan, risiko kredit tinggi yang melekat pada UMKM dapat ditekan secara signifikan.</p>
<p>Hal tersebut ditekankan kembali dalam forum Recycling Perbankan 2026 di Sibolangit yang dihadiri ratusan pimpinan perbankan. <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> mengingatkan bahwa kemampuan membayar harus menjadi hulu analisis kelayakan kredit, bukan semata-mata besar kecilnya agunan fisik.</p>
<p>Dengan memperkuat sinergi antara bank umum, BPR, dan BPRS, pembiayaan produktif senilai lebih dari Rp80 triliun bagi UMKM di Sumut dapat terus dijaga kualitas kesehatannya dengan rasio NPL yang aman di kisaran 1,97 persen.</p>
<p>Lanskap keuangan Sumatera Utara kini juga diwarnai oleh gelombang modernisasi digital dan tuntutan keberlanjutan lingkungan. Berlakunya UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) membuka pintu lebar bagi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dan aset digital kripto.</p>
<p>Di ranah pasar modal, minat investasi Sumut cukup tinggi. Jumlah investor meroket dari 15 ribu investor pada 2012 hingga kini resmi menembus angka 1 juta investor.</p>
<p>"Pada tahun 2012, jumlah investor di Sumatera Utara baru mencapai 15 ribu yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Bahkan dulu di Kabupaten Humbang Hasundutan hanya ada satu investor. Saat ini, alhamdulillah, telah melebihi 1 juta," jelas Kepala Kantor BEI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, M. Pintor Nasution, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Hingga akhir Juli 2026, imbuh Pintor, Sumut menyumbang 1.493.064 Single Investor Identification (SID) dari total 30 juta identitas nasional. Aset investor wilayah Sumatera tercatat memberi kontribusi Rp110 triliun</p>
<p>"Seiring melonjaknya basis investor, jumlah emiten asal Sumut pun meluas dari tiga menjadi 12 perusahaan tercatat. Kendati demikian, BEI dan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/OJK/" target="_blank">OJK</a> kini mengetatkan aturan pencatatan demi menjaga kesehatan pasar," tandasnya.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_8138_OJK-di-Sumut--Dari-Mantra-Sakti-hingga-Lindungi-Warga-dari-Bencana-dan-Judol.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/Bisnis/29813/ojk-di-sumut-dari-mantra-sakti-hingga-lindungi-warga-dari-bencana-dan-judol/</link>
            <author><![CDATA[amel]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jayanti: Saya Bukti Nyata Perjuangan Sofyan Tan</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 22:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jayanti: Saya Bukti Nyata Perjuangan Sofyan Tan]]></title>
            <description><![CDATA[Jayanti, pekerja toko monza keturunan India, menangis haru saat menceritakan perjuangan Sofyan Tan membantu anaknya memperoleh KIP Kuliah di UMI.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - <b>MEDAN</b> : Air mata <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Jayanti/" target="_blank">Jayanti</a> tak terbendung saat menceritakan perjuangannya menyekolahkan sang anak, Keysa, hingga berhasil mengenyam pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Perempuan keturunan India yang bekerja di toko pakaian bekas atau monza itu mengaku tidak pernah menyangka anaknya bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.</p>

<p class="isSelectedEnd">Kisah haru tersebut disampaikan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Jayanti/" target="_blank">Jayanti</a> dalam kegiatan serap aspirasi bersama Anggota <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Komisi-X-DPR-RI/" target="_blank">Komisi X DPR RI</a> Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, di Aula <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Methodist-Indonesia/" target="_blank">Universitas Methodist Indonesia</a> (UMI), Tanjung Sari, Medan, Jumat (30/10/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Di hadapan para mahasiswa, orang tua penerima KIP Kuliah, dan undangan yang hadir, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Jayanti/" target="_blank">Jayanti</a> mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pendidikan yang diterima anaknya sejak duduk di bangku sekolah menengah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Jayanti, tiga tahun lalu <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Keysa/" target="_blank">Keysa</a> memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/SMK-Sultan-Iskandar-Muda/" target="_blank">SMK Sultan Iskandar Muda</a> melalui program anak asuh yang difasilitasi Sofyan Tan. Kini, anaknya kembali mendapat kesempatan Mmelanjutkan pendidikan di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Methodist-Indonesia/" target="_blank">Universitas Methodist Indonesia</a> melalui bantuan KIP Kuliah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bagi Jayanti, kesempatan tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan harapan besar agar anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih kepada <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sofyan-Tan/" target="_blank">Sofyan Tan</a> yang dinilainya telah membantu pendidikan anaknya tanpa memandang perbedaan latar belakang suku maupun agama.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Saya orang tua dari Keysa, pekerjaan saya kerja di toko yang jual pakaian Monza, Pak. Sudah 3 tahun, Pak, anak saya dulu Bapak beri kesempatan untuk sekolah di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/SMK-Sultan-Iskandar-Muda/" target="_blank">SMK Sultan Iskandar Muda</a> program anak asuh dan kini dibantu kuliah gratis di Methodist. Terima kasih untuk Bapak Sofyan Tan, karena tidak pernah membeda-bedakan agama dan suku. Sayalah bukti nyatanya, Bapak sudah berjuang membantu anak saya," ungkap <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Jayanti/" target="_blank">Jayanti</a> sambil menangis haru.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kesaksian <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Jayanti/" target="_blank">Jayanti</a> menjadi salah satu momen emosional dalam pertemuan tersebut. Pengalaman serupa juga disampaikan Martinus Lase, orang tua mahasiswa penerima KIP Kuliah asal Nias.</p>
<p class="isSelectedEnd">Martinus mengaku merantau ke Medan sejak usia sekolah menengah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan keempat anaknya, ia bekerja sebagai pengemudi ojek online.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di tengah penghasilan yang tidak menentu, Martinus sempat diliputi kecemasan karena belum memperoleh kepastian mengenai kelanjutan pendidikan anaknya, Citra, menjelang dimulainya perkuliahan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, harapan itu kembali muncul ketika keluarganya menerima pemberitahuan melalui surat elektronik bahwa <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Citra/" target="_blank">Citra</a> dinyatakan memperoleh bantuan KIP Kuliah.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Waktu itu, Senin-nya sudah harus masuk ke kuliah. Anak kami belum ada kabar. Hari Jumat-nya baru datang email &#039;Selamat anak kami <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Citra/" target="_blank">Citra</a> mendapatkan KIP Kuliah&#039;. Wah, senangnya luar biasa. Hari ini betul yang Bapak tadi bilang, kita adalah orang tua yang paling bahagia hari ini," tutur Martinus dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bagi Martinus, kabar tersebut menjadi jawaban atas kegelisahan keluarganya yang selama ini berjuang agar keterbatasan ekonomi tidak menghentikan pendidikan anak-anak mereka.</p>
<p class="isSelectedEnd">KIP Kuliah merupakan program bantuan pendidikan pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses perguruan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang memenuhi persyaratan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam kegiatan tersebut, dr. <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sofyan-Tan/" target="_blank">Sofyan Tan</a> selaku Anggota <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Komisi-X-DPR-RI/" target="_blank">Komisi X DPR RI</a><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Fraksi-PDI-Perjuangan/" target="_blank">Fraksi PDI Perjuangan</a> mendengarkan langsung pengalaman dan aspirasi para orang tua mahasiswa penerima bantuan pendidikan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menanggapi kesaksian <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Jayanti/" target="_blank">Jayanti</a> dan Martinus, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sofyan-Tan/" target="_blank">Sofyan Tan</a> mengingatkan para mahasiswa agar tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah bekerja keras demi pendidikan mereka.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia juga berpesan kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh, tetap tegar menghadapi kesulitan, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat kecil ketika kelak meraih keberhasilan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Sofyan Tan, pendidikan harus menjadi kesempatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki masa depan tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kegiatan serap aspirasi di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Methodist-Indonesia/" target="_blank">Universitas Methodist Indonesia</a> tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia Pendeta Binran Sipayung, Ketua Pelaksana Kegiatan Yayasan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Methodist-Indonesia/" target="_blank">Universitas Methodist Indonesia</a> Pendeta James Gurning, M.M., Rektor <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Methodist-Indonesia/" target="_blank">Universitas Methodist Indonesia</a> Dr. Rumuntal Hutapea, S.Kom., serta Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting, dan Pandapotan Tamba.</p>
<p>Puluhan orang tua mahasiswa penerima <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/KIP-Kuliah-2026/" target="_blank">KIP Kuliah 2026</a> di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Universitas-Methodist-Indonesia/" target="_blank">Universitas Methodist Indonesia</a> juga hadir dalam kegiatan tersebut.</p>

]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_3663_Jayanti--Saya-Bukti-Nyata-Perjuangan-Sofyan-Tan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/news/29812/jayanti-saya-bukti-nyata-perjuangan-sofyan-tan/</link>
            <author><![CDATA[harizal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pulih dari Kista tanpa Operasi, Tengku Dewi: Hormonnya Ngacak</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 21:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pulih dari Kista tanpa Operasi, Tengku Dewi: Hormonnya Ngacak]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id  Tengku Dewi ternyata sempat divonis mengidap kista oleh dokter. Penyakit itu akibat ketidakseimbangan hormon pada diri sang aktris.Melansir berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), Tengku Dewi pun sempat memberitahukan khalayak soal ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Tengku-Dewi/" target="_blank">Tengku Dewi</a> ternyata sempat divonis mengidap <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kista/" target="_blank">kista</a> oleh dokter. Penyakit itu akibat ketidakseimbangan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/hormon/" target="_blank">hormon</a> pada diri sang aktris.<p>Melansir berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Tengku-Dewi/" target="_blank">Tengku Dewi</a> pun sempat memberitahukan khalayak soal penyakitnya itu melalui media sosial.</p>
<p>"Beberapa bulan ke belakang tuh aku sempat didiagnosis sama <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/dokter/" target="_blank">dokter</a> tuh kena kista," katanya.</p>
<p>"Tapi akhirnya udah hilang kistanya," tambah Tengku Dewi.</p>
<p>Awal mula kecurigaan muncul ketika siklus menstruasinya mengalami gangguan.</p>
<p>Setelah sempat tidak mengalami menstruasi, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Tengku-Dewi/" target="_blank">Tengku Dewi</a> justru mendapati pendarahan haid yang berlangsung tidak wajar hingga lebih dari dua pekan.</p>
<p>"Akhirnya aku cek ke dokter," jelas Tengku Dewi.</p>
<p>Pemeriksaan tersebut sempat memberikan hasil yang membuatnya terkejut.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Tengku-Dewi/" target="_blank">Tengku Dewi</a> mengaku sangat syok, lantaran baru pertama kali dalam hidupnya menerima vonis <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kista/" target="_blank">kista</a> dari dokter.</p>
<p>"Ternyata memang dari segi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/hormon/" target="_blank">hormon</a> perempuan itu berubah-berubah gitu lo. Dia bilang, &#039;Ini ada kistanya nih.&#039; Wah, itu aku syok banget," bebernya.</p>
<p>Setelah mendapati kondisi tersebut, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Tengku-Dewi/" target="_blank">Tengku Dewi</a> menyadari faktor kelelahan dan beban pikiran akibat rutinitas pekerjaan turut mengacaukan stabilitas <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/hormon/" target="_blank">hormon</a> tubuh.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Tengku-Dewi/" target="_blank">Tengku Dewi</a> pun langsung bergegas membenahi pola hidup secara disiplin.</p>
<p>"Di saat kita capek, stres, namanya ibu kerja dan lain-lain mungkin ada stres-stresnya juga ya. Itu ngaruh banget ke <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/hormon/" target="_blank">hormon</a> dan jadi hormonnya ngacak, jadinya tuh ke penyakit," terang Tengku Dewi.</p>
<p>Yang jelas, hilangnya <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kista/" target="_blank">kista</a> tersebut, seiring stabilnya kondisi hormon. Hingga, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Tengku-Dewi/" target="_blank">Tengku Dewi</a> semakin sadar akan pentingnya menjaga tubuh.</p>
<p>Itulah sebab, pengalaman tersebut, kini mendorongnya untuk lebih rutin melakukan deteksi dini demi mencegah risiko penyakit berbahaya lainnya.</p>
<p>"Perempuan itu benar-benar harus rajin-rajin dicek dan kita harus rajin-rajin aware," pungkas Tengku Dewi.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_3117_Pulih-dari-Kista-tanpa-Operasi--Tengku-Dewi--Hormonnya-Ngacak.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/selebriti/29811/pulih-dari-kista-tanpa-operasi-tengku-dewi-hormonnya-ngacak/</link>
            <author><![CDATA[fitri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jalani Adegan Intim di Serial Sleeping with the Enemy, Cinta Laura: Kayak Robot</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 21:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jalani Adegan Intim di Serial Sleeping with the Enemy, Cinta Laura: Kayak Robot]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id  Artis Cinta Laura terlibat dalam serial Sleeping with the Enemy. Dan, cewek blasteran IndonesiaJerman itu harus melakoni adegan intim.Melansir berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), Cinta Laura pun mengaku bersyukur karena, dua la]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - Artis <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Cinta-Laura/" target="_blank">Cinta Laura</a> terlibat dalam serial Sleeping with the Enemy. Dan, cewek blasteran Indonesia-Jerman itu harus melakoni <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/adegan/" target="_blank">adegan</a> intim.<p>Melansir berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Cinta-Laura/" target="_blank">Cinta Laura</a> pun mengaku bersyukur karena, dua lawan main yang menjadi lawan perannya, Anthony Xie dan Randy Martin, sangat profesional.</p>
<p>"Ini pertama kali aku punya intimate scene seperti ini dalam sebuah karya seni akting. Dan aku beruntung, mereka cowok-cowok green flag," kata Cinta Laura.</p>
<p>Yang jelas, proses pengambilan gambar untuk <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/adegan/" target="_blank">adegan</a> dewasa tersebut, turut didampingi oleh aktris Putri Ayudya yang bertindak sebagai intimacy coordinator.</p>
<p>Kehadiran koordinator <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/intim/" target="_blank">intim</a> di lokasi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/syuting/" target="_blank">syuting</a> diakui <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Cinta-Laura/" target="_blank">Cinta Laura</a> memberikan rasa tenang dan aman.</p>
<p>"Jadi aku merasa sangat nyaman ada seorang perempuan yang hadir di scene saat aku melakukan scene tersebut," tuturnya.</p>
<p>Di balik visual <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/adegan/" target="_blank">adegan</a> yang kerap dinilai sensual oleh penonton layar kaca, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Cinta-Laura/" target="_blank">Cinta Laura</a> mengungkapkan, fakta di lokasi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/syuting/" target="_blank">syuting</a> justru jauh dari kesan alami maupun intim.</p>
<p>"Karena ini pertama kali, aku tuh baru nyadar kalau kita nonton film atau series kan kita mikir, &#039;Wah, the scene is so hot, seksi banget, oh my god, bikin gregetan!&#039; Ternyata tuh aduh, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/syuting/" target="_blank">syuting</a> scene intimate itu kayak robot," bebernya.</p>
<p>"Misalnya baru ciuman sekali langsung cut, terus kameranya dipindahin biar seakan-akan ngalir misalnya dari kepala sampai perut, padahal enggak, di-cut-cut gitu," tambah Cinta Laura.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Cinta-Laura/" target="_blank">Cinta Laura</a> juga menegaskan, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/adegan/" target="_blank">adegan</a> dewasa dalam serial <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sleeping-with-the-Enemy/" target="_blank">Sleeping with the Enemy</a> bukan sekadar dihadirkan untuk memancing sensasi penonton, melainkan memiliki fungsi krusial dalam memperkuat jalannya narasi cerita.</p>
<p>"Di series ini menurut aku scene intimate-nya memang ada untuk mendukung ceritanya, bukan hanya sekadar untuk bikin penonton ngerasa ada wow factor, enggak sama sekali," tegasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, serial <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Sleeping-with-the-Enemy/" target="_blank">Sleeping with the Enemy</a> dijadwalkan tayang perdana mulai 13 November 2026 di platform streaming WeTV.</p>
<p>Selain <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Cinta-Laura/" target="_blank">Cinta Laura</a> Kiehl, serial ini turut dibintangi oleh Randy Martin, Anthony Xie, Ersya Aurelia, Mike Ethan, dan Aruma Khadijah.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_7839_Jalani-Adegan-Intim-di-Serial-Sleeping-with-the-Enemy--Cinta-Laura--Kayak-Robot.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/selebriti/29810/jalani-adegan-intim-di-serial-sleeping-with-the-enemy-cinta-laura-kayak-robot/</link>
            <author><![CDATA[fitri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jadi Pemain Film Filosofi Teras, Zee Asadel Baru Tahu Ceritanya Berasal dari Buku</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 21:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jadi Pemain Film Filosofi Teras, Zee Asadel Baru Tahu Ceritanya Berasal dari Buku]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id  Artis cantik Zee Asadel terlibat dan film Filosofi Teras produksi MD Pictures. Lucunya, dia malah baru tahu kalau itu adalah alih wahana dari buku best seller.Melansir berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), ini bermula ketika Zee A]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - Artis cantik <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Zee/" target="_blank">Zee</a> Asadel terlibat dan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Filosofi-Teras/" target="_blank">Filosofi Teras</a> produksi MD Pictures. Lucunya, dia malah baru tahu kalau itu adalah alih wahana dari <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/buku/" target="_blank">buku</a> best seller.<p>Melansir berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), ini bermula ketika <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Zee/" target="_blank">Zee</a> Asadel awalnya hanya menerima tawaran dalam bentuk skenario.</p>
<p>Mantan member JKT48 ini baru merasa tertekan setelah tahu <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> ini diadaptasi dari <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/buku/" target="_blank">buku</a> karya Henry Manampiring yang sangat laris.</p>
<p>"Wah, aku pressure justru setelah tahu kalau ini buku. Karena awalnya justru aku enggak tahu kalau ini berasal dari <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/buku/" target="_blank">buku</a> yang udah mega-bestseller sekali," jelas Zee.</p>
<p>Dalam <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> itu, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Zee/" target="_blank">Zee</a> memerankan Runi, adik bungsu Nea, dan filmnya siap tayang mulai 24 Desember 2026.</p>
<p>Sebagai informasi, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/film/" target="_blank">film</a> ini bercerita tentang Nea (Sherina Munaf) seorang anak tengah yang menanggung ekonomi keluarga sejak ayahnya meninggal.</p>
<p>Mimpinya runtuh saat sepupunya menagih rumah keluarga yang dijadikan jaminan sang ayah.</p>
<p>Terimpit utang warisan ratusan juta, dipandang sinis oleh kakaknya, Abi (Rangga Nattra), dan harus membiayai kuliah adiknya, Runi (Zee), Nea berada di ambang batas kewarasannya.</p>
<p>Di poster, Nea tampak menggenggam cangkir bertuliskan "amor fati", ungkapan filosofis yang berarti mencintai takdir.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Zee/" target="_blank">Zee</a> pun ditanya bagaimana ia memaknai nilai tersebut dalam kehidupannya sendiri.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Zee/" target="_blank">Zee</a> mengaku selalu bersyukur ketika rencana hidupnya tidak berjalan sesuai keinginan. Baginya, kapasitas manusia untuk membuat rencana ada batasnya.</p>
<p>"Kalau di kehidupan aku sendiri, aku merasa rencana Tuhan itu selalu yang terbaik," ungkap Zee.</p>
<p><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Zee/" target="_blank">Zee</a> pun menegaskan nilai itu sudah ia pegang sebelum terlibat di proyek ini. Pemahaman tersebut tumbuh dari masa-masa sulit yang pernah ia lewati.</p>
<p>"Di situ aku mungkin lebih kayak banyak sekali belajar untuk mencintai diri sendiri dan mengerti diri sendiri lebih dari yang lain," pungkas Zee.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_6866_Jadi-Pemain-Film-Filosofi-Teras--Zee-Asadel-Baru-Tahu-Ceritanya-Berasal-dari-Buku.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/selebriti/29809/jadi-pemain-film-filosofi-teras-zee-asadel-baru-tahu-ceritanya-berasal-dari-buku/</link>
            <author><![CDATA[fitri]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sengketa 47.000 Hektare Eks Torganda, Abdul Aziz Desak Eksekusi Dua Putusan MA</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 19:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sengketa 47.000 Hektare Eks Torganda, Abdul Aziz Desak Eksekusi Dua Putusan MA]]></title>
            <description><![CDATA[Abdul Aziz mendesak eksekusi dua putusan MA terkait sengketa 47.000 hektare lahan eks Torganda di Paluta dan Palas yang kini dikelola Agrinas.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -<b>MEDAN</b> : Sengketa penguasaan dan pengelolaan sekitar 47.000 hektare perkebunan kelapa sawit eks <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-Torganda/" target="_blank">PT Torganda</a> di Kabupaten <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Padang-Lawas/" target="_blank">Padang Lawas</a> Utara (Paluta) dan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Padang-Lawas/" target="_blank">Padang Lawas</a> (Palas), Sumatera Utara, kembali mencuat. Masyarakat yang tergabung dalam <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Koperasi-Bukit-Harapan/" target="_blank">Koperasi Bukit Harapan</a> dan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Koperasi-Parsub/" target="_blank">Koperasi Parsub</a> mendesak pelaksanaan dua putusan Mahkamah Agung (MA) yang mereka nilai menjadi dasar penting dalam memperjuangkan hak atas lahan tersebut.</p>
<p><p class="isSelectedEnd">Desakan itu disampaikan juru bicara masyarakat kedua koperasi, Abdul Aziz, dalam konferensi pers di Grand Inn Hotel, Jalan Balai Kota, Medan, Selasa (27/10/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Abdul Aziz, yang juga pendiri Jaringan Rakyat Antar Kampung (JARAKA) sekaligus Wakil Ketua Umum Sawitku Masa Depanku (SAMADE), menegaskan bahwa pemerintah harus terlebih dahulu memastikan status hukum dan hak masyarakat sebelum membahas pengelolaan perkebunan maupun skema kebun plasma.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Aziz, masyarakat memiliki dasar hukum yang perlu ditelaah secara menyeluruh, yakni <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Putusan-Mahkamah-Agung/" target="_blank">Putusan Mahkamah Agung</a> Nomor 885 K/Pdt/2018 dan Nomor 2904 K/Pdt/2018.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia menyebut kedua putusan tersebut berkaitan dengan gugatan perdata yang diajukan koperasi terhadap pihak kehutanan pada 2015 dan, menurut penafsirannya, menguatkan klaim masyarakat atas areal perkebunan yang disengketakan.</p>
<p class="isSelectedEnd">&quot;Pengadilan menyatakan bahwa areal 47.000 hektare itu bukan kawasan hutan,&quot; kata Aziz.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, menurutnya, kedua putusan tersebut hingga kini belum dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Karena itu, pihaknya berencana mengajukan permohonan eksekusi melalui Pengadilan Negeri Padangsidimpuan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Aziz merinci, sekitar 23.000 hektare lahan berkaitan dengan Koperasi Bukit Harapan, sedangkan sekitar 24.000 hektare lainnya diklaim memiliki hubungan dengan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Koperasi-Parsub/" target="_blank">Koperasi Parsub</a> atau Persadaan Simangambat Ujung Batu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia juga mempertanyakan dasar penetapan seluruh areal tersebut sebagai bagian dari kawasan hutan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Register-40/" target="_blank">Register 40</a> yang dikaitkan dengan Government Besluit Nomor 50 Tahun 1924 dan perkara pidana yang pernah menjerat DL Sitorus.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Aziz, status kawasan hutan, riwayat penguasaan tanah, serta kedudukan putusan perdata dan pidana harus diperiksa secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan hukum baru.</p>
<p class="isSelectedEnd">Persoalan semakin berkembang setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), menurut Aziz, memasuki areal perkebunan tersebut pada Mei 2025 dan melakukan penyitaan terhadap kebun serta pabrik kelapa sawit.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia menyebut tindakan penertiban itu dikaitkan dengan putusan perkara pidana tahun 2006 yang pernah menyebabkan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/DL-Sitorus/" target="_blank">DL Sitorus</a> menjalani hukuman penjara.</p>
<p class="isSelectedEnd">Aziz meminta agar dasar penertiban tersebut ditelaah bersamaan dengan dua putusan perdata Mahkamah Agung, dokumen pertanahan, serta sejarah hubungan masyarakat dengan PT Torganda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Setelah penertiban, lanjut Aziz, pengelolaan perkebunan diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara. Perusahaan tersebut kemudian menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Koperasi-Barumun-Agro-Nusantara/" target="_blank">Koperasi Barumun Agro Nusantara</a> (BAN).</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia menilai mekanisme perekrutan anggota koperasi dalam pola pengelolaan baru menimbulkan persoalan karena tidak seluruh anggota yang terlibat berasal dari kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki hubungan dengan perkebunan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Aziz juga menyoroti perubahan pendapatan masyarakat setelah pengelolaan kebun beralih.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan data dan keterangan yang diperolehnya, anggota masyarakat yang bergabung dengan BAN disebut menerima sekitar Rp270.000 hingga Rp340.000 setiap tiga bulan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah tersebut, menurut Aziz, jauh lebih rendah dibandingkan pendapatan ketika masyarakat bermitra dengan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-Torganda/" target="_blank">PT Torganda</a> yang disebut mencapai Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Meski demikian, angka pendapatan tersebut merupakan keterangan yang disampaikan Aziz dan belum disertai verifikasi independen mengenai mekanisme maupun periode pembayarannya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain mempersoalkan pengelolaan perkebunan, Aziz mengungkapkan bahwa sebagian areal yang disengketakan berkaitan dengan tanah ulayat Luat Simangambat, Luat Ujung Batu, dan Luat Huristak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia menjelaskan, dalam rentang 1990 hingga 2000, tanah-tanah tersebut diperjanjikan dengan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-Torganda/" target="_blank">PT Torganda</a> melalui pola pembagian 60 persen untuk pihak bapak angkat dan 40 persen untuk masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, sebagian bidang tanah memiliki surat keterangan tanah (SKT) yang ditandatangani hingga tingkat kecamatan, sementara sebagian lainnya telah dilengkapi sertifikat hak milik (SHM).</p>
<p class="isSelectedEnd">Aziz mengklaim terdapat sekitar 9.500 hektare lahan masyarakat yang didukung dokumen SHM, termasuk SHM Nomor 1457 atas nama Amiruddin.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia meminta pemerintah dan pihak terkait meneliti keabsahan, lokasi, serta hubungan dokumen-dokumen tersebut dengan areal yang kini dikelola Agrinas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Aziz juga mempertanyakan bukti proses pengukuhan kawasan hutan yang menjadi dasar penertiban terhadap lahan tersebut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Terkait wacana pemberian kebun plasma, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak sedang meminta pembagian tanah baru, melainkan memperjuangkan hak atas lahan yang mereka klaim telah diperjanjikan kepada PT Torganda.</p>
<p class="isSelectedEnd">&quot;Ini bukan soal akan diberikan plasma atau tidak plasma. Kasus Torganda ini tidak sama dengan kasus yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat di tempat lain,&quot; ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Aziz, pembahasan mengenai kerja sama pengelolaan maupun fasilitas plasma seharusnya dilakukan setelah persoalan status tanah dan hak masyarakat memperoleh kejelasan hukum.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia kemudian menyinggung rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor Bupati <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Padang-Lawas/" target="_blank">Padang Lawas</a> Utara pada Selasa (27/10/2026), yang turut membahas pengelolaan perkebunan eks PT Torganda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam pertemuan tersebut, menurut Aziz, pihak Agrinas menyampaikan bahwa perusahaan mengelola lahan sebagai aset titipan negara.</p>
<p class="isSelectedEnd">Atas dasar itu, ia meminta perusahaan menempatkan diri sebagai pengelola dan tidak bertindak seolah-olah memiliki hak kepemilikan atas tanah yang masih disengketakan.</p>
<p class="isSelectedEnd">&quot;Dan bilang memang Agrinas benar memikirkan rakyat seperti yang disampaikan dalam RDP di Kantor Bupati Paluta pada 27 Oktober 2026, mestinya Agrinas memprioritaskan penyelesaian persoalan, bukan malah panen sawit melulu yang jelas-jelas bukan dia yang menanam,&quot; tegas Abdul Aziz.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sebelumnya, sebagaimana diberitakan sejumlah media daring, <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-Agrinas-Palma-Nusantara/" target="_blank">PT Agrinas Palma Nusantara</a> menyatakan bahwa pengelolaan perkebunan eks <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-Torganda/" target="_blank">PT Torganda</a> dan PT Wonorejo di Kecamatan Simangambat dilakukan dalam kapasitas sebagai pengelola aset titipan negara, bukan sebagai pemilik lahan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penjelasan tersebut disampaikan Mayjen TNI (Purn.) <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Hadi-Basuki/" target="_blank">Hadi Basuki</a> dalam audiensi bersama Bupati <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Padang-Lawas/" target="_blank">Padang Lawas</a> Utara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan kelompok tani di Kantor Bupati <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Padang-Lawas/" target="_blank">Padang Lawas</a> Utara, Selasa (27/10/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Di tengah perbedaan pandangan tersebut, Aziz meminta <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Komisi-III-DPR-RI/" target="_blank">Komisi III DPR RI</a> ikut membahas persoalan hukum yang melingkupi perkebunan eks Torganda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia juga berharap Gubernur Sumatera Utara, Bupati Padang Lawas, dan Bupati <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Padang-Lawas/" target="_blank">Padang Lawas</a> Utara menugaskan bagian hukum masing-masing untuk menelaah dokumen pertanahan, putusan pengadilan, serta dasar pengelolaan perkebunan bersama pihak terkait.</p>
<p class="isSelectedEnd">Aziz turut mempertanyakan prioritas penertiban kawasan hutan dengan merujuk data Kementerian Kehutanan tahun 2021 yang, menurut keterangannya, mencatat sekitar 14 juta hektare kawasan hutan terlantar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain itu, ia menyinggung pembahasan di Komisi VI DPR RI pada Juli 2026 yang disebutnya turut mempertanyakan aspek legalitas Agrinas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Aziz, berbagai persoalan tersebut perlu dibuka melalui pemeriksaan dokumen, dialog antarpihak, dan mekanisme hukum agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai hak yang mereka perjuangkan.</p>
<p class="isSelectedEnd">&quot;Lagi-lagi saya katakan, mereka bukan mau mengemis, tapi mereka mengambil haknya untuk kemudian melanjutkan hidup dan kehidupannya secara mandiri,&quot; kata Aziz.</p>
<p class="isSelectedEnd">Terpisah, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-Agrinas-Palma-Nusantara/" target="_blank">PT Agrinas Palma Nusantara</a> (Persero), M. Gatut Mukti, saat dimintai tanggapan pada Jumat (30/10/2026), menyatakan belum dapat memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.</p>
<p>&quot;Saya tidak berkapasitas menjawab ini, saya izin koordinasi terlebih dulu,&quot; ujar Gatut.</p>
</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_2952_Sengketa-47-000-Hektare-Eks-Torganda--Abdul-Aziz-Desak-Eksekusi-Dua-Putusan-MA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/hukum-dan-kriminal/29808/sengketa-47000-hektare-eks-torganda-abdul-aziz-desak-eksekusi-dua-putusan-ma/</link>
            <author><![CDATA[harizal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bareskrim Polri Sita 4 Merek Beras Fortifikasi di Medan, Kandungan Diduga Tak Sesuai Label</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 19:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bareskrim Polri Sita 4 Merek Beras Fortifikasi di Medan, Kandungan Diduga Tak Sesuai Label]]></title>
            <description><![CDATA[Bareskrim Polri dan Polda Sumut menyita empat merek beras fortifikasi produksi PT UDS karena diduga tidak sesuai klaim label. Sebanyak 12 saksi diperiksa.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> - <b>MEDAN</b> : Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Bareskrim-Polri/" target="_blank">Bareskrim Polri</a> bersama Polda Sumatera Utara menyita empat merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi klaim kandungan sebagaimana tercantum pada label dan kemasannya. Beras tersebut diketahui diproduksi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-UDS/" target="_blank">PT UDS</a> di kawasan Jalan Letda Sujono, Tembung, Medan.</p>

<p class="isSelectedEnd">Keempat merek yang menjadi objek penyidikan adalah Penari Bangkok, Golden Number 111 Biru, Golden Number 111 Merah, dan Ikan Cupang. Produk-produk tersebut sebelumnya telah dipasarkan di wilayah Sumatera Utara dan Pulau Jawa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Bareskrim-Polri/" target="_blank">Bareskrim Polri</a><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kombes-Pol-Suhasto/" target="_blank">Kombes Pol Suhasto</a> mengatakan, dugaan pelanggaran terungkap setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara sampel beras fortifikasi dan informasi yang tercantum pada kemasan.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Berdasarkan uji laboratorium sampel beras fortifikasi ternyata ada ketidaksesuaian dengan kemasan dan label yang diproduksi," kata Suhasto, Jumat (30/10/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">IHal itu disampaikannya didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Polda-Sumut/" target="_blank">Polda Sumut</a><a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Kombes-Pol-Irfan-Rifai/" target="_blank">Kombes Pol Irfan Rifai</a> dan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Polda-Sumut/" target="_blank">Polda Sumut</a> Kombes Pol Ferry Walintukan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Suhasto menjelaskan, beras fortifikasi merupakan produk beras yang diperkaya dengan zat gizi tertentu, termasuk vitamin, melalui proses pengolahan untuk meningkatkan kandungan nutrisinya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, kesesuaian antara kandungan produk dan informasi pada label menjadi aspek penting dalam menjamin hak konsumen memperoleh informasi yang benar mengenai pangan yang dibeli.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Suhasto, pengungkapan perkara tersebut bermula dari temuan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI terkait dugaan ketidaksesuaian produk beras fortifikasi dengan klaim pada kemasan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Temuan itu kemudian dilaporkan kepada <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Bareskrim-Polri/" target="_blank">Bareskrim Polri</a> untuk ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Terbongkarnya kasus ini setelah <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Bappenas-RI/" target="_blank">Bappenas RI</a> menemukan adanya beras fortifikasi yang tidak sesuai kemasan dan label, kemudian melaporkannya ke Bareskrim Polri," jelasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dari hasil penelusuran penyidik, keempat merek beras tersebut diketahui diproduksi di pabrik pengolahan beras fortifikasi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/PT-UDS/" target="_blank">PT Usdama Damai S</a>ejahtera yang berlokasi di Jalan Letda Sujono, Tembung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Suhasto menyebut kegiatan produksi berlangsung sejak Maret 2026, dengan wilayah pemasaran mencakup Provinsi Sumatera Utara dan sejumlah daerah di Pulau Jawa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah meminta keterangan 12 saksi. Proses penyidikan dan gelar perkara masih berlangsung di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Bareskrim-Polri/" target="_blank">Bareskrim Polri</a> untuk mendalami dugaan pelanggaran serta pihak yang bertanggung jawab.</p>
<p class="isSelectedEnd">Polisi juga telah menyita ribuan karung beras fortifikasi dari empat merek tersebut sebagai barang bukti.</p>
<p class="isSelectedEnd">Barang bukti yang diamankan meliputi 347 karung beras <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Golden-Number-111-Merah/" target="_blank">Golden Number 111 Merah</a> kemasan 5 kilogram, 661 karung <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Golden-Number-111-Biru/" target="_blank">Golden Number 111 Biru</a> kemasan 5 kilogram, 435 karung <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Penari-Bangkok/" target="_blank">Penari Bangkok</a> kemasan 5 kilogram, dan 793 karung <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/Ikan-Cupang/" target="_blank">Ikan Cupang</a> kemasan 10 kilogram.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain beras siap edar, petugas turut menyita 144 karung kernel beras fortifikasi yang disebut mengandung vitamin B6 serta 144 karung kernel beras fortifikasi vitamin B9.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, total barang bukti beras siap edar yang disebutkan dalam penyitaan mencapai 2.236 karung dari empat merek, belum termasuk 288 karung bahan fortifikasi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Suhasto menegaskan, penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum di sektor perdagangan pangan sekaligus perlindungan konsumen dari produk yang diduga tidak sesuai dengan informasi pada kemasannya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, penyidik masih mendalami hasil pemeriksaan laboratorium, proses produksi, serta distribusi produk untuk memastikan bentuk pelanggaran yang terjadi.</p>
<p>Hingga Jumat (30/10/2026), perkara tersebut masih dalam pengembangan dan kepolisian belum mengumumkan penetapan tersangka dalam keterangan yang disampaikan.</p>

]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_7983_Bareskrim-Polri-Sita-4-Merek-Beras-Fortifikasi-di-Medan--Kandungan-Diduga-Tak-Sesuai-Label.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/hukum-dan-kriminal/29807/bareskrim-polri-sita-4-merek-beras-fortifikasi-di-medan-kandungan-diduga-tak-sesuai-label/</link>
            <author><![CDATA[harizal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ricuh Eksekusi Lahan, Diduga Ada Permainan Mafia Tanah di Deliserdang</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 19:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ricuh Eksekusi Lahan, Diduga Ada Permainan Mafia Tanah di Deliserdang]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id Ricuh tolakeksekusi lahan seluas 32 Hektar di Deliserdang, warga dan Polisi terlibatsaling serang terjadi, mengakibatkan warga dan Polisi yang melakukan pengamananterluka dalam eksekusi lahan diduga ada peran mafia tanah.Keri]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -Ricuh tolak<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/eksekusi-lahan/" target="_blank">eksekusi lahan</a> seluas 32 Hektar di Deliserdang, warga dan Polisi terlibatsaling serang terjadi, mengakibatkan warga dan Polisi yang melakukan pengamananterluka dalam <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/eksekusi-lahan/" target="_blank">eksekusi lahan</a> diduga ada peran mafia tanah.</p>
<p class="MsoNormal">Kericuhanantara warga dan Petugas kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan yangmelakukan pengamanan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/eksekusi-lahan/" target="_blank">eksekusi lahan</a> seluas 32 hektare berada di kawasan pasarIV Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdamg, Sumatera Utara,Kamis (29/10/2026).<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Warga yangmelakukan pelemparan terhadap barisan petugas kepolisian yang melepaskantembakan gas air mata, untuk membubarkan aksi massa yang terus mempertahankantanah dan rumah yang telah mereka tempati selama puluhan tahun.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">AkibatPengadilan Negeri Lubukpakam yang akan membacakan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/eksekusi-lahan/" target="_blank">eksekusi lahan</a> eks PTPN IIdiduga ada permainan mafia tanah, warga dan petugas kepolisian pun terluka.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">KapolresPelabuhan Belawan, Akbp Aditya Sembiring, mengatakan pembacaan eksekusi lahanbelum dapat terlaksana karena situasi tidak kondusif, polisi juga menghimbaumasyarakat untuk tetap tenang dan menempuh jalur hukum yang berlaku.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Setelahmengetahui pembacaan eksekusi dibatalkan, warga akhirnya membubarkan diri danterus mempertahankan tempat tinggal dan akan melawan terhadap <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/mafia-tanah/" target="_blank">mafia tanah</a> yanghampir menguasai lahan eks PTPN di Deliserdang untuk dijadiakan perumahanmewah.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_7987_Ricuh-Eksekusi-Lahan--Diduga-Ada-Permainan-Mafia-Tanah-di-Deliserdang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/news/29806/ricuh-eksekusi-lahan-diduga-ada-permainan-mafia-tanah-di-deliserdang/</link>
            <author><![CDATA[iqbal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Warkop NHH Viral, Jadi Tempat Anak Muda Bersantai di Kota Padangsidimpuan</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 18:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Warkop NHH Viral, Jadi Tempat Anak Muda Bersantai di Kota Padangsidimpuan]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id Warung kopi nemenin hari harimu (NHH) belakanganramai menjadi perbincangan hingga viral di kalangan muda mudi kota Salak,Padangsidimpuan, Kamis (29/10/2026).Berlokasi di tepi jalan besar, Jalan TapianNauli, Kelurahan Ujungpad]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -Warung kopi nemenin hari harimu (NHH) belakanganramai menjadi perbincangan hingga viral di kalangan muda mudi kota Salak,Padangsidimpuan, Kamis (29/10/2026).</p>
<p class="MsoNormal">Berlokasi di tepi jalan besar, Jalan TapianNauli, Kelurahan Ujungpadang, Kecamatan Padanggsidimpuan Selatan. Tempat yangstrategis dan memiliki parkir luas, sembari menikmati udara sejuk danmendengarkan alunan aliran Sungai Batang Ayumi.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sajian menu juga sangat lengkap, dengan hargayang sangat menghemat dompet terutama bagi pengunjung keluarga.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Seorang pengunjung Bernama Riski menyebutkanbahwa ia menyarankan anak muda untuk bisa datang, karena selain menu sajian,tempatnya juga bersih. Serta yang terpenting juga, harganya sesuai dengan remajausia sekolah.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Menu andalan saya di sini bang kopi susugula aren, harganya cuma Rp15 000. Jika saya bawa teman kemari masih ada sisauang saya, lumayan murah lah bang,&quot; ujarnya.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sementara manager warkop NHH Irwan batubaramenyebutkan beberapa menu yang mereka sediakan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Kita menyajikan beberapa menu andalanbang, seperti sarapan pagi, hingga ayam d&#039;gun (ayam yang di masak didalamkelapa), ayam jingkrak, nasi goreng spesial, tidak hanya itu kita jugamenyajikan minuman kopi seperti kopi susu gula aren, sanger kopi, tst dan kitajuga punya minuman sehat seperti teh sereh dan minuman jahe, dengan harga yangberbeda bed,&quot; ungkapnya.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Irwan juga mengakui para pengunjung mulai ramesejak sore hari hingga malam, dan pihak nya merencanakan buka jam 4 sore hinggatutup jam 1 malam.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Karena pengunjungnya banyak Gen Z kitaberencana mengubah pola tutup buka warkop, yang awalnya buka sejak pagi hinggajam 12 malam rencananya akan di ubah menjadi buka jam 4 dan tutup jam 1 dinihari,&quot; tambahnya.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_9004_Warkop-NHH-Viral--Jadi-Tempat-Anak-Muda-Bersantai-di-Kota-Padangsidimpuan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/news/29803/warkop-nhh-viral-jadi-tempat-anak-muda-bersantai-di-kota-padangsidimpuan/</link>
            <author><![CDATA[iqbal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penderita Struk Ringan Akui Kesembuhan Signifikan Setelah Jalani Perawatan di Rumah Sehat NHH Padangsidimpuan</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 18:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penderita Struk Ringan Akui Kesembuhan Signifikan Setelah Jalani Perawatan di Rumah Sehat NHH Padangsidimpuan]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id Seorang anak perempuan warga Desa Tinjoman,Kecamatan Hutaimbaru mengungkapkan perubahan kesehatan yang ibunya rasakansetelah berobat di rumah sehat Nuraini Healty Home (NHH) tepatnya di GgBengkel, Kelurahan Aektampang, Kecamata]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -Seorang anak perempuan warga Desa Tinjoman,Kecamatan Hutaimbaru mengungkapkan perubahan kesehatan yang ibunya rasakansetelah berobat di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/rumah-sehat/" target="_blank">rumah sehat</a> Nuraini Healty Home (NHH) tepatnya di GgBengkel, Kelurahan Aektampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, KotaPadangsidimpuan, Kamis (29/10/2026).</p>
<p class="MsoNormal">Sanga ibu yang bernama Erni Florida diceritakansang anak awalnya sang ibu merasakan berat pada bahu sebelah kanan bisa dikatakan mati total hingga kaki, namun setelah berobat pertama di NHH kaki kananSanga ibu mulai bisa di gerakkan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Pertama kami datang mama masih di tandudengan mobil pickup, setelah berobat kedua mama sudah bisa pakai kursi roda,kemudian berobat yang ketiga mama sudah bisa di papah pelan pelan, hinggaberobat yang ke delapan mama sudah bisa berjalan tanpa di papah lagi,&quot; ujar sanganak terharu.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Kemudian lanjutnya, mereka memilih treatmentakupresur di <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/rumah-sehat/" target="_blank">rumah sehat</a> NHH ini setelah berdialog atau konsultasi dengantenaga ahlinya.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Kami sangat terharu dan bersyukur kepadaAllah SWT karena ibu kami yang dulunya terkena stroke ringan kini mulai membaiksetelah berikhtiar berobat ke Nuraini, healty home ini,&quot; ungkapnya.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sementara Novijar yang sering disapa dengannama panggilan Mas Opik selaku tenaga ahli menyatakan akan terus berkomitmenmendukung masyarakat dalam upaya pemulihan kesehatan melalui layanan treatmentyang tersedia.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Semoga ibu ini terus pulih sepenuhnya,kuat, dan dapat kembali beraktivitas normal. Kami mendoakan pula untuk seluruhmasyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan," kata Opik.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Senada dengan itu, Ardiansyah Nasution selaku pemilik<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/rumah-sehat/" target="_blank">rumah sehat</a> NHH mengutarakan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/rumah-sehat/" target="_blank">rumah sehat</a> di dirikan atas dedikasi kecintaannyaterhadap almarhumah ibundanya.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Nuraini itu adalah nama ibu saya, sayaingin kebaikan keberkahan atau kesembuhan yang masyarakat alami mengalirkanpahala buat ibunda kami tercinta,&quot; ungkapnya.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_2144_Penderita-Struk-Ringan-Akui-Kesembuhan-Signifikan-Setelah-Jalani-Perawatan-di-Rumah-Sehat-NHH-Padangsidimpuan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/kesehatan-dan-kecantikan/29802/penderita-struk-ringan-akui-kesembuhan-signifikan-setelah-jalani-perawatan-di-rumah-sehat-nhh-padangsidimpuan/</link>
            <author><![CDATA[iqbal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapal Nelayan Tradisional Ditabrak Kapal Nelayan Asing hingga Karam di Selat Malaka</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 16:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapal Nelayan Tradisional Ditabrak Kapal Nelayan Asing hingga Karam di Selat Malaka]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id Alami mati mesin di tengah laut, kapal nelayanasal Deli Serdang tertabrak dengan kapal nelayan berbendera Taiwan di perairanSelat Malaka. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seluruh nelayanberhasil diselamatkan oleh]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -Alami mati mesin di tengah laut, kapal nelayanasal Deli Serdang tertabrak dengan <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kapal-nelayan/" target="_blank">kapal nelayan</a> berbendera Taiwan di perairanSelat Malaka. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seluruh nelayanberhasil diselamatkan oleh <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kapal-nelayan/" target="_blank">kapal nelayan</a> asing tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Kejadian bermula saat tiga orang nelayan asalDesa Paluh Sibaji, Kabupaten Deli Serdang, hendak menangkap ikan mengalamikerusakan mesin diperbatasan perairan Indonesia-Malaysia, sebelum akhirnyaditabrak oleh kapal ikan tuna berbendera Taiwan, MV. Ching Kuo Yu Fa Hao,hingga tenggelam, Rabu malam (27/10/2026).<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Setelah tertabrak KM. El Rayyan karam, kapal<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/nelayan-asing/" target="_blank">nelayan asing</a> berbendera Taiwan langsung mengevakuasi terhadap tiga nelayantradisional dan berkordinasi dengan mengerahkan kapal KRI Torani 860.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Berkat koordinasi yang matang dan keterampilanprajurit di lapangan, ketiga orang nelayan tradisional yakni, berinisial RS(40) selaku nakhoda, serta RM (19) dan S (43) sebagai ABK, berhasil dipindahkanke atas geladak KRI Torani-860 dengan selamat.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Komandan Kri Torani 860, Mayor Laut (P) VickyPratama Sitepu, Kamis (28/10/2026), mengatakan setelah mendapat laporan melaluiradio, petugas menemukan titik lokasi dan melakukan penjemputan tiga nelayantradisional.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Meski tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ditengah laut, namun akibat kejadian tersebut nelayan mengalami kerugian mencapaipuluhan juta rupiah setelah kapal yang mereka tumpangi, untuk mencari ikankaram.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_6917_Kapal-Nelayan-Tradisional-Ditabrak-Kapal-Nelayan-Asing-hingga-Karam-di-Selat-Malaka.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/news/29799/kapal-nelayan-tradisional-ditabrak-kapal-nelayan-asing-hingga-karam-di-selat-malaka/</link>
            <author><![CDATA[iqbal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Warga Labusel Minta Pemerintah dan Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan Rusak Belasan Tahun</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 16:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Warga Labusel Minta Pemerintah dan Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan Rusak Belasan Tahun]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id Belasan tahunrusak, kondisi Jalan Poros Aek Batu&ndashBatuajo, Kabupaten Labuhanbatu Selatan,kian memprihatinkan.Saat hujan,jalan berlumpur dan licin hingga membahayakan pengendara. Sementara saatkemarau, debu menyelimuti j]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -Belasan tahunrusak, kondisi Jalan Poros Aek Batu&ndash;Batuajo, Kabupaten Labuhanbatu Selatan,kian memprihatinkan.</p>
<p class="MsoNormal">Saat hujan,jalan berlumpur dan licin hingga membahayakan pengendara. Sementara saatkemarau, debu menyelimuti jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Kondisi JalanPoros Aek Batu&ndash;Batuajo yang menghubungkan Desa Asamjawa, Kecamatan Torgamba,dengan Desa Pasirtuntung, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan,Sumatera Utara, terlihat sangat rusak parah.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Warga tampakkesulitan melintasi jalan yang rusak parah. Kondisi jalan berlumpur dan licinmembuat pengendara harus ekstra hati-hati. Bahkan, sejumlah pengendara terpaksamendorong sepeda motornya agar bisa melewati jalan tersebut.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Salah seorangwarga, Budhi, Jumat (30/10/2026), mengatakan jalan kabupaten sepanjang sekitar15 kilometer ini telah belasan tahun mengalami kerusakan. Lebih dari 10kilometer di antaranya dalam kondisi parah.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Saat hujan,jalan berubah menjadi lumpur dan licin. Sejumlah pengendara kesulitan melintas,bahkan ada yang terjatuh saat melewati jalan tersebut.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Diamenambahkan, kondisi ini sangat dikeluhkan warga karena jalan tersebut menjadiakses penting untuk aktivitas sehari-hari, termasuk bagi pelajar dan masyarakatyang mengangkut hasil produksi.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dirinya danwarga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untukmemperbaiki jalan tersebut. Mereka juga meminta sejumlah perusahaan yangkendaraannya kerap melintasi ruas jalan itu turut berkontribusi dalamperbaikan.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_5132_Warga-Labusel-Minta-Pemerintah-dan-Perusahaan-Ikut-Perbaiki-Jalan-Rusak-Belasan-Tahun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/news/29798/warga-labusel-minta-pemerintah-dan-perusahaan-ikut-perbaiki-jalan-rusak-belasan-tahun/</link>
            <author><![CDATA[iqbal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polisi Gerebek Lapak Pesta Sabu di Kebun Sawit Labusel</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 15:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polisi Gerebek Lapak Pesta Sabu di Kebun Sawit Labusel]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id Sejumlah priaberhamburan melarikan diri saat polisi menggerebek lapak pesta sabu di tengahperkebunan sawit di Labuhanbatu Selatan.Dalam OperasiSarang Narkoba (OSN) ini, polisi mengamankan seorang pria, menyita sabu seberat3,]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -Sejumlah priaberhamburan melarikan diri saat polisi menggerebek lapak <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/pesta-sabu/" target="_blank">pesta sabu</a> di tengah<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/perkebunan-sawit/" target="_blank">perkebunan sawit</a> di Labuhanbatu Selatan.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam OperasiSarang Narkoba (OSN) ini, polisi mengamankan seorang pria, menyita sabu seberat3,84 gram, hingga membakar lapak yang diduga menjadi lokasi pesta narkobatersebut.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Kedatanganpersonel Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan secara mendadakmembuat suasana di tengah perladangan sawit ini gempar.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sejumlah priayang berada di lokasi langsung berhamburan melarikan diri saat petugasmelakukan penggerebekan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Namun, dalamOperasi Sarang Narkoba atau OSN ini, polisi berhasil mengamankan seorang priayang diduga sebagai bandar narkoba, sekaligus penyedia lapak untuk aktivitaspesta narkoba.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Tak hanyamengamankan terduga pelaku dan barang bukti, polisi juga membakar lapak yangdiduga menjadi tempat pesta narkoba tersebut.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dari lokasipenggerebekan, petugas kemudian membawa pria yang diamankan ke MapolresLabuhanbatu Selatan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Di kantorpolisi, pria tersebut menjalani pemeriksaan dan interogasi oleh petugas untukmendalami dugaan keterlibatannya dalam aktivitas narkoba di lokasi tersebut.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Kasat NarkobaPolres Labuhanbatu Selatan, AKP Wilson Manahan Panjaitan, Kamis (29/10/2026),mengatakan aktivitas pesta narkoba di lokasi itu telah berlangsung selamabeberapa bulan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Warga yangresah kemudian melaporkan aktivitas tersebut kepada polisi. Dalam operasi ini,petugas menyita sabu seberat 3,84 gram, serta sejumlah alat isap.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Polisiberharap, pembakaran lapak ini dapat mencegah lokasi tersebut kembali digunakanuntuk aktivitas serupa.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_8201_Polisi-Gerebek-Lapak-Pesta-Sabu-di-Kebun-Sawit-Labusel.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/hukum-dan-kriminal/29797/polisi-gerebek-lapak-pesta-sabu-di-kebun-sawit-labusel/</link>
            <author><![CDATA[iqbal]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kandang Ayam di Deliserdang Disulap jadi Gudang Narkoba, Polisi Sita 18 Kilogram Ganja</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 15:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kandang Ayam di Deliserdang Disulap jadi Gudang Narkoba, Polisi Sita 18 Kilogram Ganja]]></title>
            <description><![CDATA[Kitakininews.co.id SatresnarkobaPolrestabes Medan menggerebek sebuah kandang ayam di kawasan Marindal,Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang dijadikan gudang penyimpanan ganja.Dalampenggerebekan ini, polisi menangkap dua pemuda dan menyita]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.kitakininews.co.id">Kitakininews.co.id</a></b> -SatresnarkobaPolrestabes Medan menggerebek sebuah <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kandang-ayam/" target="_blank">kandang ayam</a> di kawasan Marindal,Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang dijadikan gudang penyimpanan ganja.</p>
<p class="MsoNormal">Dalampenggerebekan ini, polisi menangkap dua pemuda dan menyita 18 kilogram ganjakering yang disembunyikan di dalam sebuah safety box, Rabu (28/10/2026).<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sebuah kandangayam di kawasan Marindal, yang menjadi tempat penyimpanan 18 kilogram ganjakering berhasil diungkap dari penangkapan seorang pemuda berinisial MF di areaparkir restoran cepat saji di Kota Medan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dari tangan MF,polisi menyita dua ons ganja kering yang rencananya akan diedarkan di KotaMedan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">KasatResnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Kamis (29/10/2026),mengungkapkan berdasarkan hasil pengembangan, petugas kemudian menangkapseorang terduga bandar berinisial DS. Dari penangkapan inilah, polisi menemukan<a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kandang-ayam/" target="_blank">kandang ayam</a> yang dijadikan gudang penyimpanan ganja.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sebanyak 18kilogram ganja kering ditemukan tersimpan di dalam sebuah safety box. Kepadapetugas, para pelaku mengaku ganja tersebut dipasok dari Aceh.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Rafli jugamenyatakan aktivitas peredaran ganja ini telah berlangsung selama tiga bulanterakhir. Lokasi <a href="https://www.kitakininews.co.id/tag/kandang-ayam/" target="_blank">kandang ayam</a> yang terpencil dan jauh dari permukiman wargadiduga sengaja dimanfaatkan para pelaku untuk menghindari pantauan polisi.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dalam kasusini, polisi masih memburu seorang terduga bos berinisial FS yang diduga menjadipengendali aktivitas kedua pelaku.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dua tersangkakini terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun atas dugaan tindak pidanaperedaran narkotika.</p>
]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202610/_9582_Kandang-Ayam-di-Deliserdang-Disulap-jadi-Gudang-Narkoba--Polisi-Sita-18-Kilogram-Ganja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.kitakininews.co.id/hukum-dan-kriminal/29796/kandang-ayam-di-deliserdang-disulap-jadi-gudang-narkoba-polisi-sita-18-kilogram-ganja/</link>
            <author><![CDATA[iqbal]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>