Selasa, 06 Oktober 2026

PGN Kolaborasi Kembangkan Biomethane Berbasis Limbah Sawit di Sumsel

Siti Amelia - Selasa, 06 Oktober 2026 19:15 WIB
PGN Kolaborasi Kembangkan Biomethane Berbasis Limbah Sawit di Sumsel
dokumentasi
ilustrasi

Kitakininews.co.id - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui integrasi pasokan biomethane ke dalam infrastruktur gas bumi eksisting.

Baca Juga:

Langkah strategis ini ditandai dengan partisipasi PGN dalam groundbreaking fasilitas produksi biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026).

Proyek hilirisasi energi yang digarap melalui kolaborasi antara Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) ini menargetkan kapasitas produksi sekitar 150.000 MMBTU per tahun.

Inisiatif ini sekaligus menjadi proyek perintis pemanfaatan biomethane berskala komersial di wilayah Sumatera yang kaya akan potensi limbah kelapa sawit.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa dalam kerja sama strategis ini PGN memegang peranan vital sebagai pembeli utama (offtaker) sekaligus pengelola transportasi gas.

"Kami mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Bagi PGN, ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional," ujar Fajriyah melalui siaran pers resmi, Selasa (6/10/2026).

Lebih lanjut, Fajriyah mengungkapkan bahwa pemanfaatan biomethane ini memiliki keunggulan kompetitif karena dapat langsung diintegrasikan dengan jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi yang sudah ada.

Dengan demikian, para pelanggan—termasuk industri otomotif seperti Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)—dapat beralih ke energi bersih ini melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.

Selain memperkuat ketahanan energi domestik, proyek pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent / POME) ini memberikan dampak ekologis yang signifikan.

Emisi gas metana yang sebelumnya terlepas bebas ke udara kini berhasil ditangkap dan dikonversi menjadi energi bersih bernilai ekonomis tinggi.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC), serta mewujudkan visi Net Zero Emission pada tahun 2060.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Manfaatkan Warisan Pandemi, PGN Alihfungsikan Tabung Oksigen untuk Pemuihan Pascabencana

Manfaatkan Warisan Pandemi, PGN Alihfungsikan Tabung Oksigen untuk Pemuihan Pascabencana

PGN Sabet Platinum Award InTechSEA 2026, Pacu 37 Inisiatif Dekarbonisasi Demi Transisi Energi Nasional

PGN Sabet Platinum Award InTechSEA 2026, Pacu 37 Inisiatif Dekarbonisasi Demi Transisi Energi Nasional

Leo/Daniel Juara! Indonesia Raih Emas Ketiga Asian Games 2026

Leo/Daniel Juara! Indonesia Raih Emas Ketiga Asian Games 2026

Brasil Bangkit, Australia Tumbang 2-4 dalam Duel Sengit

Brasil Bangkit, Australia Tumbang 2-4 dalam Duel Sengit

Indonesia Ukir Emas Pertama Asian Games 2026 Lewat Drama Sengit

Indonesia Ukir Emas Pertama Asian Games 2026 Lewat Drama Sengit

Mangapul: Keracunan MBG Berulang, Perlu Dievaluasi Total Jangan Sampai Anak Bangsa “Lelet” Berpikir

Mangapul: Keracunan MBG Berulang, Perlu Dievaluasi Total Jangan Sampai Anak Bangsa “Lelet” Berpikir

Komentar
Berita Terbaru