Sabtu, 10 Oktober 2026

Polres Tapanuli Tengah Amankan Bendahara Kampus Terkait Dugaan Penggelapan Dana Ratusan Juta

Efendi Jambak - Sabtu, 07 Februari 2026 12:02 WIB
Polres Tapanuli Tengah Amankan Bendahara Kampus Terkait Dugaan Penggelapan Dana Ratusan Juta
Teks foto : Pelaku diamankan di Mapolres Tapteng. (Dok Humas Polres Tapteng)

Kitakini.news -Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi mengamankan seorang pria berinisial GT (32), yang menjabat sebagai Bendahara di sebuah institusi pendidikan tinggi di Kecamatan Sarudik, Tapteng.

Baca Juga:

GT ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang merugikan pihak yayasan hingga hampir Setengah Miliar Rupiah.

Kapolres Tapteng melalui Kasat Reskrim, Iptu Dian Agustian Perdana mengonfirmasi penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (7/2/2026) setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan gelar perkara.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan polisi dari pihak kampus yang diwakili oleh ketuanya, Dr. Mansur Tanjung, pada Jumat (6/2/2026).

Kecurigaan bermula saat sejumlah kewajiban finansial kampus, seperti pembayaran honor panitia, biaya Alat Tulis Kantor (ATK), hingga honor survei dosen, tidak kunjung terealisasi meskipun dana telah diinstruksikan untuk dicairkan.

"Pihak pelapor merasa curiga karena biaya operasional dan honor yang seharusnya sudah dibayarkan kepada yang berhak, ternyata belum juga diselesaikan oleh bendahara," ujar Iptu Dian Agustian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan penggelapan ini semakin kuat setelah ditemukan komunikasi melalui pesan singkat (WhatsApp), di mana terlapor diduga mengakui telah menggunakan uang kampus untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan tersangka, Yayasan Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah (IBTA) ditaksir mengalami kerugian materiil sebesar Rp499.634.000,- (Empat ratus sembilan puluh sembilan juta enam ratus tiga puluh empat ribu rupiah).

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen administratif, di antaranya Satu lembar Nota Dinas pengambilan dana dari Bank BRI dan Bank BSI tertanggal 21 November 2025.

Satu lembar Nota Dinas pengambilan dana dari Bank Mandiri tertanggal 27 Januari 2025 serta Satu lembar Nota Dinas pengambilan dana dari Bank Mandiri tertanggal 14 Februari 2026.

Setelah dilakukan gelar perkara dan terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah, tim penyidik bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka GT. Saat ini, tersangka telah berada di Mapolres Tapanuli Tengah untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Tersangka terancam dijerat dengan pasal mengenai tindak pidana penggelapan dalam hubungan kerja atau jabatan. Kami akan segera melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum lebih lanjut," tutup Kasat Reskrim.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sinergitas TNI-Polri, Wakapolres Tapteng Hadiri Upacara HUT Ke-81 TNI di Makorem 023/KS

Sinergitas TNI-Polri, Wakapolres Tapteng Hadiri Upacara HUT Ke-81 TNI di Makorem 023/KS

Polres Tapteng Bekuk Pelaku Pembobolan Sekolah di Tapiannauli,  Sita Lima Unit Chromebook

Polres Tapteng Bekuk Pelaku Pembobolan Sekolah di Tapiannauli, Sita Lima Unit Chromebook

Polres Tapteng Ringkus Dua Pengedar Sabu di Sorkam Barat, Sita 12,50 Gram Barang Bukti

Polres Tapteng Ringkus Dua Pengedar Sabu di Sorkam Barat, Sita 12,50 Gram Barang Bukti

Polres Tapteng Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Toko Sepatu Kelurahan Pandan

Polres Tapteng Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Toko Sepatu Kelurahan Pandan

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Sita 25,85 Gram Sabu dan Catatan Bon

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Sita 25,85 Gram Sabu dan Catatan Bon

Polres Tapteng Ungkap Pencurian Alkes RSUD Pandan Senilai Rp1,1 Miliar

Polres Tapteng Ungkap Pencurian Alkes RSUD Pandan Senilai Rp1,1 Miliar

Komentar
Berita Terbaru