Selasa, 06 Oktober 2026

Tenang, Menkes Sebut Virus HMPV Bukan Covid-19

Fitri - Selasa, 07 Januari 2025 16:12 WIB
Tenang, Menkes Sebut Virus HMPV Bukan Covid-19
kitakini/ilustrasi
Ilustrasi, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan
Kitakini.news -Maraknya kabar soal virus Human Metapneumovirus (HMPV) cukup meresahkan. Namun tenang, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan virus itu bukan Covid-19 dan hanya flu biasa.

Melansir berbagai sumber, Selasa (7/1/2025), Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan agar masyarakat tidak perlu panik karena HMPV bukanlah virus baru dalam dunia medis.

Baca Juga:

"HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia. Kalau dicek, memang ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa laboratorium, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV," kata Budi dalam keterangan resminya.

Menkes menjelaskan bahwa HMPV berbeda dengan Covid-19. Jika Covid-19 adalah virus baru yang muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001.

Virus ini memiliki karakteristik yang mirip dengan flu biasa. Sistem imunitas manusia, lanjut dia, sudah mengenal dan mampu merespons virus ini dengan baik.

"Berbeda dengan Covid-19, HMPV telah beredar di seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa yang mengkhawatirkan. Virus ini sifatnya seperti flu biasa," ujar dia.

Sebagai informasi, meningkatnya kasus HMPV di China juga turut menjadi sorotan. Namun, Budi menyebut bahwa informasi tersebut tidak benar.

Berdasarkan data yang ia tinjau, peningkatan kasus flu di China saat ini justru disebabkan oleh virus H1N1, bukan HMPV. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah China dan World Health Organization (WHO).

Dengan kata lain, Budi menyebut bahwa HMPV bukanlah virus mematikan. Gejala yang ditimbulkan biasanya meliputi batuk, demam, pilek, dan sesak napas.

Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Penularan virus ini serupa dengan flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur (droplet) dari individu yang terinfeksi.

Meski umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kejari Nias Selatan Komit Jalankan Program Jaksa Sahabat Pendidik

Kejari Nias Selatan Komit Jalankan Program Jaksa Sahabat Pendidik

Tunjukkan Sikap Berbeda di Sidang, Audi Marissa Batal Rujuk dengan Anthony Xie

Tunjukkan Sikap Berbeda di Sidang, Audi Marissa Batal Rujuk dengan Anthony Xie

Yakin Pindah ke Madinah, Celine Evangelista Sibuk Cari Vila

Yakin Pindah ke Madinah, Celine Evangelista Sibuk Cari Vila

Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Gandeng Kejati Sumut

Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Gandeng Kejati Sumut

Reses di Pedalaman Tapsel, Aswin Parinduri: Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik

Reses di Pedalaman Tapsel, Aswin Parinduri: Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik

Tangkal Manipulasi Informasi, AJI Gelar Workshop Jurnalis Lintas Wilayah di Medan

Tangkal Manipulasi Informasi, AJI Gelar Workshop Jurnalis Lintas Wilayah di Medan

Komentar
Berita Terbaru