Kamis, 20 Agustus 2026

Tenang, Menkes Sebut Virus HMPV Bukan Covid-19

Fitri - Selasa, 07 Januari 2025 16:12 WIB
Tenang, Menkes Sebut Virus HMPV Bukan Covid-19
kitakini/ilustrasi
Ilustrasi, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan
Kitakini.news -Maraknya kabar soal virus Human Metapneumovirus (HMPV) cukup meresahkan. Namun tenang, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan virus itu bukan Covid-19 dan hanya flu biasa.

Melansir berbagai sumber, Selasa (7/1/2025), Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan agar masyarakat tidak perlu panik karena HMPV bukanlah virus baru dalam dunia medis.

Baca Juga:

"HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia. Kalau dicek, memang ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa laboratorium, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV," kata Budi dalam keterangan resminya.

Menkes menjelaskan bahwa HMPV berbeda dengan Covid-19. Jika Covid-19 adalah virus baru yang muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001.

Virus ini memiliki karakteristik yang mirip dengan flu biasa. Sistem imunitas manusia, lanjut dia, sudah mengenal dan mampu merespons virus ini dengan baik.

"Berbeda dengan Covid-19, HMPV telah beredar di seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa yang mengkhawatirkan. Virus ini sifatnya seperti flu biasa," ujar dia.

Sebagai informasi, meningkatnya kasus HMPV di China juga turut menjadi sorotan. Namun, Budi menyebut bahwa informasi tersebut tidak benar.

Berdasarkan data yang ia tinjau, peningkatan kasus flu di China saat ini justru disebabkan oleh virus H1N1, bukan HMPV. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah China dan World Health Organization (WHO).

Dengan kata lain, Budi menyebut bahwa HMPV bukanlah virus mematikan. Gejala yang ditimbulkan biasanya meliputi batuk, demam, pilek, dan sesak napas.

Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Penularan virus ini serupa dengan flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur (droplet) dari individu yang terinfeksi.

Meski umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Barcelona Tutup Pramusim dengan Kemenangan atas Al Ahly

Barcelona Tutup Pramusim dengan Kemenangan atas Al Ahly

Badan Anggaran DPRD Kota Bandung Kunjungi Bapenda Medan, Pelajari Strategi Optimalisasi PAD dan Inovasi QRESTO

Badan Anggaran DPRD Kota Bandung Kunjungi Bapenda Medan, Pelajari Strategi Optimalisasi PAD dan Inovasi QRESTO

Goyang Kaki Bukan Sekadar Malas, Ini Kepribadian Orang yang Suka Begitu

Goyang Kaki Bukan Sekadar Malas, Ini Kepribadian Orang yang Suka Begitu

Simak! Ini Penyebab Ada Buih di Minyak Goreng saat Masak

Simak! Ini Penyebab Ada Buih di Minyak Goreng saat Masak

Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang

Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang

Polda Sumut Bantu NTT, Salurkan 25 Ton Logistik dan Dana Sekitar Rp1 Miliar

Polda Sumut Bantu NTT, Salurkan 25 Ton Logistik dan Dana Sekitar Rp1 Miliar

Komentar
Berita Terbaru