Sabtu, 17 Oktober 2026

Kemoterapi Bikin Rambut Rontok, Ini Kata Dokter

Fitri - Jumat, 14 Februari 2025 20:31 WIB
Kemoterapi Bikin Rambut Rontok, Ini Kata Dokter
Iustrasi/freepik.com
Pasien kemoterapi
Kitakini.news - Kemoterapi dianggap langkah pengobatan yang cocok untuk penderita kanker. Namun, rambut bisa rontok. Benarkah?

Melansir berbagai sumber, Jumat (14/2/2025), nyatanya banyak ketakutan seputar pengobatan kanker, terutama kemoterapi.

Baca Juga:

Berbagai mitos dan informasi yang beredar sering kali memperburuk kekhawatiran, mulai dari anggapan bahwa kemoterapi selalu menyakitkan hingga asumsi bahwa terapi ini tidak efektif, termasuk soal rambut rontok tadi.

"Respon sel rambut terhadap kemoterapi bervariasi, ada yang mengalami kerontokan signifikan, ada yang hanya mengalami penipisan rambut," ujar Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Wulyo Rajabto, SpPD KHOM.

Dengan kata lain, kerontokan rambut merupakan efek samping yang umum terjadi, namun tidak semua pasien mengalaminya.

Kemoterapi bekerja dengan membunuh sel-sel yang tumbuh dengan cepat, seperti sel kanker, termasuk sel rambut yang tumbuh dan aktif membelah juga akan ikut terpengaruh.

Meski begitu, efek kerontokan rambut ini bersifat sementara. Rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah pengobatan selesai.

Pun sejatinya kemoterapi tidak menimbulkan rasa sakit karena obat-obatan yang digunakan untuk merusak atau menghambat pertumbuhan sel kanker diberikan melalui infus atau suntikan yang umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Sekalipun kemoterapi menimbulkan efek samping seperti mual, kelelahan, dan nyeri pada tubuh, tersedia berbagai obat yang efektif untuk mengatasi efek samping tersebut.

"Perlu diketahui bahwa setiap pasien dapat mengalami efek samping yang berbeda, sehingga penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien untuk memastikan kenyamanan selama menjalani pengobatan," ungkap dr Wulyo.

Yang jelas, kemoterapi tidak hanya dilakukan pada kanker stadium lanjut, tetapi juga dapat diterapkan untuk berbagai stadium kanker.

Selain itu, kemoterapi sering menjadi bagian dari perawatan pencegahan setelah operasi (adjuvant) untuk mengurangi risiko kekambuhan, atau dapat dilakukan sebelum operasi (neoadjuvant) untuk mengecilkan tumor sehingga operasi menjadi lebih efektif.

Pada dasarnya, kemoterapi diformulasikan untuk menyerang lebih banyak sel kanker yang berkembang cepat, daripada sel tubuh yang sehat.

Namun, sel-sel sehat yang berkembang cepat juga dapat terpengaruh, seperti sel di rambut, saluran pencernaan, dan sumsum tulang.

Karenanya kemoterapi dapat menimbulkan efek samping seperti kerontokan rambut, mual, kelelahan, dan penurunan daya tahan tubuh.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tak Mau Terikat dengan Karakter Sebelumnya, Davina Karamoy Pilih Cat Rambut

Tak Mau Terikat dengan Karakter Sebelumnya, Davina Karamoy Pilih Cat Rambut

Berikut Langkah OJK Perluasan Akses Lewat Demutualisasi Bursa Efek dan Inovasi Pasar Modal

Berikut Langkah OJK Perluasan Akses Lewat Demutualisasi Bursa Efek dan Inovasi Pasar Modal

Takut Ikut Program Bayi Tabung, Fitri Carlina Punya Masalah Jantung

Takut Ikut Program Bayi Tabung, Fitri Carlina Punya Masalah Jantung

Hindari Godaan Kopi Sachet, Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Hindari Godaan Kopi Sachet, Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Dari Body Combat hingga Funwalk, Sofyan Tan Kampanyekan Tubuh Bugar dan Persahabatan

Dari Body Combat hingga Funwalk, Sofyan Tan Kampanyekan Tubuh Bugar dan Persahabatan

BEI Sumut Ungkap Industri Pasar Modal Masih Minim SDM Bersertifikat WPPE

BEI Sumut Ungkap Industri Pasar Modal Masih Minim SDM Bersertifikat WPPE

Komentar
Berita Terbaru