Selasa, 06 Oktober 2026

Nyaman di Kursi Kereta Api tanpa Sabuk Pengaman, Amankah?

Fitri - Sabtu, 14 Februari 2026 20:05 WIB
Nyaman di Kursi Kereta Api tanpa Sabuk Pengaman, Amankah?
freepik.com
Ilustrasi, kursi kereta api
Kitakini.news - Moda transportasi kereta api cenderung dianggap paling aman. Terbukti, tidak ada sabuk pengaman di kursinya.

Melansir berbagai sumber, Sabtu (14/2/2026), pakar keselamatan transportasi, Thomas Barth, mengatakan kereta api memang belum sampai batas yang mengharuskan penumpang memakai sabuk pengaman.

Baca Juga:

Ini karena, dibandingkan moda transportasi lain, kereta api memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi.

"Ketika berbicara tentang kereta api, 'tingkat yang dapat diterima' itu saat ini tidak memerlukan sabuk pengaman," ujar Barth.

Bahkan, Asosiasi Penumpang Kereta Api menyatakan bahwa bepergian menggunakan kereta api 17 kali lebih aman dibandingkan menggunakan mobil.

Desain interior kereta juga sudah diperhitungkan dengan aman melalui jajaran kursinya yang empuk dan berdekatan.

Desain kursi kereta saat ini sudah dirancang tanpa fitur sabuk pengaman, kursi empuk dan rapat ini juga cukup efektif untuk mengurangi benturan penumpang di dalamnya kalau terjadi kecelakaan.

Artinya, ketika ada kecelakaan atau guncangan keras, penumpang akan jatuh ke bantalan kursi di sekitarnya.

Pun, kecelakaan kereta api jauh lebih jarang dibandingkan kecelakaan mobil, bus, atau pesawat terbang. Tingkat kematian korbannya juga lebih sedikit dibandingkan korban kecelakaan di jalan raya.

"Tidak ada moda perjalanan yang 100 persen aman, tetapi desain dan peraturan untuk berbagai moda transportasi telah dikembangkan untuk mengurangi risiko ke tingkat yang dapat diterima," ujar Barth.

Beberapa kali berita memang menyiarkan kecelakaan kereta api, tetapi kemungkinan besar bisa dihitung jari.

"Keuntungan kereta api adalah beroperasi di lingkungan yang terkendali (di trek dan dengan operator/penjadwalan). Lingkungannya sangat aman sehingga risikonya kecil meskipun tanpa menggunakan sabuk pengaman," jelas Barth lagi.

Faktor lain adalah kereta api memiliki kekuatan tabrakan yang relatif lebih rendah dibandingkan kendaraan lain.

Ketika terjadi tabrakan, dampak atau seberapa parah kehancuran itu biasanya tergantung dari seberapa cepat kendaraan berhenti.

Nyatanya, kereta api beroperasi di lingkungan yang lebih terkontrol dibandingkan transportasi lain.

Ditambah lagi, saat ini ada sistem baru yang mampu menghindari tabrakan berat atau tergelincir, yaitu Positive Train Control (PTC).

"Tabrakan langsung antara dua kereta api atau tergelincir, akan menyebabkan kekuatan tabrakan yang tinggi. Namun ini adalah kejadian yang sangat jarang terjadi," pungkas Barth.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kecelakaan Minibus APV di Sorkam Barat, 5 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Kecelakaan Minibus APV di Sorkam Barat, 5 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Satu Unit Minibus Masuk Jurang 60 Meter di Jalan Lintas Sibolga-Tarurung

Satu Unit Minibus Masuk Jurang 60 Meter di Jalan Lintas Sibolga-Tarurung

Terdengar Ledakan, Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Ambruk Saat Renovasi

Terdengar Ledakan, Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Ambruk Saat Renovasi

Aswin Parinduri Minta Pembangunan Tol Medan–Berastagi Jadi Prioritas

Aswin Parinduri Minta Pembangunan Tol Medan–Berastagi Jadi Prioritas

Tiga Korban Luka Kecelakaan Maut Sibolangit Mulai Membaik, Tiga Masih Dirawat Intensif

Tiga Korban Luka Kecelakaan Maut Sibolangit Mulai Membaik, Tiga Masih Dirawat Intensif

Zeira Minta Kecelakaan Maut Sibolangit Diusut Tuntas, Dorong Realisasi Tol Medan-Berastagi

Zeira Minta Kecelakaan Maut Sibolangit Diusut Tuntas, Dorong Realisasi Tol Medan-Berastagi

Komentar
Berita Terbaru