Ratusan Hektar Sawah di Tanah Datar Rusak Akibat Banjir Lahar
Kitakini.news - Banjir lahar dingin dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar merusak lahan persawahan dan hilangnya ratusan kendaraan milik warga. Tak hanya itu, sebelumnya juga telah menyebabkan 32 orang meninggal dunia dan 10 orang lagi masih dalam pencarian.
Baca Juga:
Bupati Tanah Datar, Eka Putra didampingi Dandim 0307 Tanah Datar dan Kapolres Tanah Datar, saat meninjau lokasi mengatakan hingga Minggu (19/5/2024) malam, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 32 orang dan masih dalam identifikasi 2 orang serta yang masih dalam pencarian 10 orang.
"Selain menelan korban jiwa, juga menghanyutkan dan merusak kendaraan roda empat 51 unit, roda dua 117 unit. Dan lahan pertanian atau persawahan seluas 415 hektar," ujarnya kepada wartawan di Tanah Datar, Senin (20/5/2024).
Menurut Eka Putra, kerusakan lahan pertanian, selain tertimbun pasir gunung juga ada aliran sungai yang membuat alur baru di tengah persawahan sehingga sawah tersebut tidak bisa diolah lagi.
"Sementara proses pencarian korban hilang, mulai hari ini BPBD juga membentuk satu tim yang melakukan pencarian di Kabupaten Sijunjung selama tiga hari ke depan," imbuhnya.
Sementara tim lainnya tetap melakukan pencarian di daerah Tanah Datar. (**)
Pemprovsu dan BKN Percepat Pemulihan Arsip ASN Terdampak Bencana
Pasca Banjir Bandang, Pelayanan 12 Kantor Pemkab Solok “Lumpuh”
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material
BNNP Sumbar Gagalkan Penyelundupan Ganja 44 Kilogram
Diselimuti Kabut Asap Tebal, BPBD Kota Padang Bagikan 11 Ribu Masker