Minggu, 11 Oktober 2026

Pertama Kali, Inflasi Sumut Tembus 2,06 Persen y-on-y

Heru - Senin, 05 Agustus 2024 01:03 WIB
Pertama Kali, Inflasi Sumut Tembus 2,06 Persen y-on-y
(Diskominfo Sumut)
Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni

Kitakini.news -Untuk pertama kali inflasi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mampu menembus angka 2,06 persen bahkan di bawah inflasi nasional 2,13 persen. Salah satu faktor penurunan angka inflasi tersebut adalah melalui Gerakan Penanganan Inflasi Serentak se-Sumut yang dicanangkan oleh Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni.

Baca Juga:

Berdasarkan rilis berita resmi statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut per Juli 2024, inflasi year-on-year Provinsi Sumut sebesar 2,06 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,87 persen.

"Ini baru pertama sekali, inflasi Sumut bisa menembus 2,06 persen dan di bawah inflasi nasional. Gerakan penanganan inflasi serentak yang kita lakukan merupakan bentuk komitmen bersama, karena penanganan inflasi perlu ditangani secara serius," ujar Penjabat Gubernur Sumut (Pj Gubsu), Agus Fatoni kepada wartawan di Medan, Minggu (5/8/2024).

Fatoni berharap ke depannya inflasi di Sumut bisa semakin lebih baik. Tak hanya itu, Fatoni juga meminta seluruh komponen untuk dapat bergerak bersama menekan angka inflasi Sumut serta melakukan Gerakan Pasar Murah di Sumut.

"Ini merupakan tanggungjawab kita bersama, oleh karenanya penanganan inflasi perlu dilakukan secara serentak dan bersama-sama," ucapnya.

Sebagai informasi, angka inflasi tertinggi terjadi di Kota Padangsidimpuan sebesar 2,80 persen dengan IHK sebesar 107,08 dan terendah terjadi di Kabupaten Labuhanbatu sebesar 1,22 persen dengan IHK sebesar 108,36.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang baru saja dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut per 1 Agustus 2024 tercatat angka inflasi y-on-y di Sumut sebesar 2,06 persen pada bulan Juli 2024. Tingkat inflasi tahunan Juli 2024 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Penyumbang utama inflasi bulan Juli 2024 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1,26 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, cabai merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), gula pasir, dan bawang merah.

Sebelumnya, Kepala BPS Sumut Asim Saputra mengatakan secara umum Sumut mengalami deflasi m-to-m sebesar 0,82 persen pada bulan Juli 2024. Terdapat sejumlah komoditi penyumbang Utama deflasi bulan Juli 2024, diantaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,88 persen.

"Komoditas penyumbang utama deflasi antara lain cabai merah, bawang merah, tomat, daging ayam ras dan ikan tongkol," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kepala Bapenda Medan Paparkan Laporan Akhir eLoket Pajak, Perkuat Integrasi Layanan Perpajakan

Kepala Bapenda Medan Paparkan Laporan Akhir eLoket Pajak, Perkuat Integrasi Layanan Perpajakan

Data Penerima PKH Tak Sinkron, Ebenejer Desak Kemensos Segera Perbarui

Data Penerima PKH Tak Sinkron, Ebenejer Desak Kemensos Segera Perbarui

Rico Waas Minta TPID Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi

Rico Waas Minta TPID Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi

Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah

Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah

Aripay Tambunan: Kendalikan Inflasi dari Kandang, Dorong Sumut Jadi Sentra Ayam Petelur dan Potong

Aripay Tambunan: Kendalikan Inflasi dari Kandang, Dorong Sumut Jadi Sentra Ayam Petelur dan Potong

IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal

IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal

Komentar
Berita Terbaru