Rabu, 07 Oktober 2026

Banyak Temuan Bukan Prestasi, Peran Aktif Inspektorat Sejak Tahap Perencanaan

Efendi Jambak - Selasa, 14 Oktober 2025 10:58 WIB
Banyak Temuan Bukan Prestasi, Peran Aktif Inspektorat Sejak Tahap Perencanaan
(Kitakini.news/Efendi Jambak)
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Sidimpuan H Rusydi Nasution, STP. MM (kiri) saat turun kelapangan bersama OPD beberapa waktu lalu.

Kitakini.news -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Sidimpuan H Rusydi Nasution STP MM menegaskan pentingnya peran Inspektorat dalam mendampingi pemerintah daerah sejak tahap perencanaan program pembangunan.

Baca Juga:

Penegasan ini sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang meminta jajaran Inspektorat diseluruh Indonesia agar tidak hanya aktif memeriksa setelah program berjalan, tetapi juga memberi peringatan dini (Early Warning) saat proses perencanaan.

Menurut Rusydi, filosofi pengawasan internal yang baik bukan diukur dari banyaknya temuan, melainkan dari sedikitnya kesalahan karena mitigasi sudah dilakukan sejak awal.

"Inspektorat jangan bangga dengan banyaknya temuan. Justru kalau temuan semakin sedikit, itu menandakan mereka bekerja sejak awal dengan baik," cetus Rusydi kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Selasa (14/10/2025).

Ketua DPC Partai Gerindra ini menilai bahwa pendekatan pencegahan harus menjadi paradigma baru dalam pengawasan anggaran daerah. Dengan keterlibatan Inspektorat sejak tahap perencanaan, potensi inefisiensi, duplikasi kegiatan, dan program yang tidak berdampak ekonomi bisa diminimalkan.

Rusydi mencontohkan, dalam perencanaan program pembangunan ekonomi daerah, Inspektorat mestinya sudah mampu memprediksi potensi masalah, baik dari aspek manfaat, kelayakan anggaran, hingga risiko hukum yang mungkin timbul.

"Jika mitigasi dilakukan di awal, Inspektorat bisa memberikan pembinaan dan arahan agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan efisien. Ini akan memperkuat tata kelola keuangan daerah dan menciptakan pembangunan yang lebih berkualitas," tambah mantan bankir ini.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian dalam Rakornas Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Jakarta menekankan tiga konsep utama pengawasan, yakni foresight (prediksi awal), insight (pendampingan saat program berjalan), dan oversight (evaluasi pasca program selesai).

Tito membeberkan, ukuran keberhasilan pengawasan bukan banyaknya temuan kesalahan, melainkan efektivitas pencegahan pelanggaran.

Menutup pernyataannya, Rusydi Nasution mengajak seluruh jajaran Inspektorat di Kota Salak ini untuk bekerja lebih profesional dan proaktif, serta menjadikan semangat membangun daerah sebagai panggilan moral.

"Inspektorat punya tugas mulia. Jangan jadi alat kepentingan, dan juga jangan hanya jadi pemeriksa tok, tapi juga jadi mitra strategis pembangunan," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
KAMMI Sumut Bantah Aksi yang Mengatasnamakan Organisasi

KAMMI Sumut Bantah Aksi yang Mengatasnamakan Organisasi

KAMMI Desak Kejatisu Periksa Anggaran Sosper dan Wasbang Dua Legislator PKS

KAMMI Desak Kejatisu Periksa Anggaran Sosper dan Wasbang Dua Legislator PKS

Tiga Tersangka Kasus Sabu Diserahkan, Masyarakat Dukung Kejaksaan dan Pengadilan Hukum Berat Pelaku

Tiga Tersangka Kasus Sabu Diserahkan, Masyarakat Dukung Kejaksaan dan Pengadilan Hukum Berat Pelaku

Reses di Pedalaman Tapsel, Aswin Parinduri: Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik

Reses di Pedalaman Tapsel, Aswin Parinduri: Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik

Kurir 20 Kg Ganja Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Kurir 20 Kg Ganja Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Petani Sergai dan Tebing Tinggi Keluhkan Dugaan Dampak Limbah PKS

Petani Sergai dan Tebing Tinggi Keluhkan Dugaan Dampak Limbah PKS

Komentar
Berita Terbaru