Ruas Jalan Panyabungan-Pantai Barat Jalur Urat Nadi Rakyat, Harus Ada Perbaikan Total
Kitakini.news - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Rahmat Rayyan Nasution melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provinsi jalur Panyabungan menuju Pantai Barat, Mandailing Natal (Madina), sehingga pihaknya mendesak Dinas PUPR Sumut segera turun tangan melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam.
Baca Juga:
Menurut Rahmat Rayyan,ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah, harus segera diperbaiki jangan biarkan rusak berkepanjangan.
"Jalan ini akses penting masyarakat. Transportasi warga, distribusi barang, hingga roda ekonomi sangat bergantung di jalan tersebut," tegas Rahmat sembari menambahkan, kerusakan di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan, mulai dari titik longsor, badan jalan amblas, lubang besar yang mengancam keselamatan pengendara, terutama kendaraan angkutan barang.
Berkaitan dengan itu, politisi Partai Gerindra ini mendesak Pemprovsu tidak hanya fokus pada perbaikan darurat, tetapi memastikan pembangunan dilakukan menyeluruh dan berkelanjutan agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
Alokasikan Rp40 Miliar
Wakil rakyat dari Dapil Sumut VII yang meliputi kawasan Tabagsel ini juga mengungkapkan, bahwa untuk penanganan ruas jalan tersebut, Pemprovsu disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp36,5 Miliar untuk jalur Jembatan Merah–Muara Soma–Simpang Gambir. Dana itu akan digunakan untuk rehabilitasi Jembatan Inumon I dan II, pembangunan bronjong, serta talud penahan longsor.
Selain itu, katanya, ada juga tambahan Rp3 Miliar dialokasikan untuk ruas Simpang Ulupungkut–Simpang Banyak dengan total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp40 Miliar dari APBD Sumut.
"Pekerjaan dijadwalkan mulai Juni 2026 dengan prioritas pada titik kerusakan paling parah akibat banjir dan longsor," beber Rahmat sembari menambahkan saat ini, akses vital Panyabungan–Natal bahkan sempat lumpuh total setelah kendaraan berat terjebak di badan jalan berlumpur, sehingga perlu disegerakan, jika sudah dialokasikan anggarannya.
Lebih lanjut Rahmat Rayyan menerangkan bahwa saat hujan turun, kondisi jalan licin memperparah keadaan dan memicu antrean panjang kendaraan. Bahkankawasan Sopo Tinjak dan Linggabayu, kerusakan disebut semakin parah hingga nyaris tidak bisa dilalui, sehingga distribusi barang tersendat.
Minimnya penanganan darurat membuat masyarakat harus ekstra waspada, terutama di jalur tikungan tajam dan tebing rawan longsor, sehingga besar harapkan masyarakat ada langkah konkret dan cepat dari Pemprov Sumut. Jangan masyarakat terus dihadapkan dengan infrastruktur jalan yang tidak layak. (**)
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas
APBD Perubahan 2026 Tembus Rp7,7 Triliun, Wali Kota Medan Fokuskan Anggaran pada 6 Prioritas Pembangunan
HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Ajak Kader Gerindra Sumut Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut
Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas