Rabu, 21 Oktober 2026

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara,

33 Penerbangan Hingga 14.00 Menunggu Situasi Kondusif
Sasminto - Minggu, 06 September 2026 12:16 WIB
Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara,
Salah satu sisi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kitakininews.co.id -Jakarta : Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara pada Minggu, 6 September 2026, menyusul adanya indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menutup operasional bandara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Keputusan tersebut mengacu pada Notam Nomor A3341/26.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, penutupan dilakukan setelah hasil paper test yang dilaksanakan pada pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.35 WIB-01.05 WIB menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Lukman F Laisa dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Berdasarkan data monitoring hingga Sabtu, 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, sebanyak 33 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak kondisi tersebut.

Pada penerbangan internasional, sebanyak 16 penerbangan dibatalkan, tujuh mengalami penundaan, dan lima penerbangan dijadwalkan kembali. Penerbangan terdampak mencakup rute dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.

Sementara penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak meliputi penerbangan dari dan menuju Lampung, Denpasar, serta Surabaya.

Ditjen Perhubungan Udara juga melakukan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan pada Minggu, 6 September 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak berantai atau cascading impact terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya hingga kapasitas terminal.

"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Lukman.

Lukman mengatakan pemantauan dan koordinasi terus dilakukan bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan serta BMKG.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pemprovsu Cover 21 Ribu Lebih Pekerja Rentan Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Pemprovsu Cover 21 Ribu Lebih Pekerja Rentan Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Terlibat di Film Begu Ganjang, Randy Pangalila Jadi Dokter

Terlibat di Film Begu Ganjang, Randy Pangalila Jadi Dokter

PSMS Medan Tantang Persija, Eko Purdjianto Siapkan Taktik dan Mental untuk Duel Bergengsi

PSMS Medan Tantang Persija, Eko Purdjianto Siapkan Taktik dan Mental untuk Duel Bergengsi

Kejar Target PAD, Bapenda dan Ditlantas Polda Sumut Kembali Gelar Operasi Sadar Pajak

Kejar Target PAD, Bapenda dan Ditlantas Polda Sumut Kembali Gelar Operasi Sadar Pajak

Tinggal Dua Cicilan, Toyota Yaris Diduga Ditarik Paksa, Kuasa Hukum: Langgar Prinsip Putusan MK

Tinggal Dua Cicilan, Toyota Yaris Diduga Ditarik Paksa, Kuasa Hukum: Langgar Prinsip Putusan MK

Polda Sumut Bongkar Judol Depobos, 5 Tersangka Eks Pekerja Kamboja

Polda Sumut Bongkar Judol Depobos, 5 Tersangka Eks Pekerja Kamboja

Komentar
Berita Terbaru