Kebakaran Hebat di Kelurahan Kantin Padangsidimpuan, 9 Rumah Ludes dan 1 Warga Meninggal Dunia
Kitakininews.co.id -Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Jalan Muhammad Tohir Daulay, eks Jalan Gaharu, tepatnya di belakang SMP Negeri 1 Padangsidimpuan, Lingkungan Wek IV, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2026) dini hari.
Baca Juga:
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 9
rumah semi permanen, sementara 4 rumah lainnya terdampak akibat kobaran dan
proses pemadaman. Kebakaran juga menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Rahmad Efendi Pulungan
(31), seorang wiraswasta yang berdomisili di Jalan Cemara No. 17, Kelurahan
Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Seorang warga, Sopian Sauri Siregar,
menceritakan detik-detik dirinya mengetahui kebakaran.
Menurut
Sopian, saat kejadian dirinya masih tertidur. Ia kemudian mendengar suara
seperti bunyi api dari arah belakang rumahnya.
"Sekitar
setengah tiga kami masih nyenyak tidur. Tiba-tiba saya mendengar suara seperti
suara api. Awalnya saya kira suara pompa air yang hidup," kata Sopian saat
ditemui di lokasi.
Karena suara
tersebut semakin jelas seperti bunyi kayu terbakar, Sopian kemudian bangun dan
memeriksa bagian dalam rumah.
Setelah
tidak menemukan sumber suara, ia melihat ke bagian belakang rumah. Saat itulah
ia melihat kobaran api sudah membesar dari salah satu rumah di belakang
kediamannya.
"Saya
keluar, kemudian membangunkan keluarga dan berteriak bahwa ada api dan
kebakaran. Setelah saya lihat ke belakang, ternyata api sudah besar dari rumah
yang di belakang rumah kami," tuturnya.
Api kemudian
dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Rumah
Berbahan Kayu Membuat Api Cepat Menjalar
Sopian
menyebut sebagian rumah di kawasan tersebut merupakan bangunan berbahan kayu
dengan jarak yang cukup berdekatan.
"Jaraknya
kurang lebih tiga meter dari rumah kita. Bangunannya kayu semua, sehingga api
cepat sekali merambat ke rumah yang lain," ujarnya.
Warga
berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang masih dapat
dibawa. Sebagian warga juga berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan
seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Satu Warga
Meninggal Dunia
Dalam
peristiwa tersebut, seorang warga ditemukan meninggal dunia. Korban diketahui
bernama Rahmad Efendi Pulungan (31).
Informasi
sementara menyebutkan korban diduga berada seorang diri di dalam rumah saat
kebakaran terjadi.
Setelah api
berhasil dikendalikan, Aiptu Fahrizal Nasution, Ps. Kaur Identifikasi (Kaur
INAFIS) Satreskrim Polres Padangsidimpuan, bersama personel melakukan olah
tempat kejadian perkara (TKP).
Tim INAFIS
juga melakukan penanganan dan evakuasi terhadap korban dari lokasi kebakaran.
Selanjutnya,
korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk mendapatkan
penanganan medis lebih lanjut. Proses evakuasi tersebut dilakukan
sekitar pukul 06.26 WIB bersama tim medis.
Lima Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Peristiwa kebakaran dilaporkan kepada Polres
Padangsidimpuan sekitar pukul 03.10 WIB.
Piket Satintelkam kemudian menghubungi Pemadam
Kebakaran Kota Padangsidimpuan. Pamapta bersama personel piket fungsi juga
langsung bergerak menuju lokasi.
Sekitar pukul 03.20 WIB, petugas pemadam
kebakaran tiba dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran
dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api
akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.10 WIB. Petugas kemudian melakukan
pendinginan dan pemeriksaan di sejumlah titik guna memastikan tidak terdapat
bara maupun titik api yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.
Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp2
Miliar
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian
materiil yang cukup besar. Berdasarkan laporan sementara kepolisian, kerugian
diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Namun, angka tersebut masih dalam proses
pendataan dan verifikasi.
Sembilan rumah yang terbakar total
masing-masing milik Masdewi Siregar, Mahrud Harahap, Dasopang, Munadi, Suhena
Dalimunthe, Mudah Dalimunthe, Sofyan Siregar, Mariani BTB dan Salman Harahap.
Sementara empat rumah yang terdampak
masing-masing milik Jul Fahmi, Nurhasanah, Nur Lela dan Isman Juang.
Dugaan Korsleting Masih Didalami
Polisi
Mengenai penyebab kebakaran, dugaan sementara
mengarah pada korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum menjadi
kesimpulan akhir.
Polisi masih melakukan pemeriksaan dan
pendalaman untuk memastikan titik awal api serta penyebab pasti kebakaran.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval NG Desky
melalui Kasat Reskrim AKP Hasiholan Naibaho melakukan penanganan dan
penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan
untuk membantu mengungkap kronologi serta penyebab kebakaran.
Warga Soroti Kesiapan Penanganan
Kebakaran
Sopian Sauri Siregar berharap pemerintah
meningkatkan dukungan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran serta
mempercepat respons ketika terjadi bencana.
"Satu lagi yang paling penting, ini pengalaman
yang memang saya rasakan dalam menangani bencana kebakaran ini. Mohon
diperhatikan bagaimana dukungan pemerintah dalam menyelesaikan atau memadamkan
api, termasuk sarana dan prasarananya serta ketanggapannya," kata Sopian.
Ia berharap ke depan penanganan kebakaran dapat
dilakukan dengan lebih cepat dan didukung peralatan yang memadai.
"Karena kita memang membutuhkan penanganan yang
cepat dan lengkap. Harapan kita ke depannya supaya lebih sigap dan
sarana-prasarananya lebih terpenuhi," ujarnya.
Warga Mulai
Memikirkan Tempat Tinggal Sementara
Pasca
kebakaran, warga terdampak kini harus menghadapi kondisi rumah yang rusak
maupun hangus terbakar.
Sopian
mengatakan warga masih melihat kondisi dan belum dapat memastikan tempat
tinggal sementara.
"Untuk
sementara ini belum tahu. Rencananya entah di rumah keluarga atau mungkin nanti
ke kampung. Karena kondisi rumah sudah seperti ini," katanya.
Meski
demikian, ia bersyukur anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri.
"Kalau
masalah jiwa, Alhamdulillah selamat semua. Ada beberapa keluarga dan saudara
saya di sini. Tetapi kalau kondisi bangunan rumah, kita bisa lihat sendiri
keadaannya," ungkapnya.
Warga
berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian, terutama
untuk kebutuhan dasar, tempat tinggal sementara, makanan, pakaian dan kebutuhan
rumah tangga lainnya.
Aparat dan
Pemerintah Turun ke Lokasi
Penanganan
kebakaran melibatkan personel Polres Padangsidimpuan, Pemadam Kebakaran,
pemerintah kecamatan dan kelurahan serta unsur TNI.
Di lokasi
antara lain hadir Pawas IPTU Eko Bertom JC Panjaitan, Padal IPDA DL
Simanjuntak, Kanit III Satreskrim IPDA Fithri Adi, Pamapta II IPDA Bona
Manullang dan Kanit INAFIS AIPTU Fahrizal Nasution, bersama personel piket
fungsi Polres Padangsidimpuan.
Dari Pemadam
Kebakaran hadir Sekretaris Damkar Ismail Marzuki bersama personel dan armada
pemadam.
Turut hadir
Camat Padangsidimpuan Utara Andri Gunawan Harahap, Lurah Kantin Safwan Tanjung,
Kepling IV Muhammad Rasoki, tim medis RSUD, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Saat ini
pendataan terhadap rumah terbakar, rumah terdampak, korban dan kerugian masih
dilakukan.
Penanganan
Pascakebakaran
Peristiwa
tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga membuat
sejumlah warga kehilangan tempat tinggal.
Warga terdampak
membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta tempat tinggal
sementara.
Koordinasi
antara pemerintah daerah, BPBD, Dinas Sosial, kelurahan, kecamatan dan instansi
terkait diperlukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak memperoleh
penanganan dan bantuan sesuai kebutuhan.
Sementara itu,
masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan
memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala dan menghindari penggunaan
sambungan listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Padangsidimpuan, sementara pendataan kerugian dan kebutuhan warga terdampak masih berlangsung.
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah di Aekpining Tapsel Ludes Terbakar
Kebakaran di Gang Melati 7 Tanobato Padangsidimpuan, Ini Keterangannya
Kebakaran Rumah di Tanobato Padangsidimpuan Renggut Nyawa Balita
Wabup Madina Minta Dinsos Verifikasi Data Korban Kebakaran Selesai Cepat
Ledakan dan 27 Tewas dan 63 Terluka Akibat Kebakaran Tempat Huburan Malam di Bangkok