Jumat, 25 September 2026

“Jangan Berhenti, Pak”: Kisah di Balik Buku yang Diluncurkan di Usia 67 Tahun Sofyan Tan

M Harizal - Jumat, 25 September 2026 22:37 WIB
“Jangan Berhenti, Pak”: Kisah di Balik Buku yang Diluncurkan di Usia 67 Tahun Sofyan Tan
Tim Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan menyerahkan lukisan yang menjadi sampul “ buku "Jangan Berhenti, Pak" kepada dr. Sofyan Tan, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Jumat, 25 September 2026. (Foto : Nal)
Kitakininews.co.id -MEDAN : "Apakah saya harus berhenti sampai di sini?"

Pertanyaan itu pernah muncul dalam benak dr. Sofyan Tan. Bukan karena ia tak lagi peduli terhadap persoalan masyarakat, melainkan karena terlalu lama berada di tengah berbagai persoalan, mendengar keluhan, menyaksikan air mata, sekaligus menerima harapan orang-orang yang datang dengan keyakinan masih ada jalan keluar.

Baca Juga:

Pertanyaan tersebut kemudian menjadi bagian dari buku "Jangan Berhenti, Pak" yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke-67 dr. Sofyan Tan, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Jumat, 25 September 2026.

Buku tersebut bukan sekadar catatan perjalanan seorang politisi dan tokoh pendidikan. Di dalamnya terangkum kesaksian orang-orang yang selama bertahun-tahun berada dekat dengan perjalanan pengabdian Sofyan Tan.

Kepala Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan, Finche Kosmanto, SE, M.Psi, mengatakan buku tersebut lahir untuk merekam sisi lain Sofyan Tan yang tidak selalu terlihat di ruang publik.

Menurut Finche, mereka menyaksikan bagaimana Sofyan Tan hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, menemui anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berjuang mendapatkan pendidikan, serta berusaha membuka jalan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Namun, di balik sosok yang terlihat tegar, kata Finche, tetap ada manusia yang bisa lelah, terluka dan resah. Dari situlah pertanyaan "Apakah saya harus berhenti?" pernah muncul.

Menurut Finche, pertanyaan tersebut bukan tanda menyerah. Sebaliknya, pertanyaan itu justru lahir dari hati seseorang yang masih memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, kalimat "Jangan Berhenti, Pak. Masih banyak yang menunggu" menjadi napas utama buku tersebut.

Pesan itu bukan berarti Sofyan Tan harus selamanya menjadi anggota DPR. Bukan pula semata-mata tentang mempertahankan sebuah jabatan. Maknanya lebih sederhana, yakni jangan pernah berhenti berbuat baik dan membuka jalan bagi mereka yang membutuhkan.

Jauh sebelum menjadi anggota DPR, bahkan ketika suatu saat tidak lagi berada di parlemen, Sofyan Tan telah memberikan perhatian kepada keluarga kurang mampu, terutama melalui bidang pendidikan.

Buku tersebut dirangkum dari kesaksian orang-orang yang berada di Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan, yakni Lisnawati Ginting, Pandapotan Tamba, Maya Erlina Rangkuti, Sri Widagdo, M. Rinaldi Khair, Dini Dayana, Putri, Samuel dan Aldi.

Mereka tidak menggambarkan Sofyan Tan sebagai manusia tanpa cela. Justru melalui buku tersebut, sisi manusiawi seorang tokoh ditampilkan, bahwa di balik perjalanan pengabdian yang panjang terdapat seseorang yang dapat merasa lelah dan sesekali bertanya kepada dirinya sendiri.

Namun, memasuki usia 67 tahun, Sofyan Tan menegaskan langkah pengabdiannya belum selesai.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) itu mengatakan kado terindah baginya bukan kue maupun hadiah ulang tahun, melainkan keberhasilan anak-anak yang selama ini mendapatkan kesempatan melalui pendidikan.

"Kado yang paling manis bagi saya bukan kue atau hadiah, tetapi karya-karya manis yang ditunjukkan melalui keberhasilan anak-anak didik dan lulusan kita yang sudah dibantu," ujarnya.

YPSIM kini memasuki usia 39 tahun dan menaungi tujuh lembaga pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi hingga fasilitas klinik kesehatan. Keluarga besar YPSIM saat ini mencapai lebih dari 13.000 orang.

Perjalanan tersebut juga terus dikembangkan. Rencana pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) disiapkan sebagai lembaga pendidikan ke-8, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Di usia ke-67 ini, saya tidak akan pernah berhenti untuk selalu membantu orang-orang miskin mendapatkan pendidikan yang layak. Hidup saya bukan hanya untuk keluarga, tetapi untuk Indonesia yang kita cintai," tegasnya.

Bagi Sofyan Tan, keberhasilan anak dari keluarga sederhana dalam meraih pendidikan memiliki makna tersendiri. Karena itu, perayaan ulang tahun ke-67 tidak berhenti pada peluncuran buku.

Sebanyak 200 paket sembako dibagikan kepada masyarakat umum di Desa Kampung Lalang, Sunggal, Deli Serdang, bersama mahasiswa Pamas dr. Sofyan Tan Universitas Prima Indonesia.

Sementara itu, di halaman Kampus Universitas Satya Terra Bhinneka, sebanyak 67 paket sembako diberikan kepada 67 tukang becak di sekitar Medan Sunggal.


Angka 67 yang berulang dalam perayaan tersebut bukan sekadar penanda usia. Di balik angka itu terdapat cerita tentang perjalanan hidup, pendidikan, persahabatan masa kecil dan orang-orang yang hingga kini masih berjuang menghadapi keterbatasan.

Masih ada anak yang ingin bersekolah. Masih ada orang tua yang ingin melihat anaknya mengenakan toga. Masih ada keluarga yang menunggu jalan keluar dari keterbatasan.

Di sanalah kalimat "Jangan Berhenti, Pak. Masih banyak yang menunggu" menemukan maknanya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPRD Nias Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026

Rapat Paripurna DPRD Nias Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026

Diduga Akibat Tabung Gas Meledak, 10 Tempat Usaha di Pasar Manduamas Terbakar

Diduga Akibat Tabung Gas Meledak, 10 Tempat Usaha di Pasar Manduamas Terbakar

Kebakaran Hebat di Kelurahan Kantin Padangsidimpuan, 9 Rumah Ludes dan 1 Warga Meninggal Dunia

Kebakaran Hebat di Kelurahan Kantin Padangsidimpuan, 9 Rumah Ludes dan 1 Warga Meninggal Dunia

Polsek Sorkam Selidiki Temuan Mayat di Pantai Binasi Tapteng

Polsek Sorkam Selidiki Temuan Mayat di Pantai Binasi Tapteng

Usai Sidak di Lapas Cibinong, Fasilitas Mewah  Tekuan Ombudsman “Menghilang”

Usai Sidak di Lapas Cibinong, Fasilitas Mewah Tekuan Ombudsman “Menghilang”

Tembus Target, Program "Future Ready" XLSMART Sukses Rekrut 850 Talenta Muda Menuju Angka 1.000 di Akhir 2026

Tembus Target, Program "Future Ready" XLSMART Sukses Rekrut 850 Talenta Muda Menuju Angka 1.000 di Akhir 2026

Komentar
Berita Terbaru