Selasa, 20 Oktober 2026

Greenpeace dan Spanduk Raksasa di Bundaran HI, Dua Tahun Prabowo Bencana Makin Parah

Redaksi - Selasa, 20 Oktober 2026 19:47 WIB
Greenpeace dan Spanduk Raksasa di Bundaran HI, Dua Tahun Prabowo Bencana Makin Parah
Teks foto : Spanduk raksasa yang terpampang di tugu Selamat Datang, Bundaran HI Jakarta. (Dok Kitakininews.co.id)

Kitakininews.co.id -Mengkritik pemerintah dimana rezim Prabowo-Gibran kini telah berjalan selama dua tahun sejak 2024 lalu, aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berukuran besar di tugu Selamat Datang, kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga:

Spanduk tersebut berisi kalimat yang mengarah pada kritikan terhadap jalannya pemerintah, sebab dianggap tidak mampu membawa kehidupan yang baik bagi rakyat, terutama untuk kalangan masyarakat menengah dan ke bawah.

Beberapa pesan menohok terlihat di spanduk, diantaranya 'Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah. Greenpeace'. Juga ada spanduk kecil bertuliskan 'Tangani Krisis, Bukan Bungkam Kritik', 'Elite Berpesta Rakyat Menderita' serta berbagai kalimat menyentil pemerintah lainnya.

Dalam videonya Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait menyampaikan bahwa aksi damai di bundaran HI tersebut untuk menyuarakan apa yang hari ini menjadi keresahan banyak orang. Hampir seluruh warga merasakan betapa sulitnya bertahan di tengah krisi iklim.

"Kita sebut saja misalnya dampak krisi iklim dan bencana yang bertubi-tubi selama beberapa tahun belakangan, ternyata hasil riset kami menunjukkan bahwa kondisi ini berdampak terhadap peningkatan biaya hidup besar-besaran," ujar Jeanny dalam sebuah wawancara dengan IDN Times.

Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada sulitnya akses lapangan kerja bagi warga. Dan kelompok yang paling terdampak adalah petani dan nelayan berupa gagal tanam, gagal panen, hasil tangkap sedikit, hingga mengurangi penghasilan sampai stok pangan. Mengingat tuntutan bahan pangan bertambah, tetapi rantai pasok terbatas atau terganggu.

"Siapa lagi yang paling menderita, ya kita sebagai kelompok rakyat kecil. Seperti misalnya pekerja harian, yang terganggu penghasilannya karena cuaca yang terganggu (buruk). Maka kami pada momentum dua tahun pemerintahan Prabowo, mendesak pemerintah untuk tangani krisis iklim, turunkan biaya hidup," ungkapnya.

Namun petugas kepolisian kemudian menurunkan spanduk tersebut Selasa siang setelah aksi aktivis Greenpeace itu menjadi perbincangan dan perhatian publik.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru