Waspadai Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Selama Januari 2024
Baca Juga:
Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto menerangkan, khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang.
"Dengan memperhatikan kondisi dinamika atmosfer diatas, maka perlu diwaspadai potensi hujan intensitas hingga lebat di sebagian wilayah Aceh dan Sumatra Utara," katanya dalam keterangan tertulisnya, dilansir Rabu (10/3/2024).
Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat turut memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di beberapa daerah.
"Mencermati perkembangan potensi cuaca saat ini hingga pertengahan Januari 2024, BMKG terus melakukan update monitoring kondisi cuaca untuk mengantisipasi peningkatan cuaca ekstrem," sebutnya.
Berdasarkan analisis terkini diidentifikasi terdapat kondisi dinamika atmosfer yang memicu adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah, antara lain, Monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah di sekitar wilayah Indonesia, sehingga pertumbuhan awan hujan di periode Januari ini diprediksikan cukup intens.
Selain itu, aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini sudah mulai memasuki wilayah Indonesia dan dalam sepekan ke depan secara tidak langsung dapat memicu peningkatan potensi hujan sedang-lebat di beberapa wilayah.
Sementara itu, faktor dinamika lain yang turut memperkuat potensi tersebut adalah terbentuknya pola pertemuan angin dan belokan angin di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi
BMKG: Kabut Asap Berasal Dari Sumsel dan Jambi
Hujan Deras dan Angin Kencang Kepung Sumut, Warga di Lima Daerah Terdampak
Rudi Alfahri Minta Pemerintah Lakukan Langkah Konkret Atasu Banjir Binjai-Langkat
Tapsel dan Sidimpuan Masih Diselimuti Kabut Asap, BMKG: Bukan Abu Vulkanik