Saya Salah: Ali Abdelaziz Akui Bikin 'Ninja Dagestan' Pensiun dan Tak Akan Kembali ke UFC
Dalam podcast Pound 4 Pound bersama mantan juara UFC Kamaru Usman dan Henry Cejudo yang juga tayang di Youtube, Abdelaziz tak menutup-nutupi penyesalannya.
Baca Juga:
"Dia (Zabit) kehilangan rasa cinta bertarung. Seharusnya saya tidak memaksakan pertarungan itu terus. Secara jujur, ini sebagian salahku juga," ujar Abdelaziz dengan nada getir pada podcast yang tayang Kamis (10/7/2025) malam WIB itu.
Zabit, yang dijuluki Nina Dagestan karena gaya bertarung dinamis dengan rangkaian serangan, pukulan dan tendangan yang mengagumkan termasuk gulat yang bagus, sebelumnya digadang-gadang sebagai calon juara divisi bulu UFC, mengalami serangkaian pembatalan pertarungan, khususnya melawan Yair Rodriguez, yang disebut Abdelaziz dibatalkan tiga hingga empat kali. Situasi tersebut membuat sang petarung asal Dagestan mulai jenuh dan mempertanyakan masa depannya di dunia MMA.
"Dia bilang, 'Aku tidak perlu melakukan ini lagi'. Dan saya setuju… biarkan dia pergi," lanjut Abdelaziz.
Saat ditanya oleh Usman dan Cejudo mengenai kemungkinan kembalinya Zabit ke oktagon, jawaban Abdelaziz sangat tegas:
"Tidak, dia tidak akan kembali."
Podcast itu pun menjadi ruang refleksi bagi ketiga tokoh MMA tersebut. Kamaru Usman memuji keberanian Abdelaziz mengakui kesalahan sebagai manajer. Sementara Henry Cejudo menyoroti bagaimana tekanan mental dan ketidakpastian pertarungan bisa mematikan semangat bertarung seorang atlet, betapapun hebatnya mereka secara fisik.
"Ini lebih dari sekadar latihan dan sabuk juara. Ini soal mental dan motivasi," ujar Cejudo.
Rekor Luar Biasa Zabit Sebelum Pensiun
Zabit Magomedsharipov pensiun dengan catatan impresif:
Rekor MMA profesional: 18 menang – 1 kalah
Rekor di UFC: 6 kemenangan tanpa kekalahan
Mengalahkan nama-nama besar seperti Calvin Kattar, Jeremy Stephens, dan Sheymon Moraes
Dikenal karena gaya bertarung dinamis, atraktif, dan komplit baik striking maupun grappling. Ia terakhir bertarung pada tahun 2019, namun baru resmi mengundurkan diri dari dunia MMA pada 2022. Meski secara fisik masih bugar dan sehat, Zabit memilih menjauh dari pertarungan kompetitif karena motivasi yang hilang.
Pelajaran dari Pengakuan Ali Abdelaziz
Pengakuan ini membuka mata banyak pihak bahwa dunia MMA bukan hanya soal duel di dalam oktagon, tetapi juga soal keputusan manajerial, kondisi mental, dan bagaimana perlakuan terhadap atlet bisa menentukan panjang pendeknya karier.
Zabit tak mengalami cedera parah, tapi semangat bertarungnya memudar karena dinamika manajemen. Ali Abdelaziz mengakui secara publik bahwa ia melakukan kesalahan strategis.
Pesan besarnya: manajer bukan hanya pengatur jadwal, tapi juga penjaga motivasi dan masa depan atlet. Dengan kalimat sederhana namun penuh arti, Abdelaziz menutup topik tersebut:
"Saya salah. Dan saya kehilangan salah satu petarung terbaik yang pernah saya tangani," ungkapnya.
Sumber: Bloody Elbow
Duel Seru Alex Pereira vs Sergei Pavlovich di UFC 335: Berburu Tiket Gelar Juara
Mauricio Ruffy Bongkar Kesalahan Fatal Saat Dihantam KO Arman Tsarukyan
Carlos Prates Pastikan Hadapi Islam Makhachev pada Perebutan Sabuk Welter
Enam Petarung Raih Kontrak UFC di DWCS Week 7, Dua Kalah Tetap Dikontrak
Bilal Hasan Tantang Luis Gurule di UFC 334, Pertarungan ke-3 Dalam 93 Hari