Eko Purdjianto: PSMS Tetap Berjuang Meski Peluang Menipis
Baca Juga:
Sejak babak pertama, PSMS tampil menekan. Peluang demi peluang diciptakan lewat Cadenazzi, dua sundulan Erwin Gutawa, hingga sepakan Clayton da Silva. Namun penampilan gemilang kiper tuan rumah, Ikram Algifarri, membuat Ayam Kinantan gagal memecah kebuntuan.
Petaka datang di awal babak kedua. Baru satu menit laga berjalan, gawang PSMS sudah kebobolan oleh gol Ramadhan. Situasi makin sulit setelah Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan 10 orang, konsentrasi tim goyah dan Bekasi City berhasil menambah gol melalui Ikhsan Chan.
PSMS sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Cadenazzi, tetapi skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan.
Usai laga, Eko tak menampik rasa kecewanya, terutama terhadap beberapa keputusan wasit yang dinilai memengaruhi konsentrasi pemainnya.
"Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi pemain kita. Tetap respect terhadap kepemimpinan wasit, tapi ini jadi catatan buat kita. Kita akan buat report ke komisi wasit," ujar Eko usai pertandingan.
Meski begitu, ia juga mengakui faktor kelengahan timnya sendiri.
"Kita main bagus, tapi tidak bisa bikin gol. Dengan kelengahan kita, mereka bisa mencetak gol. Itu jadi evaluasi penting buat kami," ucapnya.
Eko memberi apresiasi terhadap kerja keras anak asuhnya, termasuk penampilan Clayton dan perjuangan tim yang tetap menekan meski kalah jumlah pemain.
Yang paling tegas, ia memastikan PSMS belum menyerah dalam perburuan posisi dua besar, walau peluang kini kian menipis.
"Secara pribadi saya tetap fight sampai akhir kompetisi. Peluang memang semakin tipis untuk dua besar, tapi kami tidak akan menyerah. Kami akan maksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil yang terbaik," ungkapnya.
Senada dengan pelatihnya, pemain PSMS Nazar Nurzaidin juga mengungkapkan kekecewaan atas hasil akhir.
"Kecewa dengan hasil pasti. Pertandingan seru, tapi ada beberapa keputusan yang menurut kami cukup mengganggu. Namun kami tetap harus bangkit," katanya.
Kekalahan ini menjadi penutup sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idul Fitri. Setelah jeda, PSMS dijadwalkan menghadapi PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara.
PSMS Medan Bidik Poin di Markas PSPS, Eko Purdjianto Bawa 23 Pemain
Persib Bandung Comeback Dramatis, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan atas Port FC
PSMS Medan Minim Kartu Kuning, Bukti Pemain Kini Lebih Sabar?
Tumsila, Si Kepala Emas PSMS dan Timnas Tutup Usia, Sepakbola Nasional Berduka
PSMS Jumpa Persija dan Sumsel United di League Cup