Oliveira Dominan, Holloway Tak Berkutik di UFC 326
Kemenangan tersebut membuat mantan juara kelas ringan UFC asal Brasil itu keluar sebagai pemilik sabuk BMF (Baddest Motherf*er) setelah menampilkan performa tak terbantahkan sepanjang pertarungan.
Baca Juga:
Sejak ronde pertama, jagoan Brasil tersebut langsung menunjukkan rencana pertarungannya. Ia tidak memberi ruang bagi petarung berjuluk Blessed untuk mengembangkan permainan striking yang selama ini menjadi kekuatan utamanya.
Petarung berjuluk Do Bronx itu memulai dengan kombinasi pukulan sebelum mengeksekusi takedown yang membawa duel ke kanvas. Dari situ, sang spesialis submission UFC memaksimalkan kemampuan grappling dan kontrol ground yang membuat eks juara kelas bulu UFC itu kesulitan keluar dari tekanan.
Ronde kedua dan ketiga menjadi panggung dominasi petarung asal Sao Paulo tersebut. Ia berulang kali menjatuhkan bintang MMA asal Hawaii itu dan menguasai posisi-posisi penting seperti back control dan mount. Beberapa percobaan submission juga dilancarkan, disertai serangan siku dari posisi atas yang terus menguras energi lawannya.
The Blessed memang mampu bertahan dari ancaman kuncian, tetapi hampir sepanjang ronde ia terjebak dalam posisi defensif.
Memasuki ronde keempat, Charles Oliveira tetap mempertahankan tempo tinggi. Ia kembali mengamankan takedown dan mengontrol jalannya pertarungan di bawah, membuat petarung veteran UFC tersebut kesulitan menciptakan momentum.
Max Holloway sebenarnya mencoba meningkatkan intensitas serangan pada ronde kelima demi mengejar peluang knockout. Namun Do Bronx kembali meredam upaya tersebut dengan membawa pertarungan ke ground.
Menariknya, saat waktu hanya tersisa sekitar 10 detik, kedua petarung sepakat berdiri dan saling bertukar pukulan hingga bel akhir berbunyi. Momen itu menjadi penutup dramatis dari duel dua nama besar MMA tersebut.
Setelah pertandingan berakhir, Oliveira menunjukkan respek besar kepada rivalnya. Ia menyebut Holloway sebagai salah satu petarung terbaik yang pernah dihadapinya.
Petarung Brasil tersebut menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati bintang UFC asal Hawaii itu dan merasa bangga bisa berbagi oktagon dengan petarung yang memiliki reputasi besar di dunia MMA.
Di sisi lain, Holloway menerima kekalahan dengan sikap sportif. Mantan juara kelas bulu UFC tersebut menegaskan bahwa kekalahan itu tidak akan menghentikan langkahnya untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Duel ini sekaligus menjadi penebusan bagi Oliveira. Pada pertemuan pertama tahun 2015, ia kalah dari Holloway setelah mengalami cedera leher saat pertarungan berlangsung.
Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Do Bronx membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan dominan. Hasil ini juga memperkuat posisinya sebagai salah satu petarung elite di divisi ringan dan membuka peluang untuk kembali menantang gelar juara dunia UFC.
Sumber: UFC.com, MMA Fighting, The Independent, TalkSport, CBS Sports.
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry
Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027
5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev
Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330
Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi