Prospek China Zhang Mingyang Dipukul KO Veteran AS di UFC Macau
Kitakini.news - Harapan publik tuan rumah untuk melihat kebangkitan bintang muda China, Zhang Mingyang, justru berubah menjadi malam penuh kekecewaan di UFCFight Night Macau. Petarung berjuluk The Mountain atau Si Macan Gunung Tiger itu harus menerima kenyataan pahit setelah dihentikan veteran Amerika Serikat, Alonzo Menifield, melalui TKO ronde pertama dalam laga co-main event kelas berat ringan di Galaxy Arena, Macau, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga:
Sebelum duel berlangsung, Zhang menjadi salah satu sorotan utama. Petarung berusia 27 tahun itu dipandang sebagai prospek paling menjanjikan dari China di divisi light heavyweight UFC. Rekam jejaknya mengintimidasi: dikenal sangat eksplosif, agresif, dan memiliki kebiasaan menyelesaikan pertarungan dengan cepat, bahkan mayoritas lewat KO di ronde pertama. UFC sendiri menempatkannya sebagai rising star yang sedang mencoba bangkit setelah kekalahan pertamanya di organisasi tersebut.
Namun, justru pengalaman Menifield berbicara di atas oktagon.Sejak bel pembuka berbunyi, duel berlangsung panas tanpa banyak fase membaca permainan. Menifield tampil jauh lebih berani dari perkiraan banyak pengamat. Jika banyak pihak memperkirakan Zhang akan mengendalikan tempo dengan jangkauan dan agresivitas khasnya, petarung veteran berusia 38 tahun itu malah mengambil inisiatif menyerang lebih dulu.
Zhang sempat membalas dengan kombinasi pukulan keras yang memancing sorak penonton tuan rumah. Akan tetapi, tekanan konstan dari Menifield perlahan mengikis ritme petarung China tersebut. Ketika Zhang mulai kehilangan momentum di dekat pagar oktagon, Menifield menemukan celah sempurna.
Sebuah hook kiri telak mendarat keras dan langsung mengguncang Zhang. Dalam kondisi goyah, Zhang tak mampu lagi bertahan ketika rentetan pukulan susulan menghujaninya. Wasit akhirnya menghentikan laga pada menit ke-4:15 ronde pertama, mengesahkan kemenangan TKO untuk Menifield.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan bagi Zhang karena terjadi di depan publik sendiri. Banyak yang berharap UFCMacau menjadi panggung kebangkitan setelah sebelumnya ia juga mengalami hasil buruk saat menghadapi Johnny Walker. Sebaliknya, hasil ini memunculkan pertanyaan baru mengenai kesiapan Zhang menghadapi lawan dengan pengalaman tinggi dan tekanan fisik berkelanjutan.
Meski kalah, status Zhang sebagai prospek belum sepenuhnya runtuh. Ia tetap memiliki modal besar berupa daya ledak, finishing instinct, dan popularitas kuat di pasar MMA Asia. Namun UFCMacau menunjukkan satu hal penting: bakat besar saja belum cukup ketika menghadapi petarung berpengalaman yang tahu cara memecah pola permainan agresif.
Bagi Menifield, kemenangan ini menjadi pernyataan keras. Datang sebagai underdog dan sempat diragukan usai kekalahan KO sebelumnya, ia justru membungkam prediksi dengan salah satu kemenangan paling mengejutkan malam itu. Rekornya di UFC kembali hidup, sementara Zhang harus pulang dengan pelajaran mahal di depan pendukungnya sendiri.
Sumber: MMA Fighting, UFC, MMA Mania, ESPN
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry
Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027
5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev
Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330
Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi