Eko Purdjianto Soroti Kartu Merah, PSMS Medan Benahi Mental Jelang Hadapi Semen Padang
Kitakininews.co.id - PSMS Medan mulai mematangkan persiapan menghadapi Semen Padang dalam lanjutan PegadaianChampionship 2026/2027. Pelatih Eko Purdjianto menaruh perhatian khusus pada kedisiplinan pemain setelah tim berjuluk Ayam Kinantan itu dua kali menghadapi situasi sulit akibat kartu merah.
Baca Juga:
Seperti diketahui, tim Ayam Kinantan akan kembali melakoni pertandingan tandang menghadapi Semen Padang di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (13 Oktober 2026) pukul 15.30 WIB.
Eko tidak ingin kesalahan serupa kembali terulang. Kehilangan satu pemain di tengah pertandingan bukan hanya mengubah komposisi tim, tetapi juga memengaruhi konsentrasi dan strategi permainan yang sudah disiapkan.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi PSMS sebelum menghadapi Semen Padang, tim yang memiliki sejumlah pemain berpengalaman di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Pada pertandingan pertama, pemain sudah kita ingatkan soal kartu merah. Namun, kita tidak bisa berbuat banyak karena mereka yang bermain di lapangan dan mengambil keputusan. Kita hanya bisa mengingatkan," ujar Eko, Selasa (13 Oktober 2026) usai memantau latihan PSMS Medan.
Ia mengakui, kejadian serupa kembali memberikan kerugian bagi timnya. Ketika harus bermain dengan sepuluh pemain sejak sekitar menit ke-30, PSMS kehilangan keuntungan dari komposisi pemain yang lengkap dan harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi lawan.
Situasi tersebut juga berpengaruh terhadap antisipasi serangan balik. Menurut Eko, PSMS sempat kecolongan ketika menghadapi transisi permainan lawan.
"Kalau kita bermain dengan 11 lawan 11, tentu lebih menguntungkan buat kita. Kita bisa menguasai permainan. Kita berharap tidak ada kartu merah lagi karena itu membuat fokus pemain berkurang," katanya.
Eko Minta Mental Pemain Lebih Kuat
Selain memperbaiki aspek taktik, Eko menekankan pentingnya menjaga mental dan ketenangan pemain ketika pertandingan berlangsung dalam tekanan.
Ia menilai, pemain harus mampu mengambil keputusan secara lebih tepat, terutama ketika menghadapi situasi yang berpotensi berujung pelanggaran. Pengalaman bermain seharusnya membantu pemain mengendalikan emosi dan memahami risiko dari setiap keputusan di lapangan.
"Mental harus dijaga, harus tangguh. Ada pemain yang sudah berpengalaman. Ke depannya, kita berharap bisa memperbaiki hal ini agar lebih baik lagi dan tidak ada kartu merah lagi," tutur Eko.
Menurutnya, arahan kepada pemain sudah diberikan. Namun, penerapannya saat pertandingan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
PSMS tidak bermaksud melarang pemain melakukan pelanggaran dalam setiap situasi. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemain membaca permainan, mengukur risiko, dan tetap menjaga kedisiplinan agar tim tidak kembali dirugikan.
Kondisi Manahati Masih Dipantau, PSMS Siapkan Pemain
Di sisi lain, kondisi kebugaran skuad juga menjadi perhatian menjelang pertandingan melawan Semen Padang. Eko menjelaskan, tim pelatih menerapkan program pemulihan bagi pemain yang mendapatkan menit bermain cukup banyak pada pertandingan sebelumnya.
Sementara itu, pemain yang tidak banyak bermain menjalani latihan dengan intensitas penuh. Program pemulihan dilakukan untuk membantu pemain mengembalikan kebugaran sebelum kembali menjalani sesi latihan berikutnya.
"Untuk hari pemulihan, seperti biasa, pemain yang kemarin tidak banyak bermain menjalani latihan penuh. Pemain yang bermain 45 menit ke atas menjalani pemulihan, termasuk ice bath dan program lainnya," jelasnya.
Eko juga menyebut Manahati Lestusen masih menjalani pemantauan bersama pemain lainnya. Tim pelatih akan melihat perkembangan kondisi pemain hingga menjelang pertandingan untuk menentukan siapa yang benar-benar siap diturunkan.
"Manahati masih menjalani pemulihan bersama pemain yang lain. Kita lihat kondisinya sendiri. Pemain lainnya tentu kita siapkan, tetapi kita masih punya waktu sampai Jumat untuk melihat siapa yang paling siap. Kita berharap semua pemain dalam kondisi siap," katanya.
Proses pemulihan dilakukan melalui penanganan dokter dan fisioterapi. Adapun Ridzar Nurviat dan Asyraq Gufron masih absen, sehingga peluang mereka tampil melawan Semen Padang belum terbuka.
Semen Padang Bukan Lawan Mudah
Menghadapi Semen Padang, Eko menyadari PSMS akan berhadapan dengan tim yang memiliki kualitas serta pengalaman bermain di Liga 1. Karena itu, persiapan harus dilakukan secara lebih serius agar Ayam Kinantan tidak kembali kehilangan momentum.
Meski demikian, Eko memilih memusatkan perhatian pada kesiapan timnya sendiri. Ia ingin para pemain memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya, menjaga konsentrasi sepanjang laga, dan tampil lebih disiplin dalam menjalankan strategi.
"Kita tahu Semen Padang memiliki pemain-pemain berkualitas dan berpengalaman di Liga 1. Namun, kita fokus pada persiapan sendiri. Kita harus lebih siap dari pertandingan kemarin," tegasnya.
Eko juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak menganggap pertandingan berikutnya sebagai laga biasa. Setiap kesempatan meraih poin sangat penting bagi PSMS dalam menjalani persaingan PegadaianChampionship musim ini.
"Setiap pertandingan adalah final," pungkas Eko.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa PSMS harus segera berbenah. Disiplin, kekuatan mental, kebugaran, dan ketepatan mengambil keputusan akan menjadi faktor penting bagi Ayam Kinantan untuk menghadapi Semen Padang dengan persiapan yang lebih baik.
Javier Siverio Soroti Tiga Kartu Merah Tandang PSMS, Ungkap Penyebab Kekalahan dari PSPS
PSMS Kalah dari PSPS, Eko Purdjianto Ungkap Kartu Merah jadi Biang Kerok
PSMS Medan Siap Tempur di League Cup, Eko Purdjianto: Kita Harus Cepat Adaptasi
PSMS Medan Bidik Tiga Poin di Pekanbaru, Eko: Setiap Laga Final!
PSMS Medan Bidik Poin di Markas PSPS, Eko Purdjianto Bawa 23 Pemain