Jenazah Praka Rico Dikabarkan Tiba Hari ini di Sergai
Kitakini.news - Suasana Kampung Suka Jadi, Dusun VII, Desa Dolok Manampang, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) mendadak ramai ditelusuri duka yang mendalam karena gugurnya seorang prajurit TNI Praka Rico Pramudia akibat serangan pasukan Israel di Lebanon, Kamis (24/3/2026).
Baca Juga:
Keluarga, tetangga dan para kerabat telah berkumpul sejak, Senin (27/4/2026) di rumah orang tua prajurit TNI tersebut. Praka Rico merupakan putra asli kelahiran Sergai dan anak bungsu dari 9 bersaudara dari pasangan Pairin dan Kaya.
Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Desa Dolok Manampang, Dedi Turnip, menjelaskan almarhum sejak menyelesaikan pendidikan SMA langsung mengikuti tes militer. Setelah diterima, Praka Rico mengikuti pendidikan kemiliteran yang kemudian ditempatkan di Aceh. Dibawah Kodam I Iskandar Muda.
Disana (Aceh), Praka Rico Pramudia menikah dengan perempuan asal Aceh, Yulia Putri pada 27 September 2019. Pasangan itu memiliki seorang anak yang masih balita. Sang istri aktif dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK).
Dengan posturnya yang atletis dan kemampuan militernya yang cakap, Rico kemudian terpilih menjadi salah satu anggota TNI yang bergabung sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
Rico sebenarnya baru menginjakkan kaki di Lebanon awal tahun 2026. Tugas itu merupakan misi pertamanya bergabung sebagai pasukan perdamaian PBB di luar negeri.
Selagi ia bertugas di Lebanon, anak dan istrinya menetap di Aceh. Rico tetap aktif menghubungi keluarganya di saat senggang. Ia selalu mengingatkan keluarganya agar selalu taat beribadah. Rico memang dikenal sebagai prajurit yang religius.
Peristiwa naas terjadi, Kamis (29/3/2026) tatkala Rico dan rekannya melakukan patrol di wilayah Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.
Tiba-tiba saja pasukan itu mendapat serangan dari pasukan Israel. Akibat, beberapa anggota TNI mengalami luka. Bahkan tercatat ada tiga orang meninggal dunia.
Rico termasuk yang mengalami luka parah ketika itu. Ia dan korban lainnya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.
Namun takdir berkata lain, setelah hampir sebulan dalam perawatan, Jumat (24/4/2026) April 2026 ia dinyatakan meninggal dunia. Rico wafat dalam usia 31 tahun.
PBB menyampaikan duka mendalam atas kepergian Rico yang dipastikan meninggal karena serangan Israel. Penghormatan terakhir diberikan UNIFIL dalam sebuah upacara di Beirut pada Minggu (26/4/2026), dengan dipimpin Ketua Misi dan Panglima UNIFIL Mayjen Diodato Abagnara, saat jenazah Rico akan di berangkatkan ke Indonesia.
"Anda telah memberikan semua yang dimiliki demi perdamaian di tanah ini. Untuk itu, kami memberi penghormatan setinggi-tingginya," kata Mayjen Abagnara, menurut keterangan tertulis UNIFIL yang dipantau di Jakarta, Senin.
Menurut Abagnara, Praka Rico melaksanakan tugas di bawah panji PBB untuk tugas mulia, yaitu mewujudkan perdamaian di Lebanon selatan.
"Sebagai tentara, sebagai penjaga perdamaian, kami akan meneruskan perjuangan Anda. Kami akan terus siap, terus bersatu, dan terus waspada," ucap Panglima UNIFIL tersebut.
Upacara di Beirut tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta perwakilan Kontingen Garuda di UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.
UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, dan bisa menjadi tindak kejahatan perang.
Serangan terhadap personel UNIFIL harus diselidiki secara menyeluruh, dan semua yang bertanggung jawab harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, demikian UNIFIL.
Praka Rico wafat pada Jumat (24/4/2026) usai dirawat selama hampir sebulan akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan artileri di Adchit Al-Qusayr, Kamis (29/3/2026) dengan temuan awal mengindikasikan proyektil tersebut ditembakkan dari tank Merkava Israel. (**)
Pemerintah Harus Perkuat Edukasi dan Sosialisasi Regulasi Pertambangan Rakyat
Yahdi: BRT Mebidang Solusi Transportasi Modern, Efisien Nyaman
Bursa Wirausaha Unggulan Digelar di USU, Rico Waas Dorong UMKM Berani Mulai dan Siap Berdampak
Polda Sumut Bantu NTT, Salurkan 25 Ton Logistik dan Dana Sekitar Rp1 Miliar
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas