Sempat Rendam Tiga Kecamatan, Banjir di Medan Berangsur Surut Senin Sore
Kitakininews.co.id -Medan: Banjir yang sempat merendam sejumlah permukiman di tiga kecamatan Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (12 Oktober 2026), dilaporkan telah surut pada sore hari. Sebanyak 45 warga yang sebelumnya mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing dan mulai beraktivitas seperti biasa.
Baca Juga:
setelah petugas melakukan pemantauan di sejumlah kawasan terdampak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, memastikan kondisi banjir telah berangsur pulih.
"Sudah surut total. Warga sudah beraktivitas seperti biasanya," ujar Yunita, Senin (12 Oktober 2026).
Meski genangan telah surut, BPBD Kota Medan tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali terjadi apabila hujan deras mengguyur wilayah Medan dan sekitarnya.
Sebelumnya, hujan berintensitas tinggi menyebabkan banjir di Kecamatan Medan Johor, Medan Maimun, dan Medan Selayang. Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kota Medan, sedikitnya 1.607 warga terdampak dengan ketinggian genangan mencapai 20 hingga 60 sentimeter.
Wilayah yang sempat terendam meliputi Kelurahan Kuala Bekala, Beringin, Aur, dan Sei Mati. Air yang memasuki permukiman membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah untuk sementara waktu.
Operator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Medan, Ibnu, dalam keterangannya pada Senin siang menjelaskan bahwa warga terdampak melakukan evakuasi mandiri dengan pendampingan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Medan.
"Untuk masyarakat yang terdampak melakukan evakuasi mandiri dengan didampingi oleh personel TRC BPBD Kota Medan," ujar Ibnu.
Saat banjir masih menggenangi permukiman, sebanyak 35 warga Kelurahan Kuala Bekala mengungsi ke Masjid Muttaqin. Sementara itu, 10 warga Kelurahan Beringin mengungsi ke Masjid Al Qomar.
Petugas TRC BPBD Kota Medan juga disiagakan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk menyiapkan peralatan evakuasi serta memantau perkembangan tinggi muka air di daerah aliran sungai dan kawasan rawan banjir.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rendah, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan debit air secara mendadak.
Sementara itu, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan melaporkan bahwa sejumlah wilayah Sumatera Utara mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat selama sepekan terakhir.
Berdasarkan hasil pengamatan BBMKG Wilayah I Medan, curah hujan di wilayah Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (11 Oktober 2026) tercatat mencapai 94,5 milimeter.
BBMKG menjelaskan, peningkatan pembentukan awan hujan dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO), serta perlambatan dan pertemuan angin di wilayah pesisir barat dan timur Sumatera Utara.
Selain itu, kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Petugas BPBD Kota Medan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan memberikan bantuan apabila terjadi peningkatan debit air atau genangan kembali muncul di kawasan rawan banjir.
*Rico Waas Hadiri Paripurna APBD Medan 2027, DPRD Tekankan Anggaran Harus Kembali ke Rakyat*
Tersangka Penganiayaan Wanita di Jalan Ringroad Medan Ditangkap Polisi
Rico Waas Tegaskan P-APBD Medan 2026 Fokus Banjir, Infrastruktur, Pendidikan dan Medan Utara
Sofyan Tan: Cahaya Ada di Hati, Bukan di Mata
Ratusan Rumah di Kecamatan Medan Maimun Terendam Banjir