Rabu, 07 Oktober 2026

Erupsi Gunung Marapi Sumbar, 11 Pendaki Meninggal Dunia

Azzaren - Senin, 04 Desember 2023 20:25 WIB
Erupsi Gunung Marapi Sumbar, 11 Pendaki Meninggal Dunia
Teks foto : Sebanyak 6 orang pendaki atas nama Bima, Irfan, Widya, Rafid, Reksi dan Tita, berhasil diselamatkan dan ditemukan dalam kondisi luka bakar akibat material vulkanik. (Gusri)

Kitakini.news - Sebanyak 11 orang pendaki terdampak erupsi Gunung Marapi, Minggu (3/12/2023), masih dalam pencarian. Enam orang diantaranya berhasil dievakuasi, Senin dinihari (4/12/2023), oleh petugas gabungan ke Rumah Sakit Umum Daerah Padang Panjang.

Baca Juga:

Danru Basarnas Padang, Wahyu Hidayat, melaporkan upaya pencarian terhadap pendaki gunung merapi terus diupayakan sampai pukul 03.00 WIB dinihari.

Sampai saat ini Basarnas merilis menemukan 11 orang pendaki meninggal dunia dan saat ini masih dalam proses evakuasi dan pencarian korban.

Sedangkan 6 orang atas nama Bima, Irfan, Widya, Rafid, Reksi dan Tita, korban berhasil diselamatkan dan ditemukan dalam kondisi luka bakar akibat material vulkanik.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Warsito, mengatakan

tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan terhadap para pendaki yang belum berhasil turun.

Hingga saat ini pihaknya bersama BPBD Kabupaten Tanah Datar terus berkoordinasi dengan lintas instansi terkait guna memonitor perkembangan di lapangan, termasuk melakukan tindakan cepat apabila kembali terjadi aktivitas vulkanik susulan.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Agam dan Tanah Datar juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk terus mengenakan masker, menyusul terjadinya abu vulkanik yang ditimbulkan atas erupsi Gunung Marapi.

Di sisi lain, khususnya bagi wisatawan maupun pendaki dilarang keras untuk melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah utama.

Berdasarkan data yang dihimpun, dampak yang ditimbulkan pada kejadian erupsi Gunung Marapi tidak hanya sebaran hujan abu vulkanik saja namun juga hujan abu yang disertai batu.

Adapun wilayah yang terdampak hujan abu vulkanik mencakup empat wilayah kecamatan, yakni Canduang, Sungai Pua, Ampek-Ampek dan Malalak.

Kemudian wilayah yang dilaporkan terdampak hujan abu disertai batu terjadi di kecamatan Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Tanjung Raya, Lubuk Basung, IV Koto, Matur, Tanjung Mutiara, Palembayan dan Kamang Magek.

Sementara itu Kepolisian Daerah Sumatera Barat mendirikan posko identifikasi korban bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu mengidentifikasi korban Erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat.

Posko ini bertempat di kantor Wali Nagari Batu Palano kecamatan Sungai Pua kabupaten Agam. Dokter Wika Purnama Sari mengatakan posko ini didirikan untuk proses identifikasi korban mengingat sebagian korban mengalami luka bakar.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material

Berang Disebut Underbow PKI, GMNI Siapkan Gugatan Untuk Kemenag

Berang Disebut Underbow PKI, GMNI Siapkan Gugatan Untuk Kemenag

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, SAR Kerahkan 7 SRU

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, SAR Kerahkan 7 SRU

Abdul Mu’ti Dorong Model Pendidikan YPSIM Jadi Inspirasi Indonesia

Abdul Mu’ti Dorong Model Pendidikan YPSIM Jadi Inspirasi Indonesia

Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Sebut Budaya Tak Mengenal Pagar

Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Sebut Budaya Tak Mengenal Pagar

Pekan ini, Komisi E DPRD Sumut Akan Panggil SMAN 4 Medan

Pekan ini, Komisi E DPRD Sumut Akan Panggil SMAN 4 Medan

Komentar
Berita Terbaru