Kamis, 06 Agustus 2026

Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Sebut Budaya Tak Mengenal Pagar

Medan Laboratorium Kebhinekaan Indonesia
CT2 - Kamis, 06 Agustus 2026 16:06 WIB
Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Sebut Budaya Tak Mengenal Pagar
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menerima buku Merajut Kebhinnekaan dalam Keharmonisan Berbangsa dari penulis, Dr. Mariana Makmur, MA, usai acara bedah buku oleh Program Studi Bahasa Mandarin FIB USU, di Medan, Rabu, 6 Agus

Kitakininews.co.id - MEDAN : Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan bahwa keberagaman merupakan modal sosial yang harus dirawat, bukan dipandang sebagai persoalan. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembedah buku Tionghoa Medan: Merajut Kebhinnekaan dalam Keharmonisan Berbangsa karya Dr. Mariana Makmur, MA, yang diselenggarakan Program Studi Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), di Medan, Rabu, 6 Agustus 2026.

Baca Juga:

Menurut Sofyan Tan, buku tersebut tidak hanya mengisahkan perjalanan masyarakat Tionghoa di Kota Medan, tetapi juga menggambarkan bagaimana Indonesia dibangun melalui semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

"Keberagaman bukan masalah yang harus diselesaikan, tetapi modal sosial yang harus dikelola," ujar Sofyan Tan.

Legislator Daerah Pemilihan Sumatera Utara I itu menyebut Medan sebagai laboratorium kebhinnekaan karena dihuni berbagai etnis seperti Melayu, Batak, Jawa, Aceh, India, Tionghoa, dan kelompok masyarakat lainnya yang bersama-sama membentuk identitas kota.

Ia juga menilai budaya tidak mengenal sekat. Berbagai unsur budaya Tionghoa telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari bahasa, kuliner hingga busana.

"Budaya saling meminjam dan budaya saling memperkaya," katanya.

Sofyan Tan mengapresiasi buku karya Dr. Mariana Makmur karena mampu meluruskan berbagai stereotip terhadap masyarakat Tionghoa. Menurutnya, etnis Tionghoa tidak hanya berkontribusi di bidang ekonomi, tetapi juga dalam pendidikan, kebudayaan, filantropi, politik, dan seni.

Ia mengingatkan bahwa kemiskinan tidak mengenal suku maupun agama sehingga anggapan seluruh masyarakat Tionghoa hidup berkecukupan merupakan pandangan yang keliru.

Lebih lanjut, Sofyan Tan berharap buku tersebut terus dikembangkan dengan menghadirkan perspektif generasi muda serta membahas tantangan baru seperti digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), globalisasi, perkembangan UMKM, dan perubahan pola bisnis agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Indonesia justru lahir karena kita sepakat hidup bersama dalam perbedaan," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, penulis buku sekaligus Antropolog Sumatera Utara, Dr. Mariana Makmur, MA, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil penelitian disertasinya yang bertujuan meluruskan berbagai stigma negatif terhadap etnis Tionghoa yang selama ini kerap dianggap eksklusif, tidak membaur, culas, dan kasar.

Menurut Mariana, anggapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Melalui bukunya, ia ingin memperkenalkan budaya Tionghoa yang kini telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengangkat prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis masyarakat Tionghoa yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha.

"Melalui buku ini saya ingin memperkenalkan kebudayaan Tionghoa yang sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang berbhinneka, serta prinsip-prinsip ekonomi etnis Tionghoa," ujar Mariana.

Kegiatan bedah buku tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Muhammad Pujiono, SS., M.Hum., Ph.D., Sekretaris Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan Yu Lei, Ketua Program Studi Bahasa Mandarin FIB USU Vivi Adryani Nasution, SS., MTCSOL, serta civitas akademika dan peserta lainnya.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menerima buku Merajut Kebhinnekaan dalam Keharmonisan Berbangsa dari penulis, Dr. Mariana Makmur, MA, usai acara bedah bukuoleh Program Studi Bahasa Mandarin FIB USU, di Medan, Rabu, 6 Agustus 2026.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar

Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar

Bobby Bantu Akomodasi Pasien Leukemia dan Kanker Tiroid Saat Tinjau RSUD Thomsen, Gunung Sitoli

Bobby Bantu Akomodasi Pasien Leukemia dan Kanker Tiroid Saat Tinjau RSUD Thomsen, Gunung Sitoli

Sofyan Tan Perioritaskan Pendidikan Untuk Kalangan Kurang Mampu

Sofyan Tan Perioritaskan Pendidikan Untuk Kalangan Kurang Mampu

Pemko Medan Kawal Program Presiden Prabowo di Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan

Pemko Medan Kawal Program Presiden Prabowo di Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan

Pemko Medan Beri Fleksibilitas Jam Kerja ASN untuk Antar Anak Sekolah, BKKBN: Contoh Baik Birokrasi

Pemko Medan Beri Fleksibilitas Jam Kerja ASN untuk Antar Anak Sekolah, BKKBN: Contoh Baik Birokrasi

‘Bawa Pasukan’, Walkot Tebingtinggi Jadi Saksi Kasus OTT Korupsi Jaringan Internet Dinas Kominfo

‘Bawa Pasukan’, Walkot Tebingtinggi Jadi Saksi Kasus OTT Korupsi Jaringan Internet Dinas Kominfo

Komentar
Berita Terbaru