Lolos Tanpa Taji! Arsenal Jadi Semifinalis Paling Tidak Meyakinkan
Baca Juga:
Alih-alih tampil dominan, Arsenal justru berada di bawah tekanan hampir sepanjang pertandingan. Mereka kesulitan menciptakan peluang bersih, sementara Sporting tampil lebih berani dan agresif dalam membongkar pertahanan tuan rumah. Peluang terbaik bahkan datang dari kubu tamu.
Sepakan Geny Catamo di babak pertama sempat membentur tiang, momen yang nyaris mengubah jalannya laga dan menggagalkan langkah Arsenal.
Meski tampil kurang menggigit, lini belakang Arsenal menjadi penyelamat. Disiplin dan ketenangan dalam bertahan memastikan gawang tetap aman hingga peluit akhir, cukup untuk mengunci tiket semifinal.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui timnya tidak menjalani laga mudah, namun tetap menilai kelolosan ini layak didapatkan.
"Ini pertandingan yang sangat sulit dalam dua leg. Tapi kami pantas lolos," ujar Arteta.
Ia juga menyoroti pentingnya pencapaian ini bagi klub.
"Kami melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah klub ini. Itu menunjukkan betapa sulitnya pencapaian ini," tambahnya.
Arteta menegaskan bahwa ketenangan di fase akhir menjadi kunci utama.
"Di 15-20 menit terakhir kami mengontrol pertandingan dengan sangat baik," katanya.
Di sisi lain, pelatih Sporting CP, Rui Borges, merasa timnya layak mendapatkan hasil lebih dari sekadar tersingkir.
"Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih, bahkan mungkin bermain di perpanjangan waktu," ujarnya.
Ia bahkan menilai timnya lebih berbahaya dalam menciptakan peluang.
"Peluang terbaik ada pada kami. Arsenal tidak menciptakan banyak peluang," tegasnya.
Meski gagal lolos, Borges tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya.
"Tidak ada yang perlu disesali, hanya rasa bangga," ucapnya.
Hasil ini menjadikan Arsenal sebagai salah satu semifinalis dengan performa paling tidak meyakinkan musim ini. Mereka lolos bukan karena dominasi, melainkan ketahanan dan sedikit keberuntungan.
Sementara itu, Sporting harus pulang dengan kepala tegak. Meski tersingkir, performa mereka menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi Eropa.
Sumber: Reuters, The Guardian, BreakingNews, UEFA
Arsenal vs Coventry: Lampard Tantang Arteta di Pembuka Liga Inggris
Transfer Terbaru: Man United Kejar Baleba, Arsenal Gaspol Datangkan Konsa
Manchester United Diuji Juara Eropa PSG pada Laga Pramusim
Arsenal Resmi Datangkan Christos Tzolis dari Brugge, Pecahkan Rekor Transfer Liga Belgia
Tak Tepis Bola Saat Adu Penalti, Safonov Tetap Jadi Pembawa Hoki PSG Juara Liga Champions