Fabregas Usai Como Gulung RB Leipzig 4-1: Malam Bersejarah di Liga Champions
Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena Como baru beberapa tahun lalu masih bermain di Serie D. Kini, di bawah arahan Cesc Fabregas, mereka mampu tampil percaya diri menghadapi klub yang sudah memiliki pengalaman panjang di kompetisi Eropa.
Baca Juga:
Martin Baturina membuka pesta Como pada menit ke-15. Gelandang Kroasia itu memanfaatkan permainan menyerang tuan rumah untuk membawa Como unggul 1-0.
Tuan rumah kemudian menggandakan keunggulan melalui Tasos Douvikas pada menit ke-35. Como tampil efektif dalam memanfaatkan ruang, sementara lini belakang Leipzig kesulitan menghadapi pergerakan pemain-pemain tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Como tidak mengendurkan tekanan. Assane Diao mencetak gol ketiga pada menit ke-54 dan membuat keunggulan tuan rumah semakin sulit dikejar. Leipzig sempat memberikan harapan setelah Andrija Maksimovic memperkecil skor menjadi 1-3 pada menit ke-59.
Namun, Como tidak panik. Matteo Perrone memastikan kemenangan telak 4-1 melalui gol pada menit ke-90 setelah serangan yang dibangun secara apik. Nico Paz juga tampil menonjol dengan dua assist dan menjadi salah satu pemain yang membuat pertahanan Leipzig kewalahan.
Fabregas tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya setelah pertandingan. Bagi mantan pemain Arsenal, Barcelona dan Chelsea tersebut, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tetapi momen bersejarah bagi klub dan masyarakat Como.
"Ini adalah malam bersejarah bagi klub dan para penggemar, yang mungkin masih akan membicarakannya dalam 10 tahun ke depan," kata Fabregas.
Ia juga menekankan sisi emosional dari sepak bola setelah melihat antusiasme suporter Como yang menyaksikan klub mereka menjalani debut Liga Champions.
"Itulah keindahan sepak bola. Saya berharap para penggemar menikmatinya sama seperti kami," ujar Fabregas.
Fabregas sebelumnya juga menilai Leipzig sebagai salah satu klub yang layak menjadi contoh bagi Como. Namun di lapangan, justru Como yang tampil lebih matang dan mampu mengontrol pertandingan.
Meski demikian, Fabregas mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Como masih harus menjaga konsistensi di Serie A dan menjalani pertandingan setiap tiga hari.
Debut sempurna tersebut menjadi bukti perkembangan luar biasa Como. Dari klub Serie D hingga mampu menaklukkan Leipzig di panggung Liga Champions, perjalanan mereka kini berubah menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola Eropa.
Sumber: Reuters, AS, El País dan Cadena SER
Manchester United Hancurkan Sabah FK, Carrick Puas
Napoli 0-1 Arsenal, Odegaard Jadi Pahlawan di Maradona
PSG Hancurkan Slovan 6-1, Ferran Torres Menggila
Liverpool Comeback Kalahkan Atletico Madrid 2-1, Mac Allister Jadi Penentu
Liverpool vs Atletico Madrid: Debut Iraola Diuji Simeone di Anfield