Liverpool Tutup Pramusim dengan Kekalahan, Badai Cedera Bayangi Persiapan Premier League
Tak hanya menelan kekalahan, Liverpool juga dibayangi persoalan lain menjelang bergulirnya Premier League 2026/2027. Daftar pemain yang mengalami cedera terus bertambah, membuat pelatih Andoni Iraola menghadapi tantangan besar dalam menyusun kekuatan terbaik tim.
Baca Juga:
Liverpool sebenarnya tampil dominan pada babak pertama. Luke Chambers membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit, sebelum Florian Wirtz menggandakan skor menjelang turun minum usai memanfaatkan umpan Jeremie Frimpong.
Namun, keunggulan tersebut sirna setelah jeda. Leeds menunjukkan kebangkitan impresif melalui gol Brenden Aaronson pada menit ke-60. Dominic Calvert-Lewin kemudian membalikkan keadaan dengan dua gol pada menit ke-72 dan 85, sementara Sean Longstaff ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-73 untuk memastikan kemenangan 4-2.
Situasi Liverpool semakin mengkhawatirkan ketika Jeremie Frimpong harus meninggalkan lapangan lebih cepat pada babak kedua. Bek asal Belanda itu meminta diganti sehingga memunculkan kekhawatiran akan menambah panjang daftar pemain yang harus menjalani pemulihan.
Sebelumnya, Joe Gomez dipastikan absen pada awal musim akibat cedera otot. Conor Bradley, Hugo Ekitike, dan Giovanni Leoni juga masih belum pulih sehingga belum dapat memperkuat tim.
Meski demikian, Iraola mencoba meredakan kekhawatiran mengenai kondisi Frimpong.
"Jeremie meminta diganti, tetapi saya rasa itu bukan cedera. Hanya sedikit kelelahan karena beban latihan. Saya berharap dia baik-baik saja. Saya rasa kami tidak kehilangan pemain lagi," ujar Iraola.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui hasil akhir tidak sesuai harapan, tetapi menilai pertandingan tersebut memberikan banyak pelajaran penting sebelum musim kompetisi dimulai.
"Jelas ini bukan hasil yang kami inginkan, tetapi menurut saya ini mungkin laga uji coba yang paling berguna. Kami melihat banyak hal positif di babak pertama dan banyak pelajaran dari sisi negatif di babak kedua," katanya.
Menurut Iraola, kekalahan dari Leeds menjadi bahan evaluasi berharga untuk memperbaiki berbagai aspek permainan Liverpool.
"Kami belajar banyak dari pertandingan ini. Kami bisa mengambil banyak kesimpulan dan memperbaiki sejumlah hal yang masih menjadi kelemahan tim," lanjutnya.
Selama 45 menit pertama, Liverpool memperlihatkan permainan menyerang yang menjanjikan lewat kolaborasi Florian Wirtz, Dominik Szoboszlai, dan Jeremie Frimpong. Akan tetapi, ritme permainan menurun setelah sejumlah pergantian pemain pada babak kedua. Leeds memanfaatkan kondisi tersebut dengan serangan cepat dan efektivitas bola mati untuk membalikkan keadaan.
Meski hanya berstatus laga pramusim, hasil ini menjadi peringatan serius bagi Liverpool. Selain rapuhnya lini pertahanan pada babak kedua, badai cedera yang belum mereda juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi Iraola menjelang laga pembuka Premier League.
Kini, Liverpool akan kembali ke Inggris untuk mematangkan persiapan menghadapi musim 2026/2027. Fokus utama Iraola adalah memulihkan kondisi para pemain yang cedera sekaligus menemukan komposisi terbaik agar The Reds mampu tampil kompetitif sejak pekan pertama.
Sumber: Reuters, This Is Anfield, The Liverpool Offside.
Liverpool Sempurna di Pramusim, Wrexham Jadi Korban Terbaru
Klub-Klub Elite Eropa Ramaikan ASEAN, Indonesia Jadi Magnet Tur Pramusim 2026
Sepak Bola Inggris Berduka, Kevin Keegan Meninggal Tinggalkan Warisan Abadi
Besiktas Buka Negosiasi dengan Mohamed Salah: Tawaran Perdana Dilayangkan
Dari Bournemouth ke Anfield, Iraola Hadapi Tantangan Raksasa