Selasa, 06 Oktober 2026

Soroti Bencana Sumatera, Cinta Laura: Pemerintah Harus Dengar Masyarakat Adat

Fitri - Kamis, 11 Desember 2025 21:21 WIB
Soroti Bencana Sumatera, Cinta Laura: Pemerintah Harus Dengar Masyarakat Adat
ig@claurakiehl
Cinta Laura
Kitakini.news - Bencana banjir bandang dan longsor di sebagian Pulau Sumatera menyisakan duka mendalam. Aktris Cinta Laura Kiehl pun merasakannya.

Melansir berbagai sumber, Kamis (11/12/2025), berangkat dari bencana itu, Cinta Laura menyebut ada hal penting yang harus dilakukan pemerintah.

Baca Juga:

Yakni, harus mulai mendengarkan pihak yang sejak lama mampu menjaga keseimbangan alam, yakni masyarakat adat.

"Masyarakat adat sudah sejak lama punya solusi atas krisis lingkungan yang terjadi di Indonesia," tuturnya dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram-nya.

Dengan kata lain, Cinta Laura menyoroti kearifan lokal masyarakat adat yang terbukti efektif menjaga kelestarian hutan dan sumber air, jauh sebelum konsep konservasi modern dikenal.

"Dengan kearifan lokal mereka, hutan tetap hidup, air tetap mengalir, dan tanah tetap subur. Mereka membuktikan bahwa solusi ada di depan mata," katanya.

Nyatanya, Cinta Laura menyayangkan kenyataan di lapangan. Alih-alih didukung, keberadaan dan aturan adat justru sering tersisih oleh kepentingan ekonomi berskala besar.

"Hanya perlu diakui dan didukung. Tapi aturan adat mereka sering dibenturkan dengan kepentingan industri," lanjutnya.

Dalam video tersebut, Cinta Laura juga menyampaikan empat poin tuntutan kepada berbagai pihak.

Salah satunya adalah mendesak pemerintah untuk memberikan ruang dan pengakuan penuh terhadap masyarakat adat.

Ia turut meminta pemerintah menunjukkan komitmen lingkungan lewat tindakan nyata, bukan sekadar janji.

"Perketat regulasi, audit deforestasi secara transparan, pastikan keuntungan sawit dan tambang kembali ke daerah terdampak, dan tegakkan hukum lingkungan secara nyata," tegas Cinta Laura.

Artinya, Cinta Laura menegaskan bencana tersebut tidak bisa dianggap sebagai takdir atau faktor alam semata, melainkan konsekuensi dari kerusakan lingkungan yang terjadi secara masif.

"Banjir ini bukan kutukan langit. Ini hasil dari pilihan manusia. Hutan yang ditebang, tanah yang dikeruk, air yang dicemari," pungkas Cinta Laura.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi "Ummah SE ASEAN" ke-4

Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi "Ummah SE ASEAN" ke-4

Pj Sekda Nias Selatan Minta OPD Percepat Penyerapan Anggaran

Pj Sekda Nias Selatan Minta OPD Percepat Penyerapan Anggaran

Presiden Prabowo Lantik Rocky Gerung Jadi Anggota Wantimpres

Presiden Prabowo Lantik Rocky Gerung Jadi Anggota Wantimpres

13.702 Keluarga Telah Menerima Bantuan Pasca Bencana Sumut

13.702 Keluarga Telah Menerima Bantuan Pasca Bencana Sumut

Rico Waas Suntik Semangat Atlet Medan, KONI Bidik 148 Emas di Porprovsu 2026

Rico Waas Suntik Semangat Atlet Medan, KONI Bidik 148 Emas di Porprovsu 2026

Hari Kesaktian Pancasila di Nias Selatan, Bupati Sokhiatulo Laia Ajak Perkuat Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila di Nias Selatan, Bupati Sokhiatulo Laia Ajak Perkuat Persatuan

Komentar
Berita Terbaru