Rabu, 07 Oktober 2026

Rasidah, Kue Khas Melayu Deli yang Bertabur Bawang Goreng

Fitri - Sabtu, 26 April 2025 16:45 WIB
Rasidah, Kue Khas Melayu Deli yang Bertabur Bawang Goreng
ig@disbudporapar_deliserdang
Kue rasidah
Kitakini.news - Bawang goreng biasanya menjadi tambahan untuk makanan yang relatif asin, asam, atau pedas. Dengan kata kain, bukan untuk kue.

Namun, masyarakat MelayuDeli atau Melayu lainnya, punya pandangan yang berbeda. Mereka menjadikan bawang goreng sebagai tambahan untuk kue basah, namanya rasidah.

Baca Juga:

Melansir berbagai sumber, Sabtu (26/4/2025), kuerasidah ini biasa disajikan untuk lamaran, pernikahan, kenduri, makan hadap-hadapan, dan hidangan Kesultanan Melayu Deli.

Meski begitu, kuerasidah ini juga sangat dikenal masyarakat Melayu lainnya seperti di Tamiang (Aceh), Kepulauan Riau, Semenanjung Malaya, bahkan di Kalimantan.

Dan, di setiap daerah penyebutannya berbeda-beda, ada yang menyebutnya kue rasidah, lasidah, ataupun asidah.

Terlepas dari itu, dari penampilannya kue tradisional ini terlihat sederhana, namun jadi primadona untuk hidangan acara-acara besar karena nilai sejarahnya yang belum pudar sampai sekarang.

Sebenarnya membuat kuerasidah ini cukup mudah dan bisa dibuat sendiri di rumah. Kue rasidah dibentuk menjadi berbagai macam rupa seperti bunga mawar, kotak-kotak, ataupun berbentuk hati.

Bahan untuk membuatnya pun cukup sederhana, yaitu hanya dibutuhkan tepung terigu, bawang merah, minyak dan gula.

Rasanya yang unik perpaduan antara manis dan gurih. Rasa gurih didapat dari taburan bawang goreng yang renyah.

Ya, kuerasidah pada dasarnya adalah kue manis yang ditaburi bawang goreng di atasnya. Ini memberikan rasa manis dan gurih yang jarang kita jumpai pada makanan-makanan khas lainnya.

Meskipun sudah jarang ditemui, masih ada beberapa usaha di Kota Medan yang memproduksi kue rasidah.

Kue tradisional ini masih banyak dibutuhkan, contohnya pada acara besar adat melayu, untuk hantaran pernikahan, hingga dijadikan buah tangan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Sebagai informasi, kue unik satu ini sudah resmi dijadikan warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud pada tahun 2010.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi "Ummah SE ASEAN" ke-4

Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi "Ummah SE ASEAN" ke-4

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Hujan Deras dan Angin Kencang Kepung Sumut, Warga di Lima Daerah Terdampak

Hujan Deras dan Angin Kencang Kepung Sumut, Warga di Lima Daerah Terdampak

Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprovsu Pastikan Ketersediaan Vaksin

Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprovsu Pastikan Ketersediaan Vaksin

Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan

Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan

Polda Sumut Sebut Penahanan Dhody Taher Sesuai Prosedur, Kuasa Hukum Menduga “Dikriminalisasi”

Polda Sumut Sebut Penahanan Dhody Taher Sesuai Prosedur, Kuasa Hukum Menduga “Dikriminalisasi”

Komentar
Berita Terbaru