Selasa, 27 Oktober 2026

Suku Bunga Kredit Bank Turun Terus! OJK Prediksi Tren Positif

Siti Amelia - Jumat, 08 Mei 2026 20:30 WIB
Suku Bunga Kredit Bank Turun Terus! OJK Prediksi Tren Positif
dokumentasi
Ilustrasi

Kitakini.news - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi tren penurunan suku bunga kredit perbankan masih berlanjut seiring pelemahan suku bunga acuan BI Rate dan perbaikan struktur pendanaan bank nasional. Kabar baik ini diharapkan dorong pertumbuhan kredit produktif dan pemulihan ekonomi riil.

Baca Juga:

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, ungkapkan data terbaru: Rerata tertimbang suku bunga kredit Rupiah Maret 2026 hanya 8,76%, turun dari 8,80% (Februari 2026) dan 9,20% (Maret 2025). "Penurunan terbesar di kredit modal kerja dan investasi, sejalan dengan biaya dana rendah dan BI Rate yang turun dari 5,75% jadi 4,75%," jelas Dian.

Penurunan suku bunga DPK Rupiah ke 2,66% ikut dorong tren ini. "Transmisi BI Rate ke suku bunga kredit butuh waktu, tapi diprediksi terus menurun," tegas Dian. Namun, penyesuaian tiap bank tergantung strategi bisnis dan cost of fund (CoF). OJK imbau bank sesuaikan secara bertahap sambil jaga kesehatan rasio keuangan.

Likuiditas perbankan dinilai memadai dukung penyaluran kredit sektor riil, meski ada dinamika global. Pertumbuhan kredit ke depan dipengaruhi ekonomi dan iklim investasi. "Sinergi pemerintah-regulator-industri wajib diperkuat untuk kredit sehat dan produktif," ujar Dian.

Prospek domestik cerah dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 capai 122,89 dan PMI Manufaktur ekspansif di 50,1. "Konsumsi rumah tangga dan manufaktur kuat, dukung pertumbuhan kredit perbankan," tambah Dian.

Hadapi volatilitas global dan rupiah lemah, OJK ketatkan pengawasan individu bank, analisis risiko, dan stress test. "Bank harus identifikasi risiko dini dan mitigasi tepat," pesannya.

Posisi undisbursed loan Maret 2026 Rp2.527,46 triliun, naik 7,35% dari Rp2.354,50 triliun (Maret 2025). Namun, rasio terhadap total kredit turun dari 29,77% jadi 29,19%. "Ini beri ruang besar dukung pembiayaan produktif sektor riil," analisis Dian. Diprediksi turun seiring optimisme usaha.

"Kami yakin perbankan resilien hadapi tantangan. Dengan likuiditas kuat, penurunan suku bunga kredit, dan sinergi kebijakan, intermediasi sehat akan dorong pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Dian optimistis.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
OJK dan BKKBN Sumut Bersinergi Perkuat Literasi Keuangan Keluarga di Deli Serdang

OJK dan BKKBN Sumut Bersinergi Perkuat Literasi Keuangan Keluarga di Deli Serdang

OJK Sumut Dorong Literasi Keuangan ASN dan Budaya Menabung Pelajar di Simalungun

OJK Sumut Dorong Literasi Keuangan ASN dan Budaya Menabung Pelajar di Simalungun

Dukung Ekonomi Keluarga, OJK dan Pemko Tebing Tinggi Perkuat Literasi Keuangan Perempuan

Dukung Ekonomi Keluarga, OJK dan Pemko Tebing Tinggi Perkuat Literasi Keuangan Perempuan

OJK Rilis Hasil RDK Mei 2026: Sektor Jasa Keuangan Tangguh, Kredit Tumbuh Solid, dan Perang Total Terhadap Keuangan Ilegal

OJK Rilis Hasil RDK Mei 2026: Sektor Jasa Keuangan Tangguh, Kredit Tumbuh Solid, dan Perang Total Terhadap Keuangan Ilegal

OJK: 54 Persen Investor Pasar Modal Indonesia Berusia di Bawah 30 Tahun

OJK: 54 Persen Investor Pasar Modal Indonesia Berusia di Bawah 30 Tahun

OJK Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026: Prajurit TNI AL Sumut Dilatih Cerdas Kelola Keuangan dan Hindari Penipuan Digital

OJK Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026: Prajurit TNI AL Sumut Dilatih Cerdas Kelola Keuangan dan Hindari Penipuan Digital

Komentar
Berita Terbaru