Senin, 26 Oktober 2026

PSIS Kalah 1-2 dari PSMS, Widodo C Putro Akui Pertahanan Ayam Kinantan Sulit Ditembus

Widodo C Putro menilai pertahanan kompak PSMS Medan menjadi penghalang utama PSIS Semarang mengejar ketertinggalan meski unggul jumlah pemain.
Sukri - Senin, 26 Oktober 2026 13:30 WIB
PSIS Kalah 1-2 dari PSMS, Widodo C Putro Akui Pertahanan Ayam Kinantan Sulit Ditembus
istimewa
Pelatih PSIS Semarang Widodo C Putro didampingi pemain Fitra Ridwan saat memberikan keterangan kepada wartawan usai laga di kandang PSMS Medan.

Kitakininews.co.id - Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, mengakui soliditas pertahanan PSMS Medan menjadi salah satu faktor utama kegagalan timnya membawa pulang poin dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027. Meski sempat unggul jumlah pemain, Mahesa Jenar tetap harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026) malam WIB.

Baca Juga:

PSIS sebenarnya memiliki keuntungan setelah striker PSMS, Javier Siverio, menerima kartu merah pada menit ke-39. Namun, keunggulan jumlah pemain tersebut tidak cukup untuk membantu tim tamu mengejar ketertinggalan dua gol yang sudah tercipta pada babak pertama.

Widodo mengakui pertandingan berlangsung sengit. PSMS dinilainya mampu menjaga organisasi permainan dengan baik, terutama ketika harus mempertahankan keunggulan setelah kehilangan satu pemain.

"Selamat untuk PSMS Medan yang telah memenangkan pertandingan malam hari ini. Perjalanan pertandingan tadi memang sangat sengit," kata Widodo seusai laga.

Menurut mantan pilar timnas Indonesia tersebut, persoalan utama PSIS bukan terletak pada kurangnya upaya menyerang, melainkan rapatnya barisan pertahanan tuan rumah. PSMS menerapkan pertahanan kompak dan sesekali melancarkan serangan balik yang membuat pemain PSIS harus tetap waspada.

"Kita memang menang jumlah orang, tetapi kedudukan kita sudah 0-2 sehingga kita berusaha mengejar ketertinggalan. PSMS Medan menampilkan permainan yang compact defense. Sesekali mereka melakukan counter," ujarnya.

Widodo menjelaskan, anak asuhnya telah mencoba berbagai cara untuk membongkar pertahanan PSMS. Serangan dibangun melalui kedua sisi lapangan, kombinasi dari tengah, hingga umpan silang dan bola-bola atas.

Namun, berbagai pendekatan tersebut belum mampu menghasilkan gol yang cukup untuk mengubah keadaan.

"Kita sudah berusaha main dari samping, main dari tengah, bahkan crossing, bola atas atau kombinasi bawah. Tapi memang pertahanan lawan sangat kuat," tutur Widodo.

PSMS membuka keunggulan melalui Raihan Utama pada menit ke-22. Tuan rumah kemudian menggandakan skor melalui Javier Siverio pada menit ke28 sebelum akhirnya diusir keluar lapangan menit ke-39

Dalam situasi tersebut, PSMS lebih banyak mengandalkan kedisiplinan bertahan untuk meredam tekanan PSIS. Strategi tersebut terbukti efektif karena tim tamu baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90+8 melalui Fitra Ridwan.

Widodo menilai kemampuan mencetak gol sejak awal pertandingan menjadi aspek yang perlu diperbaiki PSIS. Menurutnya, tim tidak bisa hanya berharap mencetak gol ketika pertandingan mendekati akhir.

"Bagaimana kita berusaha untuk menciptakan gol bukan hanya di akhir, tetapi dari awal. Banyak mungkin dari kombinasi passing atau kombinasi finishing. Tapi itu sering kita lakukan. Memang tadi compact defense PSMS sangat kuat," katanya.

Terkait sejumlah keputusan wasit yang mewarnai pertandingan, Widodo memilih tidak terburu-buru memberikan penilaian. Ia mengaku perlu melihat rekaman pertandingan terlebih dahulu sebelum menyampaikan komentar lebih jauh.

"Saya juga harus lihat video-video dulu, baru saya bisa komentar. Nanti saya terlanjur komentar, ternyata offside," ujarnya.

Sementara itu, pemain PSIS, Fitra Ridwan, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut. Ia menyebut timnya datang ke Medan dengan target membawa pulang poin, tetapi harus menerima kekalahan setelah gagal menembus pertahanan tuan rumah.

"Kecewa, karena kita target ambil poin di sini. Tapi ke depan kita harus fokus untuk di home. Insyaallah kita target ke depan," kata Fitra.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi PSIS untuk memperbaiki efektivitas serangan dan penyelesaian akhir. Di sisi lain, kemenangan PSMS memperlihatkan bahwa organisasi pertahanan dan kedisiplinan mampu menjadi penentu ketika sebuah tim harus bermain dalam situasi yang tidak ideal.

Hasil tersebut membuat PSMS MEdan hingga pekan ke-7 berada di posisi runner-up sementara dengan 14 poin, sedangkan PSIS terpaksa turun ke peringkat ke-4 tetap dengan 10 poin.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rangga Muslim Bersyukur PSMS Bisa Cetak Dua Gol dan Amankan Kemenangan 2-1 Atas PSIS Semarang

Rangga Muslim Bersyukur PSMS Bisa Cetak Dua Gol dan Amankan Kemenangan 2-1 Atas PSIS Semarang

PSMS Medan Menang Dramatis 2-1 atas PSIS, Eko Purdjianto Soroti Kartu Merah

PSMS Medan Menang Dramatis 2-1 atas PSIS, Eko Purdjianto Soroti Kartu Merah

PSMS Cetak Banyak Gol di Kandang, Fabiano Beltrame Tetap Bidik Nirbobol untuk PSIS

PSMS Cetak Banyak Gol di Kandang, Fabiano Beltrame Tetap Bidik Nirbobol untuk PSIS

Widodo C Putro Waspadai Agresivitas PSMS Medan, PSIS Datang dengan Target Maksimal

Widodo C Putro Waspadai Agresivitas PSMS Medan, PSIS Datang dengan Target Maksimal

Eko Purdjianto Waspadai Cadenazzi, Pengalaman Bersama Widodo Jadi Bekal PSMS Medan Hadapi PSIS

Eko Purdjianto Waspadai Cadenazzi, Pengalaman Bersama Widodo Jadi Bekal PSMS Medan Hadapi PSIS

Jamu PSIS Semarang, PSMS Medan Andalkan Tuah Kandang dan Dukungan Suporter

Jamu PSIS Semarang, PSMS Medan Andalkan Tuah Kandang dan Dukungan Suporter

Komentar
Berita Terbaru