Ambisi Smelter Kedua di Mempawah dan Kemandirian Alumina
Kitakini.news - Kebutuhan aluminium nasional saat ini mencapai 1,2 juta ton per tahun. Dengan kapasitas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (INALUM) di Kuala Tanjung yang diproyeksikan mencapai sekitar 300.000 ton, masih terdapat defisit yang signifikan. Untuk menutup kesenjangan ini, INALUM memiliki target ambisius untuk membangun smelter kedua di Mempawah, Kalimantan Barat.
Baca Juga:
Pemilihan Mempawah sebagai lokasi smelter kedua bukan tanpa alasan. "Kita harus bangunnya di Mempawah, karena di situlah ada bahan bakunya, listriknya juga bisa terpenuhi dengan, ya, harus (menggunakan) batu bara," ungkap Farzah kepada wartawan di Medan, Rabu (16/7/2025).
Smelter kedua ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 600.000 ton aluminium, sehingga total produksi nasional dari kedua smelter bisa mencapai 900.000 hingga 1 juta ton aluminium per tahun. Target ini diharapkan dapat membawa Indonesia menuju swasembada aluminium.
Seiring dengan pembangunan smelter kedua, sambungnya, kebutuhan alumina sebagai bahan baku utama juga akan meningkat drastis. Jika total produksi aluminium mencapai 900.000 ton, maka diperlukan sekitar 1,8 juta ton alumina.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, INALUMsebagai anggota MIND ID akan membangun fasilitas pemurnian bauksit menjadi alumina yang kedua, yaitu SG2 (Smelter Grade Alumina Refinery 2).
Saat ini, Indonesia telah memiliki SG1 yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun, sebuah terobosan teknologi karena sebelumnya Indonesia tidak memiliki fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina.
Dengan beroperasinya SG2 yang juga berkapasitas 1 juta ton, total produksi alumina akan mencapai 2 juta ton per tahun. "Target 2028, SG2 sudah selesai," kata Farzah, optimis.
Baik SG2 maupun smelter kedua di Mempawah telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung kemandirian aluminium.
Tembus Pasar Global, INALUM Andalkan Aluminium Hijau Berbasis Energi Air untuk Pikat Dunia
PLTA INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan
Waktunya Puan Menembus Batas Industri Tambang
Genjot Kapasitas Produksi Tiga Lipat, INALUM Kantongi Rating Peringkat Kredit Internasional 'BBB'
Dante Sinaga Divonis 7 Tahun, Penasihat Hukum Soroti Hakim Abaikan Fakta Persidangan