Agar Tak Mencolok, Dua Pelaku Pengedar Narkoba Kirim Paket Ganja ke Tapsel Pakai Becak
Baca Juga:
Petugas Polres Tapanuli Selatan (Tapsel)
mengamankan dua orang pelaku pengedar narkoba jenis Ganja di Kecamatan Angkola
Muaratais. Barang haram tersebut berasal dari Panyabungan, Kabupaten
Mandailingnatal (Madina) menuju Tapsel.
Skenario pengiriman oleh dua pelaku
yakni menggunakan becak motor (betor) dari Madina ke Tapsel, dimana seorang
perempuan berinisial RSR (40) seolah menjadi penumpang dan seorang pria
berinisial HK (37) sebagai pengendaranya.
Petugas mengamankan keduanya di kawasan Desa
Janjimauli, Kecamatan Angkola Muaratais, tepatnya di simpang jalan menuju Pesantren
Modern Baharuddin.
Awalnya kepolisian mendapat informasi
terkait pengiriman barang haram berupa ganja ke wilayah tersebut. Petugas
Satresnarkoba Polres Tapsel pun melakukan penyelidikan hingga menyekat sejumla
titik jalur lintasan yang mereka curigai.
Hasilnya, pada Kamis (30/4/2026) sore,
petugas menghentikan betor dengan gerak gerik orang yang menurigakan. Setelah pemeriksaan,
ditemukan satu paket ganja dalam kemasan kardus dan berbungkus plastik seberat
3 Kg.
Dari penangkapan itu, petugas
mendapatkan modus keduanya yakni RSR sebagai pembeli ganja untuk dijual kembali
di daerah tujuan. sementara HK berperan sebagai pengendara betor pengangkut
barang haram tersebut.
Kasat Narkoba Polres Tapsel, AKP Philip
Antonio Purba mengatakan bahwa keduanya menyusun skenario pengiriman dari
Kecamatan Panyabungan, Madina ke tempat tujuan di Kecamatan Angkola Muaratais,
Tapsel.
"Perempuan ini berperan sebagai
pengendali barang. Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan
di atasnya," ujar AKP Philip.
Philip menyebutkan, pelaku memperoleh
ganja dari seorang pemasok di wilayah Kecamatan Panyabungan dan berencana
menjualnya dengan harga tinggi di kawasan tersebut.
"Pelaku mengaku membeli ganja tersebut
dengan harga Rp900 Ribu per kilogram, dan rencananya akan mereka jual dengna
harga Rp1,3 Juta per kilogram kepada si pemesan,"
Dari pola ini, Philip mengatakan bahwa
pelaku menggunakan modus menggunakan betor dan mengelabui petugas. Sebab dianggap
tidak mencolok.
"Mereka mencoba memanfaatkan saran transportasi lokal untuk menghindari kecurigaan petugas," pungkasnya.
Berbagi Kepada Sesama, Begini Aksi Jajaran Satresnarkoba Polres Tapsel
Soedeson Tandra Anggota DPR RI Apresiasi Polres Tapsel atas Kasus Dugaan Pelecehan dan Pembunuhan
Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Peredaran 58 Gram Paket Ganja
Bangun Sinergi, Polres Tapsel Silaturahmi Bersama Insan Pers
Diduga Gegara Warisan, Pria di Arse Tapsel Aniaya Abang Kandung Hingga Tewas