Selasa, 06 Oktober 2026

Diduga Usai Konsumsi Racun Rumput, Remaja di Batangtoru Tewas

Efendi Jambak - Kamis, 07 Mei 2026 14:00 WIB
Diduga Usai Konsumsi Racun Rumput, Remaja di Batangtoru Tewas
Teks foto : Pihak kepolisian di rumah duka. (Dok Humas Polres Tapsel)

Kitakini.news - Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun, AAS, meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi racun rumput jenis herbisida di rumah nenek angkatnya di Desa Wek IV, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:

Kapolsek Batangtoru, AKP PM Siboro, menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui pada pagi hari saat korban mengeluhkan sakit hebat di bagian perut kepada nenek angkatnya.

"Korban sempat mengeluh sakit perut, sehingga neneknya berupaya memberikan pertolongan awal, namun kondisi korban terus memburuk," ujar AKP Siboro.

Menurutnya, kepanikan keluarga semakin bertambah setelah menemukan botol herbisida dan minyak makan dalam kondisi isi kedua cairan tersebut diketahui telah berkurang cukup banyak.

Dalam kondisi lemah namun masih sadar, korban sempat meminta susu dan beberapa kali menyiram tubuhnya dengan air karena mengaku kepanasan.

Tak lama kemudian, keluarga membawa korban ke Puskesmas Batangtoru menggunakan becak.

"Dari keterangan tenaga medis, saat diperiksa korban masih sadar dan mengaku telah meminum racun karena merasa pikirannya sumpek, namun motif pastinya masih belum dapat dipastikan," kata Siboro.

Karena kondisinya terus menurun korban dirujuk ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk mendapat penanganan intensif, akan tetapi nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.30 WIB.

Polisi yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti, termasuk satu botol herbisida, minyak makan, serta kaleng susu yang diduga dikonsumsi korban setelah kejadian.

Selain itu, keterangan saksi menyebutkan korban dalam dua pekan terakhir terlihat sering gelisah dan murung.

"Indikasi sementara mengarah pada tindakan bunuh diri, namun kami tetap mengedepankan pendalaman berdasarkan keterangan saksi dan fakta di lapangan," lanjutnya.

Diketahui, korban selama tujuh tahun terakhir diasuh oleh nenek angkatnya karena keterbatasan ekonomi orang tua kandung yang harus menanggung delapan anak. Meski tinggal terpisah, jarak rumah orang tua dan nenek korban masih berada dalam satu desa.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gagalkan Peredaran Narkoba, Polres Tapsel Sikat 2 Pria di Muara Batang Toru

Gagalkan Peredaran Narkoba, Polres Tapsel Sikat 2 Pria di Muara Batang Toru

Terkait Pemberitaan Persoalan Penganiyaan, Ini Klarifikasi Kapolsek Batangtoru

Terkait Pemberitaan Persoalan Penganiyaan, Ini Klarifikasi Kapolsek Batangtoru

Kapolres Tapsel Pimpin Sertijab Kapolsek Batang Toru

Kapolres Tapsel Pimpin Sertijab Kapolsek Batang Toru

Aksi Curanmor di Sibabangun Terbongkar, Pelaku Berasal Dari Tapsel

Aksi Curanmor di Sibabangun Terbongkar, Pelaku Berasal Dari Tapsel

Petugas Temukan Korban Terakhir dari Longsor di Batangtoru Tapsel

Petugas Temukan Korban Terakhir dari Longsor di Batangtoru Tapsel

Petugas Temukan Satu dari Dua Korban Longsor Batangtoru

Petugas Temukan Satu dari Dua Korban Longsor Batangtoru

Komentar
Berita Terbaru