Mengejutkan, Studi Sebut Indonesia Lebih Sejahtera dari Jepang
Melansir berbagai sumber, Selasa (6/5/2025), adalah survei bertajuk Global Flourishing Study (Studi Kemakmuran Global) yang menyebutkan hal itu.
Baca Juga:
Tyler VanderWeele, salah satu penulis studi dan peneliti di Harvard University, mengungkap hasil studi memang cukup mengejutkan.
"Meskipun negara-negara yang lebih kaya dan maju memang melaporkan hal-hal yang lebih tinggi seperti keamanan finansial dan juga evaluasi hidup...mereka tidak melaporkan hal yang sama tingginya dalam hal makna, hubungan, dan karakter pro-sosial," kata VanderWeele.
Nyatanya, survei dilakukan selama lima tahun dengan melibatkan lebih dari 200 ribu partisipan dari 23 negara dan wilayah.
Peneliti menanyakan faktor-faktor yang dianggap membentuk ukuran holistik dari kemakmuran yakni, kesehatan fisik dan mental, kebahagiaan dan kepuasan hidup, keamanan finansial, hubungan sosial, karakter, makna dan tujuan hidup.
Dari faktor-faktor pembentuk ukuran holistik kemakmuran, kemudian peneliti menurunkannya menjadi sejumlah pertanyaan. Partisipan diminta menjawab pertanyaan dari skala 0-10.
Hasilnya, Indonesia unggul dengan skor 8,47 dari 10. Kemudian disusul Meksiko (8,19), dan Filipina (8,11).
Bahkan sejumlah negara yang dianggap sejahtera pun kalah unggul dibanding Indonesia seperti AS (7,18), Inggris (6,88) dan Jepang (5,93).
Temuan ini jelas bertentangan dengan World Happiness Report alias Laporan Kebahagiaan Dunia tahunan yang mengungkapkan negara-negara Eropa cukup mendominasi.
Hanya saja, VanderWeele berkata laporan kemakmuran lebih komprehensif ketimbang laporan kebahagiaan.
Laporan kebahagiaan, kata dia, berdasar pada bagaimana orang mengevaluasi hidup.
"Begitu Anda memperhitungkan aspek-aspek kesejahteraan lainnya, daftarnya benar-benar terlihat berbeda," katanya.
Sebagai informasi, dalam World Happiness Report 2024, Indonesia berada di posisi 80 dari 143 negara.
Sementara itu Finlandia berada di peringkat pertama disusul Denmark, Islandia, dan Swedia.
Sofyan Tan: Cahaya Ada di Hati, Bukan di Mata
Abdul Mu’ti Dorong Model Pendidikan YPSIM Jadi Inspirasi Indonesia
Sebut Pacar Jarang di Indonesia, Aura Kasih: Profesional
Pulang ke Indonesia, Sarah Azhari Mau Comeback di Dunia Hiburan
PQN Medan DigiFest 2026 Resmi Dibuka, Rico Waas Andalkan QRESTO untuk Perkuat Digitalisasi Pajak