Sayangi Rice Cooker, Jangan Lakukan Kebiasaan Ini agar Tak Bau dan Merusak Kualitas Nasi
Maksudnya, kebiasaan buruk inilah yang membuat rice cooker jadi berbau dan merusak kualitas nasi.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Kamis (16/7/2026) rice cooker memang menghadirkan kemudahan menanak nasi. Pun alat elektronik satu ini bisa digunakan untuk mengolah masakan lain.
Di balik kepraktisannya, rice cooker ternyata punya kekurangan. Beberapa pengguna mengeluh mencium bau tak sedap dan hal ini memengaruhi kualitas nasi.
Rupanya tanpa sadar, kebiasaan ini yang menimbulkan bau tak sedap pada rice cooker di rumah. Berikut di antaranya:
1. Letak sendok nasi
Demi kepraktisan, kadang sendok nasi tetap diletakkan di dalam rice cooker setelah digunakan.
Padahal sendok nasi terutama yang dari plastik bisa membuat nasi berbau
2. Lupa buang sisa air
Biasanya rice cooker memiliki sistem penampungan air dari uap selama proses menanak nasi.
Uap yang jadi air ini ditampung dan harus rutin dibuang. Air yang lama tidak dibuang tentu saja menimbulkan bau tak sedap.
Selain itu, air bisa saja terjebak di dalam rice cooker terlebih pada rice cooker yang lama tidak digunakan.
Sebaiknya selalu pastikan rice cooker dalam keadaan bersih dan kering usai digunakan agar bebas bau dan nasi tidak terpengaruh kualitasnya.
3. Menyimpan nasi terlalu lama
Tak hanya memasak, rice cooker masa kini juga bisa sekaligus menyimpan nasi. Kamu pun bisa menikmati nasi hangat kapan pun.
Hanya saja, menyimpan nasi terlalu lama di rice cooker bisa memunculkan bau tak sedap. Bau bersumber dari fermentasi nasi akibat paparan bakteri tahan panas.
4. Dibiarkan kotor
Saat menanak nasi, kadang ada sisa nasi matang yang tertinggal atau menempel pada rice cooker.
Nasi termasuk pangan berpati atau bertepung sehingga saat dibiarkan akan memicu bau tak sedap akibat proses fermentasi.
5. Diletakkan di tempat yang lembap
Bau tak sedap dari rice cooker bisa jadi karena rice cooker diletakkan di tempat yang lembap atau sirkulasi udaranya kurang lancar.
Rice cooker bakal terpapar udara lembap yang terkontaminasi bakteri dan jamur. Kondisi ini makin parah kalau kamu meletakkannya di rak tertutup atau dekat wastafel.
Jamur dan bakteri pun mendapat tempat berkembang biak yang sempurna. Lama-kelamaan tercium bau apek atau basah yang tak sedap.
Bunda PAUD Gunungsitoli Kunjungi KB Kasih Karunia, Dorong Pendidikan dan Kesehatan Anak Usia Dini
Fraksi Nasdem dan Ribuan Masyarakat Dukung Usulan Friedrich Silaban jadi Pahlawan Nasional
PQN Medan DigiFest 2026 Resmi Dibuka, Rico Waas Andalkan QRESTO untuk Perkuat Digitalisasi Pajak
Goyang Kaki Bukan Sekadar Malas, Ini Kepribadian Orang yang Suka Begitu
Kepala Bapenda Medan Hadiri Paripurna DPRD, Simak Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo