Pemerintah dan NU Umumkan 1 Ramadan Jatuh pada Selasa 12 Maret, Muhammadiyah Sehari Lebih Cepat
Baca Juga:
Ketetapan pemerintah perihal 1 Ramadan 1445 H ini berbeda dengan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan 1445 H pada Senin, 11 Maret 2024.
Ketetapan inipun disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti pada Sabtu, 20 Januari 2024 melalui Konferensi Pers di Kantor PP Muhammadiyah.
Muhammad Sayuti menjelaskan, keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki. Dia berharap Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1445 Hijriyah ini dapat diikuti oleh seluruh umat Muhammadiyah.
Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan awal Ramadan 1445 Hijriah pada 12 Maret 2024.
Ketetapan ini disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang disiarkan secara daring melalui YouTube TVNU, Minggu, (10/3/2024).
PBNU melaporkan, hasil itu berdasarkan laporan tim di 38 titik seluruh Indonesia sesuai perhitungan hisab. PBNU menyatakan bahwa ketinggian bulan menurut hasil hisab masih sangat kecil yaitu 0 derajat 30 menit.*
Gus Kikin Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031 Lewat Musyawarah AHWA
Rangkayo Minang Indonesia Satukan Sejarah, Islam dan Kepemimpinan dalam Dua Seminar Internasional
Yahdi Khoir: Masjid Muhammadiyah Harus Tampil Etalase Terdepan Pemberdayaan Umat
Pemko Medan Raih Anugerah Program Ekonomi Terpuji detikSumatera Awards 2026 Lewat Digitalisasi Pajak
Viktor Silaen: Jangan Politisasi Bantuan Bobby Untuk Korban Puting Beliung di Medan Johor