Tim SAR Belum Temukan 3 Penumpang Minibus Terjun ke Sungai di Pakpak Bharat
Kitakini.news -Memasuki hari ketiga operasi pencarian korban kecelakaan mobil minibus yang terjun ke Sungai Lae Kombih di Kabupaten Pakpak Bharat, Tim SAR Gabungan masih belum menemukan ketiga korban penumpang minibus yang hilang.
Baca Juga:
Meski belum membuahkan hasil, uaya pencarian terhadap 3 orang penumpang mobil minibus tersebut masih terus dilakukan.
Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan mengalami kesulitan karenakondisi medan yang sulit dan arus yang deras menjadi tantangan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika melalui Danru Tim Alpha Basarnas Medan,l saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/4/2025), mengatakan pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan cara pengarungan menggunakan perahu Rafting milik Satgas SAR Subulussalam.
Selain itu, penyisiran juga dilakukan dengan menggunakan drone dan Scouting darat disepanjang bibir tebing.
"Kondisi medan sulit dan arus sungai yang deras menjadi tantangan pencarian. Hari ketiga petugas pencarian yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satgas SAR, Relawan dan masyarakat sekitar dibagi dalam 3 tim," ujarnya.
Sebelumnya minibus berwarna hitam jenis Avanza dengan Nomor Polisi D 1217 SHJ berpenumpang 3 orang berangkat dari Kota Sinabang, Provinsi Aceh menuju Provinsi Jambi.
Bermaksud memandu mobil Ambulance yang membawa jenazah rekan mereka ke rumah duka di kota Jambi. Namun naas, saat berada dalam perjalanan tepatnya di jalan lintas Sumatera Utara di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe, Kabupaten Pakpak Bharat, diduga kendaraan hilang kendali dan terjun ke dalam sungai berarus deras di dasar jurang. (**)
Harga Cabai Merah Turun, Ayam Potong Melonjak di Medan
Cegah Transfer Pricing, OJK Lantik Henry Rialdi Jadi Deputi Komisioner BMKS Judul Alternatif
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sarudik, Buru Jaringan Pemasok
Pasokan Anjlok Dampak Liburan, Harga Cabai Merah dan Tomat di Medan Melesat
Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Pasar Keuangan RI Dibayangi Risiko Inflasi dan Pelemahan Rupiah