Rabu, 07 Oktober 2026

Petani Karo Keluhkan Melambungnya Harga Pupuk non Subsidi

Heru - Rabu, 07 Oktober 2026 20:37 WIB
Petani Karo Keluhkan Melambungnya Harga Pupuk non Subsidi
(Kitakininews/Heru Soesilo)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai Golkar, Frans Dante Ginting

Kitakininews.co.id -Mahalnya harga pupuk non subsidi dan terbatasnya kuota pupuk bersubsidi terus dikeluhkan para petani di Kabupaten Karo.Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu musim tanam dan meningkatkan risiko petani mengalami gagal tanam, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pupuk.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Frans Dante Ginting kepada wartawan di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (7/10/2026).

Dante mengungkapkan, keluhan tersebut antara lain datang dari petani Desa Biak Nampe, Desa Kuta Sudah, Kecamatan Munte, serta petani Desa Rumamis, Kecamatan Barusjahe, akibat sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi dan mahalnya harga pupuk non subsidi yang dinilai semakin membebani biaya produksi.

"Mahalnya harga pupuk non subsidi serta sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi setiap musim pemupukan atau musim tanam menjadi ancaman serius bagi petani Karo. Karena itu, para petani berharap Pemkab Karo, Pemprovsu dan Pemerintah Pusat segera mengatasi keluhan mereka," pinta Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut ini

Menurut politisi Partai Golkar Sumut itu, pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan usaha tani masyarakat. Salah satunya dengan menambah kuota pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan petani sekaligus memastikan distribusinya sampai kepada petani tepat waktu.

"Petani berharap pemerintah bisa menurunkan harga pupuk non subsidi yang begitu mahal, sekaligus menambah kuota pupuk bersubsidi. Penyalurannya juga harus tepat waktu sehingga tidak mengganggu masa tanam," imbuhnya.

Frans Dante juga menegaskan, persoalan ketepatan waktu penyaluran tidak kalah penting dibandingkan jumlah kuota pupuk. Sebab, pupuk bersubsidi yang baru diterima setelah masa tanam atau pemupukan berlangsung tidak lagi memberikan manfaat maksimal bagi petani.

"Permasalahan yang dihadapi para petani, pupuk bersubsidi kerap datang setelah masa tanam. Padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan pada masa persiapan dan awal tanam agar dapat dimanfaatkan secara optimal," tandasnya.

Wakil rakyat dari Dapil Sumut XI meliputi Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pupuk petani Karo secara menyeluruh, mulai dari penetapan kuota, mekanisme distribusi hingga ketepatan waktu penyaluran.

Menurutnya, ketersediaan pupuk yang terjangkau dan tepat waktu sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian Karo sekaligus mencegah petani semakin terbebani biaya produksi. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Langganan Banjir, Pemkab Deli Serdang Didesak Segera Normalisasi Drainase di Perumnas Mandala

Langganan Banjir, Pemkab Deli Serdang Didesak Segera Normalisasi Drainase di Perumnas Mandala

Pemprovsu Siap Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Hasil Reses DPRD Sumut

Pemprovsu Siap Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Hasil Reses DPRD Sumut

Viktor Silaen Apresiasi Bobby Bangun Ruas Jalan Toba-Labura

Viktor Silaen Apresiasi Bobby Bangun Ruas Jalan Toba-Labura

KAMMI Sumut Bantah Aksi yang Mengatasnamakan Organisasi

KAMMI Sumut Bantah Aksi yang Mengatasnamakan Organisasi

Sawah Produktif Menyusut, Bupati Nisel Minta Data LP2B Dimatangkan

Sawah Produktif Menyusut, Bupati Nisel Minta Data LP2B Dimatangkan

KAMMI Desak Kejatisu Periksa Anggaran Sosper dan Wasbang Dua Legislator PKS

KAMMI Desak Kejatisu Periksa Anggaran Sosper dan Wasbang Dua Legislator PKS

Komentar
Berita Terbaru