Tokoh Masyarakat dan Pemuda Dairi Dukung Persetujuan AMDAL PT Dairi Prima Mineral
Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan kepastian investasi dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Dairi. Sebelumnya, aspirasi serupa juga telah disampaikan langsung kepada pihak Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta pada awal tahun lalu.
Baca Juga:
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Pakpak Indonesia (PPI) Kabupaten Dairi,Hakimuddin Kudadiri, mengapresiasi keputusan pemerintah yang dinilai mendengarkan aspirasi mayoritas masyarakat di wilayah lingkar tambang.
"Kami bersyukur Menteri Lingkungan Hidup mendengarkan suara mayoritas masyarakat di lingkar tambang. Dengan terbitnya persetujuan AMDAL ini, kami berharap perusahaan dapat segera beroperasi sehingga manfaat ekonomi dan peluang kerja bagi masyarakat bisa segera dirasakan," ujar Hakimuddin Kudadiri, Kamis (15/5/2026).
Sementara itu, Ketua Harian Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat se-Kabupaten Dairi,Aslim Padang, menilai keputusan KLH telah melalui proses yang terbuka dan sesuai mekanisme.
Menurut Aslim, masyarakat telah memperoleh penjelasan langsung mengenai substansi utama Adendum AMDALPT Dairi Prima Mineral melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Dairi dan pihak perusahaan.
"Sosialisasi mengenai Adendum AMDAL yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi bersama perusahaan telah dilaksanakan di beberapa lokasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan secara terbuka mengenai potensi dampak tambang serta langkah-langkah mitigasi risiko untuk mencegah dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam proses sosialisasi menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan pemahaman bersama terkait rencana operasional perusahaan.
Aslim Padang juga menyebut masyarakat memperoleh penjelasan terkait sistem pengelolaan limbah tambang yang menjadi perhatian utama warga di wilayah lingkar tambang.
"Dalam sosialisasi AMDAL disampaikan bahwa sudah tidak ada lagi rencana pembangunan bendungan tailing besar atau Tailings Storage Facility (TSF) seperti konsep sebelumnya. Dalam penjelasan sosialisasi disampaikan bahwa tailing akan diolah dan dimasukkan kembali ke dalam lubang tambang sebagai bagian dari sistem pengelolaan yang baru," ujarnya.
Selain aspek lingkungan, masyarakat juga mendapatkan pemaparan mengenai rencana konstruksi proyek, peluang pengadaan barang dan jasa lokal, rekrutmen tenaga kerja, serta program Corporate Social Responsibility (CSR) dan pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan perusahaan.
Tokoh masyarakat lingkar tambang,Lamhot Boangmanalu, turut menyampaikan dukungannya terhadap persetujuan AMDALPT Dairi Prima Mineral dan mengapresiasi keterbukaan perusahaan dalam proses sosialisasi kepada masyarakat.
"Saya melihat selama dua hari kegiatan sosialisasi di desa-desa lingkar tambang, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Peserta yang hadir juga mewakili masyarakat dari beberapa kecamatan dan puluhan desa," ungkap Lamhot Boangmanalu.
Di akhir pernyataannya, para tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal operasional perusahaan agar tetap berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
"Selanjutnya mari kita bersama-sama mengawal keberadaan perusahaan ini dan memastikan mereka taat terhadap aturan dan peraturan yang berlaku. Kami percaya pengawasan masyarakat tetap penting agar kegiatan pertambangan berjalan secara bertanggung jawab. Menolak tambang bukan solusi untuk membantu pembangunan di Dairi. Yang diperlukan adalah memastikan investasi berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan tetap menjaga lingkungan," ujar Aslim Padang.
Masyarakat berharap dengan terbitnya persetujuan AMDAL tersebut, investasi PT Dairi Prima Mineral dapat segera berjalan dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dairi dengan tetap mengedepankan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Walhi Sumut Duga Ada Transaksi di Balik Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Lingkungan
PGN Gelar Aksi Bersih Pantai, 1,1 Ton Sampah Terangkat dari Tanjung Pasir Banten
Kereta Gantung Gunung Rinjani Tunggu Validasi Amdal
Minibus Bermuatan BBM Terbakar di Dairi, Dua Orang Luka-Luka
PGN Group Rayakan Idul Adha dengan Membagikan 955 Hewan Kurban untuk Masyarakat