Sabet IMT-GT Green City Award 2026, Medan Diakui Unggul dalam Ekonomi Sirkular
Kitakininews.co.id - Kota Medan mengukuhkan komitmennya dalam pembangunan berwawasan lingkungan setelah meraih penghargaan internasional IMT-GT Green City Award kategori Gold Circular Economy and Resource Efficiency.
Baca Juga:
- Bapenda Medan Perluas Digitalisasi Pajak Restoran, Agha Novrian Tinjau Pendaftaran QRESTO di Fountain
- Rico Waas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa Medan, Maksimal Rp6 Juta per Semester
- Redam Ego Kepemimpinan Dwi Tunggal, Rico Waas Tegaskan Kepala Daerah dan Wakil Harus Rukun Demi Rakyat
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian pada acara Gala Dinner Ministerial Meeting IMT-GT ke-32 di JW Marriott Hotel Medan, Rabu (9/9/2026) malam.
Apresiasi tingkat regional kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand ini diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam mendorong pembangunan kota yang inklusif, hijau, serta tangguh terhadap perubahan iklim melalui pengelolaan efisiensi sumber daya dan sampah.
Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa capaian ini menjadi dorongan moral bagi Pemko Medan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lingkungan hidup di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.
Sesi penganugerahan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari tiga negara tetangga, di antaranya Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah, Gubernur Perlis Abu Bakar Hamzah, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Sasithorn Palattadej.
Tito Karnavian dalam sambutannya mendorong agar kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) menghasilkan program dan proyek nyata, bukan berhenti pada forum pertemuan. Menurutnya, hal itu sejalan dengan semangat awal pembentukan IMT-GT pada 1993 serta keterlibatan Asian Development Bank (ADB) sebagai mitra pembangunan daerah sejak 2007.
"IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi sebuah platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Tito.
Tito juga menyebut 10 provinsi di Indonesia yang berada di Sumatera dan tergabung dalam IMT-GT memiliki potensi besar. Kedekatan geografis Indonesia, Malaysia, dan Thailand dinilai dapat menjadi modal untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing di tingkat dunia.
Tito turut mengapresiasi Gubernur Sumut Bobby Nasution sebagai tuan rumah pelaksanaan forum. Ia menilai Sumatera Utara telah memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu dari Malaysia dan Thailand.
"Saya tahu Anda telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini. Sekali lagi saya berterima kasih," sebut Tito.
Sementara itu, Bobby Nasution mengharapkan forum IMT-GT menghasilkan langkah konkret berupa penurunan hambatan lintas batas, realisasi proyek dan investasi, serta peningkatan nilai tambah ekonomi sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Bobby mengatakan IMT-GT menjadi forum strategis untuk mengubah kedekatan geografis Indonesia, Malaysia, dan Thailand di kawasan Selat Malaka menjadi keunggulan ekonomi bersama. Sejalan dengan visi Tahun 2036, kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun subkawasan yang semakin terintegrasi, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Pembahasan Chief Ministers' and Governors' Forum (CMGF) ini menegaskan perlunya IMT-GT bergerak dari agenda kerja sama menuju implementasi yang terukur dan berdampak. Mendorong integrasi agenda hijau, proyek siap investasi khususnya pengelolaan sampah dan ekonomi dengan mobilitas rendah karbon, efisiensi energi serta ketahanan banjir," ujar Bobby.
Bobby juga menyampaikan kesiapan Sumatera Utara memperkuat perannya dalam IMT-GT melalui penyelarasan prioritas, penyiapan proyek siap investasi, dan kolaborasi lintas sektor. Manfaat kerja sama diharapkan tercermin melalui penguatan konektivitas pelabuhan dan kawasan ekonomi ke pasar regional hingga peningkatan nilai tambah komoditas.
Bapenda Medan Perluas Digitalisasi Pajak Restoran, Agha Novrian Tinjau Pendaftaran QRESTO di Fountain
Rico Waas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa Medan, Maksimal Rp6 Juta per Semester
Redam Ego Kepemimpinan Dwi Tunggal, Rico Waas Tegaskan Kepala Daerah dan Wakil Harus Rukun Demi Rakyat
Bantu 214 Mahasiswa Prasejahtera Kuliah, Pemko Medan Salurkan Bantuan Pendidikan Hingga Rp6 Juta per Semester
Opsgab Sadar Pajak Kendaraan di Medan Raup Rp118,45 Juta dalam Dua Hari