Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Perkuat Ketahanan Pangan
Kitakininews.co.id -Untuk meningkatkan indeks pertanaman, mempercepat pemanfaatan lahan pertanian, serta memperkuat produksi pangan nasional secara berkelanjutan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, melaksanakan Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026).
Baca Juga:
Kegiatan dilaksanakan serentak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi Lahan Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat Tahun 2025. Sementara di Riau dipusatkan di Desa Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak.
Target Gerakan Tanam Serempak
merealisasi tanam seluas 50.000 hektare sebagai bagian dari upaya percepatan
tanam, peningkatan produktivitas, dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Gerakan Tanam Serempak menjadi langkah
konkret Kementerian Pertanian dalam mempercepat pemanfaatan lahan hasil program
Oplah dan CSR agar segera berproduksi.
Melalui peningkatan indeks pertanaman,
lahan yang sama dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun sesuai
potensi wilayah masing-masing.
Strategi ini menjadi salah satu upaya
penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus meningkatkan
efisiensi pemanfaatan sumber daya pertanian yang tersedia.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti
mengatakan Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan tanam bersama,
melainkan gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan indeks pertanaman,
memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan melalui kolaborasi pemerintah
pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan
petani.
Dikatakannya tujuan utama Gerakan Tanam
Serempak adalah meningkatkan indeks pertanaman sebagai kunci memperkuat
produksi pangan nasional. Dengan meningkatnya frekuensi tanam, lahan hasil
program Oplah dan CSR dapat menghasilkan produksi yang lebih tinggi tanpa harus
bergantung pada perluasan lahan baru.
Dalam menghadapi potensi El Nino,
pemerintah terus memperkuat berbagai langkah mitigasi melalui program
pompanisasi, irigasi perpompaan (Irpom), serta optimalisasi sumber-sumber air
yang tersedia di wilayah pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan
ketersediaan air tetap terjaga sehingga kegiatan tanam dapat berlangsung dan
indeks pertanaman terus meningkat meskipun menghadapi ancaman kekeringan.
Arsanti juga mengingatkan pentingnya
pelaporan yang cepat dan akurat terkait realisasi tanam, peningkatan indeks
pertanaman, serta berbagai kendala di lapangan sebagai dasar penyusunan
kebijakan yang tepat sasaran.
Selain mendukung peningkatan indeks
pertanaman, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketersediaan
pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Siak, serta pemerintah daerah dan insan pertanian di berbagai lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak.
Tingkatkan Produktivitas, Pemkab Nias Perkuat Budidaya Cabai Kelompok Tani
Pemprovsu Dorong HKTI Perkuat Peran Petani Dukung Swasembada Pangan
Dinas TPH Sumut Petakan Dampak Erupsi Gunung Sinabung terhadap Sektor Pertanian di Karo
Pemprovsu Optimalkan 21 Daerah Irigasi
Pemkab Nias Selatan Salurkan 121 Bibit Ternak kepada Enam Kelompok