Minggu, 27 September 2026

Tinjau Sekolah Rakyat Medan, Bakom RI Soroti Transformasi Pendidikan Digital

Azzaren - Jumat, 25 September 2026 16:30 WIB
Tinjau Sekolah Rakyat Medan, Bakom RI Soroti Transformasi Pendidikan Digital
(Edy)
Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Kurnia Ramadhana meninjau suasana belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Jalan Flamboyan, Kota Medan.

Kitakininews.co.id -Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Kurnia Ramadhana, meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, di Jalan Flamboyan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga:

Dalam peninjauan ini, Kurnia memastikan proses belajar mengajar, fasilitas pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa telah berjalan.Suasana belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Jalan Flamboyan, Kota Medan, berlangsung seperti biasa.

Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Kurnia Ramadhana, meninjau sejumlah fasilitas, sekaligus melihat langsung proses pembelajaran di tingkat SD, SMP, hingga SMA, Jumat (25/9/2026).

Dari hasil peninjauan, Kurnia menilai fasilitas sekolah sudah baik dan kegiatan belajar mengajar telah berjalan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi digital, melalui layar interaktif pintar yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Deputi lll BAKOM RI Kurnia Ramadhana mengatakan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan sudah mulai belajar dengan transfornasi digital menggunakan layar pintar interaktif.

"Setelah tadi kita melihat dan meninjau, fasilitasnya sudah sangat baik. Proses belajar mengajar juga sudah berjalan. Dan tadi waktu melihat sekolah SD, SMP, dan SMA juga sudah sejalan dengan amanah dari Presiden, bahwa harus ada transformasi pendidikan ke ranah digital. Maka dari itu, ada layar pintar interaktif yang tadi sudah digunakan oleh siswa-siswa di Sekolah Rakyat Medan," paparnya.

Tak hanya fasilitas pendidikan, Sekolah Rakyat juga menyediakan asrama, makanan, dan berbagai fasilitas penunjang untuk memenuhi kebutuhan siswa selama menjalani pendidikan.

Kurnia menyebut, program Sekolah Rakyat ditujukan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya mereka yang berada dalam desil satu dan dua.

Hingga kini, Sekolah Rakyat telah tersebar di lebih dari 180 titik di Indonesia. Lebih dari 90 di antaranya telah berstatus bangunan permanen, dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 44 ribu orang.

"Poin yang sangat penting di pemerintahan Presiden Prabowo, secara tegas menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat ini harus menjadi tempat agar anak-anak Indonesia, yang khususnya yang berada dalam desil satu dan desil dua, masih bisa bermimpi, masih bisa belajar sebagaimana anak-anak lainnya," jelasnya.

Bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, sistem pendidikan berasrama menjadi pengalaman baru. Salah satunya dirasakan Aditya Pratama, siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan.

"Jujur agak kaget. Di sini sekolahnya tipe asrama dan yang diutamakan itu kedisiplinan, di mana setiap pagi kami bangun pukul empat. Untuk orang yang belum pernah masuk asrama, tergolong ketat. Terus untuk makanan diberikan tiga kali sehari beserta buah-buahan. Untuk saya dari keluarga yang kurang mampu, sudah bersyukur sekali berada di sini," terang Aditya.

Peninjauan Bakom Pemerintah RI ini menjadi bagian dari pemantauan langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat di daerah.

Program Sekolah Rakyat sendiri diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dengan dukungan fasilitas pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar, program ini diharapkan dapat membantu memutus hambatan akses pendidikan yang selama ini dihadapi sebagian masyarakat.(**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan

Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan

“Jangan Berhenti, Pak”: Kisah di Balik Buku yang Diluncurkan di Usia 67 Tahun Sofyan Tan

“Jangan Berhenti, Pak”: Kisah di Balik Buku yang Diluncurkan di Usia 67 Tahun Sofyan Tan

Sofyan Tan Ungkap Filosofi Kepemimpinan dari Barongsai: Sehati, Kompak dan Peka terhadap Sesama

Sofyan Tan Ungkap Filosofi Kepemimpinan dari Barongsai: Sehati, Kompak dan Peka terhadap Sesama

Hadapi Persaingan Pendidikan Tinggi, Sofyan Tan Minta PTS Perkuat Kurikulum Berbasis OBE

Hadapi Persaingan Pendidikan Tinggi, Sofyan Tan Minta PTS Perkuat Kurikulum Berbasis OBE

Revitalisasi SDN 078475 Toba’a Telan Anggaran Rp998,9 Juta, LIRA Nias Pantau Progres Pekerjaan

Revitalisasi SDN 078475 Toba’a Telan Anggaran Rp998,9 Juta, LIRA Nias Pantau Progres Pekerjaan

Rico Waas Tegaskan P-APBD Medan 2026 Fokus Banjir, Infrastruktur, Pendidikan dan Medan Utara

Rico Waas Tegaskan P-APBD Medan 2026 Fokus Banjir, Infrastruktur, Pendidikan dan Medan Utara

Komentar
Berita Terbaru