Jumat, 30 Oktober 2026

Jayanti: Saya Bukti Nyata Perjuangan Sofyan Tan

Pekerja Toko Monza Keturunan India
Harizal - Jumat, 30 Oktober 2026 22:31 WIB
Jayanti: Saya Bukti Nyata Perjuangan Sofyan Tan
Jayanti, pegawai toko Monza saat memberikan testimoni di acara serap aspirasi bersama Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, di Aula Universitas Methodist Indonesia (UMI), Tanjung Sari, Medan, Jumat, 30 Oktober 2026. (Foto : Dhini)

Kitakininews.co.id - MEDAN : Air mata Jayanti tak terbendung saat menceritakan perjuangannya menyekolahkan sang anak, Keysa, hingga berhasil mengenyam pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Perempuan keturunan India yang bekerja di toko pakaian bekas atau monza itu mengaku tidak pernah menyangka anaknya bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca Juga:

Kisah haru tersebut disampaikan Jayanti dalam kegiatan serap aspirasi bersama Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, di Aula Universitas Methodist Indonesia (UMI), Tanjung Sari, Medan, Jumat (30/10/2026).

Di hadapan para mahasiswa, orang tua penerima KIP Kuliah, dan undangan yang hadir, Jayanti mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pendidikan yang diterima anaknya sejak duduk di bangku sekolah menengah.

Menurut Jayanti, tiga tahun lalu Keysa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di SMK Sultan Iskandar Muda melalui program anak asuh yang difasilitasi Sofyan Tan. Kini, anaknya kembali mendapat kesempatan Mmelanjutkan pendidikan di Universitas Methodist Indonesia melalui bantuan KIP Kuliah.

Bagi Jayanti, kesempatan tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan harapan besar agar anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.

Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih kepada Sofyan Tan yang dinilainya telah membantu pendidikan anaknya tanpa memandang perbedaan latar belakang suku maupun agama.

"Saya orang tua dari Keysa, pekerjaan saya kerja di toko yang jual pakaian Monza, Pak. Sudah 3 tahun, Pak, anak saya dulu Bapak beri kesempatan untuk sekolah di SMK Sultan Iskandar Muda program anak asuh dan kini dibantu kuliah gratis di Methodist. Terima kasih untuk Bapak Sofyan Tan, karena tidak pernah membeda-bedakan agama dan suku. Sayalah bukti nyatanya, Bapak sudah berjuang membantu anak saya," ungkap Jayanti sambil menangis haru.

Kesaksian Jayanti menjadi salah satu momen emosional dalam pertemuan tersebut. Pengalaman serupa juga disampaikan Martinus Lase, orang tua mahasiswa penerima KIP Kuliah asal Nias.

Martinus mengaku merantau ke Medan sejak usia sekolah menengah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan keempat anaknya, ia bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Di tengah penghasilan yang tidak menentu, Martinus sempat diliputi kecemasan karena belum memperoleh kepastian mengenai kelanjutan pendidikan anaknya, Citra, menjelang dimulainya perkuliahan.

Namun, harapan itu kembali muncul ketika keluarganya menerima pemberitahuan melalui surat elektronik bahwa Citra dinyatakan memperoleh bantuan KIP Kuliah.

"Waktu itu, Senin-nya sudah harus masuk ke kuliah. Anak kami belum ada kabar. Hari Jumat-nya baru datang email 'Selamat anak kami Citra mendapatkan KIP Kuliah'. Wah, senangnya luar biasa. Hari ini betul yang Bapak tadi bilang, kita adalah orang tua yang paling bahagia hari ini," tutur Martinus dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Martinus, kabar tersebut menjadi jawaban atas kegelisahan keluarganya yang selama ini berjuang agar keterbatasan ekonomi tidak menghentikan pendidikan anak-anak mereka.

KIP Kuliah merupakan program bantuan pendidikan pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses perguruan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang memenuhi persyaratan.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Sofyan Tan selaku Anggota Komisi X DPR RIFraksi PDI Perjuangan mendengarkan langsung pengalaman dan aspirasi para orang tua mahasiswa penerima bantuan pendidikan.

Menanggapi kesaksian Jayanti dan Martinus, Sofyan Tan mengingatkan para mahasiswa agar tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah bekerja keras demi pendidikan mereka.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh, tetap tegar menghadapi kesulitan, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat kecil ketika kelak meraih keberhasilan.

Menurut Sofyan Tan, pendidikan harus menjadi kesempatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki masa depan tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

Kegiatan serap aspirasi di Universitas Methodist Indonesia tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia Pendeta Binran Sipayung, Ketua Pelaksana Kegiatan Yayasan Universitas Methodist Indonesia Pendeta James Gurning, M.M., Rektor Universitas Methodist Indonesia Dr. Rumuntal Hutapea, S.Kom., serta Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting, dan Pandapotan Tamba.

Puluhan orang tua mahasiswa penerima KIP Kuliah 2026 di Universitas Methodist Indonesia juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Anak Sempat Gagal Kuliah karena Biaya, Orang Tua Terharu Berkat Perjuangan Sofyan Tan

Anak Sempat Gagal Kuliah karena Biaya, Orang Tua Terharu Berkat Perjuangan Sofyan Tan

Tangis  Haru Orangtua Pecah, Sofyan Tan Bantu Anak Keluarga Miskin Lolos KIP Kuliah

Tangis Haru Orangtua Pecah, Sofyan Tan Bantu Anak Keluarga Miskin Lolos KIP Kuliah

Sofyan Tan: Pekerja Pendukung Operasional Juga Penjaga Pancasila dan Persatuan Bangsa

Sofyan Tan: Pekerja Pendukung Operasional Juga Penjaga Pancasila dan Persatuan Bangsa

Sofyan Tan Bandingkan Budaya Bersih Singapura, Jepang dan Indonesia

Sofyan Tan Bandingkan Budaya Bersih Singapura, Jepang dan Indonesia

Sofyan Tan Ingatkan Dosen: Riset Harus Lahirkan Hak Paten, Jangan Berakhir di Tong Sampah

Sofyan Tan Ingatkan Dosen: Riset Harus Lahirkan Hak Paten, Jangan Berakhir di Tong Sampah

Sembilan Fellow Ashoka Hadir di ST Bhinneka Medan, Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Perubahan

Sembilan Fellow Ashoka Hadir di ST Bhinneka Medan, Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Perubahan

Komentar
Berita Terbaru