Rabu, 23 September 2026

Bantuan Pangan Untuk Stunting Harus Tepat Sasaran

Guruh Ismoyo - Kamis, 16 November 2023 16:47 WIB
Bantuan Pangan Untuk Stunting Harus Tepat Sasaran
Merdeka.com
Ilustrasi: Bantuan Pangan bagi Keluarga Berisiko Stunting di Indonesia harus tepat sasaran.

Kitakini.news - Pemerintah diminta untuk lebih teliti dalam memberikan bantuan pangan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS), hal ini untuk menjaga agar bantuan tersebut tidak salah sasaran.

Baca Juga:

"Bantuan pangan yang diberikan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) sebagai salah satu upaya percepatan penurunan angka Stunting di titik hulu. Maka harus dipastikan penerimanya tidak salah sasaran," kata Anggota Komisi IX DPR-RI Netty Prasetiyani Aher kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/11/2023).

Menurut Netty, dengan bantuan pangan tersebut diharapkan terjadi perbaikan gizi keluarga. Sehingga remaja calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang memiliki balita dalam keluarga terpenuhi kebutuhan gizinya.

"Dengan demikian bantuan pangan tersebut harus dikonsumsi oleh anggota keluarga, jangan dijual atau salah sasaran diterima oleh keluarga yang tidak membutuhkan," tegasnya.

Berdasarkan Pemutakhiran Data Keluarga Indonesia tahun 2022, terdapat 13,5 juta lebih keluarga berisiko Stunting di Indonesia.

"Dalam penyaluran bantuan, pemerintah harus menggandeng berbagai unsur agar dapat memantau pangan tersebut dikonsumsi oleh orang yang tepat. Libatkan Pembina Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) atau kader KB serta tokoh masyarakat sekitar," imbuhnya.

Selain memberikan bantuan pangan tinggi gizi, Netty juga meminta pemerintah fokus pada penanganan Stunting di titik hulu.

"Program pencegahan Stunting harus fokus kepada calon pengantin putri dan laki-laki dengan menggencarkan edukasi dan sosialisasi. Para penghulu dan penceramah nikah dapat dilibatkan dengan menyampaikan muatan ceramah tentang risiko Stunting dan cara pencegahannya," paparnya.

Netty juga meminta agar anak-anak yang sudah Stunting tidak hanya diberikan bantuan pangan. "Anak yang sudah Stunting tidak bisa diatasi hanya dengan memberikan bantuan pangan, akan tetapi harus dengan pemberian pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) dan pangan olahan untuk diet khusus (PDK) yang seharusnya disediakan dan didistribusi oleh pemerintah melalui Puskesmas," tandasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sofyan Tan: Pangan Organik Bukan Tren, tapi Upaya Menjaga Bumi dan Manusia

Sofyan Tan: Pangan Organik Bukan Tren, tapi Upaya Menjaga Bumi dan Manusia

Turnamen 3x3 ST Bhinneka Bertabur Beasiswa, Sofyan Tan Bicara Olahraga dan Masa Depan Anak Muda

Turnamen 3x3 ST Bhinneka Bertabur Beasiswa, Sofyan Tan Bicara Olahraga dan Masa Depan Anak Muda

Dari Body Combat hingga Funwalk, Sofyan Tan Kampanyekan Tubuh Bugar dan Persahabatan

Dari Body Combat hingga Funwalk, Sofyan Tan Kampanyekan Tubuh Bugar dan Persahabatan

Sofyan Tan: Kampus Megah Ibarat Mercedes-Benz, Kuncinya Ada pada Kualitas Dosen

Sofyan Tan: Kampus Megah Ibarat Mercedes-Benz, Kuncinya Ada pada Kualitas Dosen

Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah

Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah

Anak Kepulauan Nias Jadi Lulusan Terbaik, Darni Gulo Buktikan KIP Kuliah Aspirasi Sofyan Tan Buka Jalan Masa Depan

Anak Kepulauan Nias Jadi Lulusan Terbaik, Darni Gulo Buktikan KIP Kuliah Aspirasi Sofyan Tan Buka Jalan Masa Depan

Komentar
Berita Terbaru