Persija Anggap Remeh Keangkeran Stadion Utama Sumut? Bawa 19 Pemain Hadapi PSMS Medan
Kitakininews.co.id - Persija Jakarta berani menantang keangkeran Stadion Utama Sumatera Utara dengan hanya membawa 19 pemain untuk menghadapi PSMS Medan pada laga pembuka I.League Cup 2026/2027, Selasa (3/11/2026) malam. Apakah Macan Kemayoran terlalu percaya diri menghadapi Ayam Kinantan di kandangnya sendiri, atau justru ada strategi khusus di balik minimnya kekuatan yang diboyong ke Medan?
Baca Juga:
Situasi itu, bagi suporter PSMS cukup layak menjadi perhatian. Ketika tuan rumah bertekad menurunkan tim terbaik, Macan Kemayoran justru datang dengan rombongan terbatas yang turut diisi pemain muda serta pemain yang minim menit bermain di Super League.
Situasi ini memunculkan pertanyaan: apakah Persija benar-benar sudah memperhitungkan ancaman PSMS, atau menganggap laga di Medan sekadar kesempatan untuk merotasi pemain?
Persija tentu punya alasan tersendiri. Namun, Stadion Utama Sumatera Utara bukan tempat yang bisa dipandang sebelah mata. Sejak ditangani Eko Purdjianto pada Januari 2026, PSMS belum pernah menelan kekalahan pada laga Pegadaian Championship di kandang tersebut. Tiga kemenangan kandang pada musim ini semakin mempertebal kepercayaan diri Ayam Kinantan. Kini, suporter PSMS menanti jawaban di lapangan: mampukah Persija membawa pulang poin, atau justru pulang dengan kekalahan yang memperpanjang keangkeran markas PSMS?
Situasi ini membuka peluang bagi PSMS untuk memanfaatkan keuntungan bermain di kandang. Terlebih, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut memiliki modal berupa konsistensi penampilan di Stadion Utama Sumatera Utara bersama pelatih Eko Purdjianto.
Namun, menganggap Persija datang tanpa ambisi tentu terlalu dini. Asisten Pelatih Persija, Choi In-cheul, menegaskan timnya tetap memburu kemenangan meskipun membawa komposisi pemain yang berbeda dari pertandingan Super League.
"Bawa 19 pemain ke Medan untuk menghadapi PSMS Medan besok," ujar Choi dalam konferensi pers melalui video conference, Senin (2/11/2026) malam.
Choi mengakui Persija sudah memiliki gambaran mengenai kekuatan PSMS setelah kedua tim bertemu pada Piala Presiden sebelumnya. Ia juga menaruh perhatian terhadap kualitas pemain asing yang dimiliki tuan rumah.
"Memang kita pernah lawan PSMS di Piala Presiden kemarin, kami tahu kekuatan PSMS, mereka punya kualitas pemain asing yang bagus. Tapi persiapan kami juga baik, besok kami siap ambil poin," ucapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan Persija tidak ingin menjadikan keterbatasan jumlah pemain sebagai alasan untuk kehilangan poin. Meski target khusus kompetisi belum ditetapkan, Choi memastikan anak asuhnya tetap berusaha meraih hasil maksimal.
"Target kita belum ditentukan, tapi sebagai tim profesional kita tentu berusaha untuk cari kemenangan. Jadi kami akan berusaha maksimal di setiap pertandingan," katanya.
Kehadiran sejumlah pemain yang jarang tampil di Super League mengindikasikan adanya kesempatan rotasi di kubu Persija. Selain mempertimbangkan kebugaran, pertandingan ini dapat menjadi ajang bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas di hadapan tim pelatih.
Choi menegaskan, perbedaan pengalaman dan jumlah menit bermain tidak serta-merta mencerminkan kesenjangan kemampuan di dalam skuad Macan Kemayoran.
"Memang pemain yang kita bawa di sini banyak pemain muda dan jarang menit bermain di Liga 1 (Super League), tapi kualitas pemain kita tidak jauh berbeda satu sama lain," tuturnya.
Penjaga gawang Persija, Aqil Savik, menyambut positif kesempatan tersebut. Baginya, laga melawan PSMS menjadi peluang untuk membuktikan kemampuan sekaligus menjawab kepercayaan yang diberikan tim pelatih.
"Ini sebuah kesempatan yang bagus, untuk saya pribadi dan teman-teman yang belum banyak dapat menit bermain. Bukan soal rotasi, saya kira semua pemain punya kemampuan dan kualitas yang sama untuk pertandingan besok," kata Aqil.
Persija sebelumnya juga telah menetapkan tiga pemain asing yang paling memungkinkan dibawa berdasarkan kondisi kebugaran, yakni Kyohei Yoshino, Kerim Memija, dan Kwon Chang-hoon.
Sementara itu, PSMS berpeluang memanfaatkan dukungan suporter, pemahaman terhadap kondisi lapangan, serta komposisi pemain yang disiapkan untuk pertandingan ini. Sebaliknya, Persija harus memastikan para pemain yang mendapat kesempatan tampil mampu menjaga intensitas dan disiplin permainan.
Dengan membawa 19 pemain, Persija memang memberikan ruang lebih besar bagi rotasi. Namun, belum tentu langkah tersebut mencerminkan rendahnya ambisi mereka. Pernyataan Choi justru memperlihatkan bahwa kemenangan tetap menjadi sasaran.
Bagi PSMS, pertandingan ini menjadi kesempatan menjaga rekor kandang membuka perjalanan di I.League Cup dengan hasil meyakinkan. Selain itu, hasil positif juga akan membuat asa Angelo Meneses dkk terjaga jelang big match kontra Persiraja Banda Aceh di tempat yang sama, empat hari berselang (Sabtu 7 November 2026).
Bagi Persija, duel ini merupakan ujian kedalaman skuad dan kesempatan bagi pemain yang minim menit bermain untuk membuktikan diri.
Pertanyaannya, mampukah PSMS mempertahankan keangkeran Stadion Utama Sumatera Utara menghadapi tim yang notabene berkompetisi satu level di atas PSMS Medan? Atau justru para pemain pelapis Persija yang mencuri perhatian pada laga pembuka kompetisi ini?
I.League.CupPertandingan PSMS Medan kontra Persija Jakarta dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Sumatera Utara.
Waduh, Shin Tae-yong Absen Dampingi Persija Jakarta Hadapi PSMS Medan di League Cup, Kenapa?
Eko Pastikan PSMS Siap Tempur Hadapi Persija di Laga Pembuka League Cup
Persija Daftarkan Tiga Pemain Asing Hadapi PSMS, Marselino hingga Jordi Amat Masuk Skuad
PSMS Medan Curi Kemenangan di Kandang PSGC Ciamis, Phillerson Borong Dua Gol
Bidik Poin di Kandang PSGC, PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Tekanan Suporter