Air Mata Anfield: Mohamed Salah Pergi, Liverpool Kehilangan Legenda
Baca Juga:
Sebelumnya dalam pernyataan yang dikutip dari wawancara eksklusif, Salah berbicara lugas tanpa banyak teka-teki:
"Ini akan menjadi musim terakhir saya di klub," ujarnya.
Sementara itu, Rabu (25/4/2026) dini hari WIB, pakar transfer sepakblla internasional, Fabrizio Romano, menegaskan validitas rencana Mo Salah untuk tinggalkan Liverpool di akhir musim Liga Inggris 2025/2026.
"Breaking! Mohamed Salah akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Keputusan itu dibuat Salah dengan keluarganya sendiri. Ini berakhir!" tulis Fabrizio di akun media sosialnya.
Dari Pahlawan ke Legenda
Sejak tiba di Anfield pada 2017, Salah bukan sekadar pemain, ia menjelma menjadi simbol kebangkitan Liverpool. Gol demi gol, rekor demi rekor, hingga trofi-trofi prestisius seperti Liga Champions dan Premier League menjadi bagian dari kisah besarnya.
Namanya kini sejajar dengan legenda klub. Ia bukan hanya mesin gol, tetapi juga wajah dari era kejayaan modern Liverpool, seorang pemain yang mengubah ekspektasi menjadi kenyataan.
Alasan di Balik Perpisahan
Meski masih menunjukkan kualitas kelas dunia, tanda-tanda perpisahan sebenarnya sudah mulai terlihat. Perubahan taktik, peran yang tak lagi dominan, hingga dinamika internal tim membuat masa depannya semakin sering dipertanyakan.
Namun menariknya, di tengah isu penurunan performa, Salah justru tetap tampil produktif. Ia masih mampu bersaing dengan pemain top lain dalam kontribusi gol—seolah ingin menegaskan bahwa dirinya belum benar-benar habis.
Bab Terakhir yang Terasa Spesial
Alih-alih meredup, performa Salah dalam beberapa laga terakhir justru seperti kilas balik masa kejayaannya. Aksi-aksinya di laga besar, termasuk di kompetisi Eropa, terasa seperti penghormatan terakhir bagi para fans, sebuah "farewell tour" yang tidak direncanakan, tetapi sangat terasa.
Setiap gol kini bukan sekadar angka, melainkan kenangan yang sedang dibangun sebelum perpisahan benar-benar terjadi.
Warisan yang Tak Tergantikan
Kepergian Salah jelas akan meninggalkan ruang besar di skuad Liverpool—bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga emosional. Ia adalah ikon, inspirasi, dan simbol dari satu generasi emas.
Musim 2025/2026 kini berubah makna: bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang perpisahan. Tentang bagaimana seorang legenda mengucapkan selamat tinggal dengan caranya sendiri.
Dan bagi para pendukung Liverpool, satu hal yang pasti,
mereka sedang menyaksikan akhir dari sebuah era yang mungkin tak akan terulang.
Sumber: beIN Sports, Yahoo Sports (BBC Sport), FourFourTwo, The Guardian, TalkSPORT
FIFA Ubah Jeda Internasional jadi Penyebab Liga Eropa Libur 16 Hari
Fabian Hürzeler Bongkar Rahasia Brighton Hancurkan Arsenal 3-0
Brighton Jadi Pembunuh Raksasa, Arsenal Tumbang Telak 0-3
Brentford Hancurkan Chelsea 3-0, Alonso Dihadapkan Krisis Serius
Manchester City Pesta Gol: Norwich Dihantam 5-0, Enzo Maresca Puas Performa Pemain Muda