Delapan Negara Ini Akhirnya Kembali ke Piala Dunia Setelah Absen Puluhan Tahun, Ini Daftarnya
Baca Juga:
Turnamen edisi kali ini dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan 48 peserta. Namun, sorotan tak hanya tertuju pada format baru, melainkan pada kembalinya tim-tim yang sempat "hilang" dari panggung dunia selama puluhan tahun.
Dari Afrika, Kongo menjadi kisah paling menggetarkan. Terakhir tampil pada 1974 saat masih bernama Zaire, mereka akhirnya kembali setelah 52 tahun penantian, sebuah perjalanan lintas generasi yang nyaris mustahil. Senada, Haiti juga menorehkan cerita serupa. Negara Karibia itu bangkit dari keterbatasan dan memastikan comeback setelah absen sejak 1974.
Di kawasan Asia, Irak mengakhiri puasa panjang sejak 1986. Perjalanan mereka penuh tekanan, melewati fase kualifikasi yang ketat hingga laga penentuan yang menguji mental. Sementara di Eropa, Skotlandia, Norwegia, dan Austria akhirnya kembali setelah absen sejak 1998, menandai kebangkitan generasi baru yang membawa harapan segar.
Tak kalah dramatis, Turki mengakhiri penantian sejak 2002 lewat jalur playoff yang menegangkan. Sedangkan Republik Ceko memastikan tiket terakhir dalam daftar comeback, menghapus dahaga sejak 2006 melalui perjuangan keras di fase kualifikasi.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Kembalinya negara-negara ini bukan sekadar statistik. Ini adalah cerita tentang kegagalan yang berulang, mimpi yang sempat pudar, dan keyakinan yang tak pernah benar-benar hilang.
Bagi Kongo dan Haiti, ini adalah penantian setengah abad, sebuah kisah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sementara bagi Irak dan Turki, ini adalah bukti bahwa tekanan dan sejarah panjang tak mampu mematahkan tekad.
8 Negara yang Absen dari Piala Dunia 20 Tahun atau Lebih:
Kongo
Haiti
Irak
Skotlandia
Norwegia
Austria
Turki
Republik Ceko
Panggung Baru, Harapan Lama yang Hidup Kembali
Piala Dunia 2026 kini menjadi simbol kebangkitan. Negara-negara yang dulu tenggelam kini kembali berdiri, membawa identitas, kebanggaan, dan mimpi yang akhirnya menemukan jalannya.
Sumber: FIFA.com; GOAL.com; JatimTimes.com; Detik.com; Reuters
Darwin Nunez Susul Mohamed Salah ke Trabzonspor, Bangun Duet Maut Demi Ambisi Juara
Mohamed Salah Disambut Ribuan Fans, Resmi Diperkenalkan Trabzonspor
Mohamed Salah Kian Dekat Berlabuh di Trabzonspor, Tinggal Menunggu Tes Medis
Gubernur Bobby Nasution Hadiri Nobar Final Piala Dunia, Satlantas Polres Nias Lakukan Rekayasa Kalukintas
Thomas Tuchel Kritik Penampilan Inggris Meski Lolos ke Semifinal: Kami Ceroboh