Drama VAR Membakar! Atletico Tahan Arsenal 1-1
Arsenal membuka keunggulan lebih dulu lewat titik putih. Viktor Gyokeres dengan tenang mengeksekusi penalti di akhir babak pertama setelah dijatuhkan di kotak terlarang. Momentum seolah berada di tangan tim tamu.
Baca Juga:
Namun, seperti karakter khas tim asuhan Diego Simeone, Atlético bangkit di babak kedua. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil lewat penalti Julian Alvarez usai insiden handball. Skor kembali imbang 1-1—dan sejak itu, laga berubah menjadi duel sarat emosi.
Puncak kontroversi terjadi ketika Arsenal sempat mendapat penalti kedua. Namun setelah tinjauan panjang VAR, keputusan itu dibatalkan. Momen ini langsung mengubah arah pertandingan sekaligus memantik kemarahan kubu tamu.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
"Keputusan itu dan apa yang terjadi setelahnya sangat sulit diterima. Wasit harus melihatnya berkali-kali, itu sudah sangat jelas," ujar Arteta.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.
"Mustahil... kami semua sangat marah soal itu," tambahnya.
Di sisi lain, Simeone justru merespons dengan nada lebih tenang, bahkan sedikit menyentil balik.
"VAR kadang memberi keuntungan, kadang juga mengambilnya," kata Simeone.
Pelatih asal Argentina itu juga menilai keputusan-keputusan penalti dalam laga besar seperti semifinal harus benar-benar tepat.
"Di semifinal Liga Champions, Anda membutuhkan penalti yang benar-benar penalti," tegasnya.
Jalannya Pertandingan: Duel Dua Wajah Berbeda
Secara permainan, Arsenal tampil lebih rapi di babak pertama, namun cenderung menurun setelah unggul. Sebaliknya, Atlético tampil lebih agresif setelah jeda dan bahkan menciptakan lebih banyak peluang berbahaya.
Beberapa peluang emas tuan rumah, termasuk dari Antoine Griezmann dan Ademola Lookman—nyaris membalikkan keadaan, tetapi penyelesaian akhir menjadi kendala.
Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim tetap terbuka lebar. Arsenal memang membawa keuntungan bermain di kandang pada leg kedua, tetapi Atlético menunjukkan bahwa mereka belum habis.
Sumber: The Guardian, Bola.com, iNews.id, DetikSport, Into The Calderon
Tak Tepis Bola Saat Adu Penalti, Safonov Tetap Jadi Pembawa Hoki PSG Juara Liga Champions
Luis Enrique Ungkap Rahasia PSG Pertahankan Takhta Liga Champions
PSG Pertahankan Takhta Liga Champions, Arsenal Menangis di Budapest
PSG atau Arsenal? Final Liga Champions Siap Sajikan Duel Sengit
PSG vs Arsenal: Dua Jalan Berbeda Menuju Final Liga Champions 2025/2026: Siapa Layak Juara?