Bruno Fernandes Jadi Pemain Terbaik Liga Inggris 2025/2026, Fans Garis Keras Arsenal tak Terima
Kapten Manchester United itu memang menjalani musim individu yang luar biasa. Bruno membawa United finis di posisi tiga besar, mengantar klub kembali ke Liga Champions, mencatatkan 20 assist, menyamai rekor Premier League milik Thierry Henry dan Kevin De Bruyne, serta memimpin statistik peluang tercipta dengan 132 chances created sepanjang musim.
Baca Juga:
Namun, bagi sebagian pihak, penghargaan itu dianggap kontroversial. Sorotan utama datang karena Bruno mengalahkan sejumlah kandidat dari Arsenal, termasuk Declan Rice, yang menjadi motor utama keberhasilan The Gunners merebut gelar liga.
Piers Morgan Meledak di X: "Declan Rice Lebih Pantas"
Presenter ternama sekaligus pendukung garis keras Arsenal, Piers Morgan, menjadi salah satu sosok paling vokal yang menentang keputusan tersebut.
Lewat akun X miliknya, Morgan mempertanyakan bagaimana Bruno Fernandes bisa mengungguli Declan Rice dalam perebutan penghargaan individu musim ini.
"Konyol… Declan Rice seharusnya memenangkan ini. Benar-benar sebuah ketidakadilan bahwa seseorang dari tim yang sama sekali tidak pernah bersaing memperebutkan gelar justru menang atas pemain yang penampilan briliannya sepanjang musim membawa kami meraih gelar juara." tulis Morgan.
Bagi Morgan, penghargaan pemain terbaik seharusnya lebih mempertimbangkan dampak terhadap kesuksesan tim. Dalam pandangannya, Rice bukan hanya tampil konsisten, tetapi juga menjadi figur sentral di balik kebangkitan Arsenal menuju gelar liga yang telah lama dinantikan.
Kritik Tak Hanya Datang dari Piers Morgan
Perdebatan soal layak atau tidaknya Bruno menerima penghargaan ternyata tidak berhenti di media sosial. Mantan gelandang Arsenal, Paul Merson, juga menyuarakan pendapat serupa beberapa hari sebelum pengumuman resmi keluar.
Meski mengakui kualitas Bruno Fernandes, Merson menilai Declan Rice memiliki argumen yang lebih kuat. Menurutnya, Rice tampil di level tinggi hampir setiap pekan, memikul tekanan perebutan gelar Premier League sekaligus membawa Arsenal melangkah jauh di kompetisi Eropa. Ia juga menyinggung faktor jadwal, dengan Manchester United tidak menghadapi beban kompetisi yang sama seperti Arsenal musim ini.
Argumen tersebut menjadi salah satu dasar kritik yang banyak beredar: apakah penghargaan pemain terbaik seharusnya diberikan kepada pemain dengan statistik individu terbaik, atau kepada sosok yang paling menentukan kesuksesan tim juara?
Mengapa Bruno Tetap Menang?
Meski dihujani kritik, pencapaian Bruno Fernandes sulit diabaikan. Statistiknya musim ini memang berada di level elite.
Selain menyamai rekor assist sepanjang sejarah Premier League, pemain asal Portugal itu juga unggul jauh dalam kreativitas permainan. Selisih peluang tercipta miliknya bahkan sangat jauh dibanding pesaing terdekat.
Penghargaan ini juga melengkapi musim pribadi yang impresif bagi Bruno setelah sebelumnya ia memenangkan penghargaan Football Writers' Association (FWA) Footballer of the Year.
Namun, di tengah pujian tersebut, perdebatan belum menunjukkan tanda mereda. Bagi kubu pendukung Manchester United, Bruno adalah playmaker terbaik liga musim ini. Bagi kubu Arsenal, terutama setelah keberhasilan mereka mengangkat trofi liga, nama Declan Rice tetap dianggap sebagai sosok yang paling layak membawa pulang penghargaan tertinggi individu Premier League 2025/2026.
Tapi, seperti banyak penghargaan besar dalam sepak bola, statistik dan trofi ternyata belum cukup untuk membuat semua pihak sepakat, dan itu hal yang wajar.
Sumber: Reuters, FourFourTwo, The Sun, Sky Sports.
Dari Bournemouth ke Anfield, Iraola Hadapi Tantangan Raksasa
Fans Liverpool Bersiap! Iraola Segera Ambil Alih Anfield
Tak Tepis Bola Saat Adu Penalti, Safonov Tetap Jadi Pembawa Hoki PSG Juara Liga Champions
Luis Enrique Ungkap Rahasia PSG Pertahankan Takhta Liga Champions
PSG Pertahankan Takhta Liga Champions, Arsenal Menangis di Budapest